Artikel Terbaru

Bahana Panggilan Kesujatian

kategori: Artikel Baru
Ketik kita menyelesaikan tugas yang mesti diselesaikan saat ini, kita merasa lega. Kita merasa bebas, tanpa ada beban lagi. Namun itu hanya untuk sementara waktu, hanya sejenak saja; sebab beban tugas lainnya sudah menunggu untuk diselesaikan, dituntaskan. Padahal kelegaan itu sangat kita dambakan. selengkapnya

Datang Bulan, Bolehkah Sembahyang?

kategori: Artikel Pilihan
Pertanyaan di atas acap kali terlontar dari para remaja putri Hindu, yang sudah akil balik alias sudah mengalami pancaroba dalam jasmaninya yaitu dalam bentuk menstruasi atau yang lasim disebut datang bulan. Pada kondisi ini para ABG (anak baru gede) biasa menyebut dirinya dengan ungkapan "duh ! lagi dapet nih", tersirat jelas dari ungkapan tersebut bernada keluhan, bahwa tidak dapat dipungkiri pada kondisi demikian sedikit tidaknya menganggu aktivitas mereka, sekurang-kurangnya mereka tidak beraktivitas sebebas pada kondisi normal. selengkapnya

Tutur Tantri

kategori: Artikel Baru
Kepustakaan Bali Mewariskan sejumlah naskah Niti, diantaranya naskah Tantri Kamandaka Naskah berbahasa Kawi ini luas dibaca oleh para sastrawan dan juga para pemimpin di masa lalu. Apa yang disebut Subhasita atau ungkapan-ungkapan kebajikan tertuang didalamnya. selengkapnya

Widyantara

kategori: Artikel Baru
Apakah yang dimaksud dengan Widyantara? istilah ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari kata 'widya' dan kata 'antara'. Kata 'widya' artinya pengetahuan. Sedangkan kata 'antara' artinya hias, jarak, ruang, dan sebagainya. Jadi maksud dari istilah Widyantara adalah orang yang berilmu. Dapat diartikan juga bahwa orang yang ahli dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk juga dalam hal seni. Dalam kesenian lebih lazim disebut dengan istilah ahli, pakar, atau orang yang propesiaonal dalam bidang ilmu tertentu. selengkapnya

Grahastha Asrama

kategori: Artikel Baru
Bagi masyarakat Hindu, grahasta asrama mempunyai arti dan kedudukan khusus di dalam kehidupan. Tahap hidup grahasta asrama (berumah tangga) diawali oleh upacara perkawinan (samskara wiwaha). Ini berarti masa brahmacari secara resmi telah berakhir dan sejak saat itu pula suami istri atau dampati; dan sejak itu pula mereka harus melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai grahastin. Tugas itu antara lain mencari artha untuk memenuhi kama berlandaskan dengan dharma, melaksanakan upacara sraddha, dan panca maha yadnya. selengkapnya

Kunti Yadnya

kategori: Artikel Baru
Adegan dimulai dengan pertemuan di lingkungan keluarga Pandawa, yang dihadiri oleh: Bagawan Domia, Sri Kreshna, Pandawa Lima, Ponakawan Tuwalen Merdah. Dewi Kunti mengutarakan rencana beliau, untuk melaksanakan : Ngerorasin, Mukur/Nyekah/Nyekar, Maligia, 'Pitra yadnya terakhir' bagi jiwa raja Pandu, yarg wafat bersama Dewi Madri di Sata Srengga, peristirahatan kerajaan. selengkapnya

Kiratarjuna

kategori: Artikel Baru
Lakon ini disanggit menggunakan materi : Arjuna Wiwaha dan lakon seni pertunjukan Katha kali, dari negara bagian Kerala, India Barat Daya. Lakon cerita sederhana, bermanfaat bagi seorang calon dalang dalam membina keterampilan, kemahiran melaksanakan 'sabet' yaitu, terampil mahir, menggerakkan wayang berlaga, dengan menggunakan tokoh wayang sangat terbatas jumlahnya. selengkapnya

Upacara Sipatan dalam Meminimalkan Kehamilan Pada Usia Pra-Nikah

kategori: Upacara
Dalam Bali Post (tanggal 1 Desember 2008 halaman 8) yang memicu adanya hubungan sek bebas dikalangan remaja salah satunya disebabkan oleh tayangan di televisi. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Janet Hyde dari university of Winconsin. Menurut Hyde salah satu faktor terbesar bagi hubungan sek dini oleh remaja adalah menonton televisi. Sebagian karena dalam program televisi menggambarkan tingkat seksualitas yang lebih tinggi buat remaja dan orang dewasa dibandingkan dengan yang ada dalam kenyataan. selengkapnya

Gita Ghurnita

kategori: Artikel Baru
Gita, inilah salah satu potensi seni yang kaya raya, pernah hidup dan menjadi nafas kesenian yang lebih luas. Gita adalah "nyanyian" dalam bentuk puisi tradisi, yang merupakan bagian tak terpisahkan dalam hidup berkesenian, tetapi juga hidup spiritual. Kitab Gita Sancaya menyebutkan sekitar 50 buah bentuk Gita yang biasa disebut pupuh, mulai dari Sinom, Pangkur, Dangdang, Durma, Dingdang, Jumog, Demungjuragan Danu dan yang lain. selengkapnya

Mengelola Pikiran Dan Perhatian Dalam Meditasi

kategori: Artikel Baru
Bagian tulisan di atas adalah bagian tulisan yang dikutip dan disunting dari "Am I a Hindu?" karya Ed. Viswanathan, terjemahan N.P. Putra, yang dimuat secara berseri di maillist Hindu-Dharma Net. Bagian tulisan ini sengaja saya sunting, sadar akan betapa urgennya pikiran dalam meditasi. selengkapnya