Artikel Terbaru

Hari Raya Galungan (Kajian Filosofis dan Teologi)

kategori: Hari Suci
Menyimak kutipan sloka suci pustaka Sarasamuscaya di atas, maka ada beberapa kata kunci sebagai renungan spiritual bagi umat Hindu. Kata pilosofi yang luhur yakni dharma, svarga, parahu, dan banyaga. Apa makna dharma? kata dharma artinya hukum, kebiasaan, kealiman, kebajikan, aturan, kebenaran, tugas, keadilan, jasa, karakter, suatu keanehan, jiwa, dewa kematian, anak sulung dari pandawa (Surada, 2007 : 168-169). Kemudian kata svarga artinya sorga, alam dewa, kayangan. selengkapnya

Dewi Saraswati Dalam Kesusastraan Weda [2]

kategori: Artikel Pilihan
Saraswati dengan segala aspeknya senantiasa menarik untuk kita renungkan apalagi saat-saat kita mnyambut dan menyucikan hari suci Saraswati. Pendalaman, penghayatan makna dan signifikasi Saraswati terasa semakin penting di masa-masa umat manusia dihadapkan dengan berbagai persoalan sebagai dampak kemajuan teknologi yang demikian pesat dan sekulerasasi nilai-nialai agama yang semakin menggenjala. selengkapnya

Jangan Lengah! Jangan Mabuk

kategori: Artikel Baru
Terlalu banyak bukti-bukti di dalam kehidupan kita yang menunjukkan kalau kelengahan, keteledoran, kecerobohan, kesembronoan atau yang sejenisnya mengundang bencana, malapetaka. Anehnya adalah, walaupun kebanyakan dari kita tahu kalau memang demikian adanya, kita masih tetap saja cenderung lengah, ceroboh. selengkapnya

Pasraman Paradigma Baru

kategori: Artikel Baru
Semua anak sejatinya terlahir jenius (pintar dan cerdas), tetapi anak-anak menghabiskan enam tahun pertama kehidupan mereka dengan menghilangkan kejeniusannya, begitu kata Buckminster Fuller. Alasannya, setiap manusia memiliki potensi cipta, rasa dan karsa. Cipta adalah spiritual yang secara khusus mempersoalkan nilai kebenaran, rasa adalah kemampuan spiritual yang secara khusus mempersoalkan tentang nilai keindahan, dan karsa adalah kemampuan spiritual yang secara khusus mempersoalkan tentang nilai kebaikan. selengkapnya

Karna Sang Pemburu Guru

kategori: Artikel Baru
Dalam sistem pendidikan terlibat beberapa unsur. Tujuan, sumber, materi, metode, media, evaluasi, dan pengembangan pendidikan merupakan unsur-unsur utama yang menjalin hubungan antara guru dan murid. Dalam sistem pendidikan konvensional peranan guru tidak dapat dihindarkan. Agama Hindu mengakui bahwa guru memegang peranan penting dalam sistem pendidikan. selengkapnya

Baris Dadap, Tari Sakral Pengusir Kejahatan

kategori: Upacara
Tari Baris menurut Babad Bali merupakan tarian pasukan perang. "Baris" yang berasal dari kata bebaris dapat diartikan pasukan, maka tarian ini menggambarkan ketangkasan pasukan prajurit. Tari ini merupakan tarian kelompok yang dibawakan oleh pria, umumnya ditarikan oleh 8 sampai lebih dari 40 penari dengan gerakan yang lincah cukup kokoh, lugas dan dinamis, dengan diiringi Gong Kebyar dan Gong Gede. selengkapnya

Memahami Dharma Gita Dalam Sistem Nilai Agama Dan Budaya Hindu

kategori: Artikel Baru
Dalam perhelatan tualang angkah kita yang makin jauh menjelajahi ranah zaman Kali hingga ke gerbang milenium ketiga ini, maka berarti sejauh itu pulalah dharma gita (kidung dharma/religius) dikidungkan dalam bioritmis hidup dan kehidupan. Bahkan, gita dharma ini yang secara kosmologis an sich akan bersifat ad infinitum manakala kehidupan itu sendiri meniadakan hidup kita. selengkapnya

Gita Dan Kita

kategori: Artikel Pilihan
Rabindranath Tagore adalah penulis karya sastra Gitanjali. Berkat karya sastranya ini dia mendapat hadiah Nobel kesusastraan. Penyair ini juga pernah berkunjung ke Bali pada tahun 1927, sebuah perjalanan setelah mengunjungi Jawa. Lewat Gitanjali kita mengetahui betapa sebuah gita atau "puisi" dapat dijadikan sebuah persembahan. Gita memang bukan sekedar puisi, bukan pula sekedar persembahan tetapi adalah juga teriakan jiwa lewat kidung yang indah. selengkapnya

Toya Pawitra

kategori: Artikel Baru
Bima yang dikisahkan dalam cerita ini, disuruh oleh gurunya Bagawan Drona untuk mencari air suci, tirta amreta ke sebuah tempat yang sering juga disebut dengan alas Tibrasara di daerah Candra-muka, yang dihuni oleh dua orang raksasa. Hal ini bisa dimaknai bahwa untuk mencari 'kesucian' dan 'kesejatian' seseorang harus melalui suatu proses kesengsaraan dan penderitaan di dalam kawah Candramuka dan bisa mengalahkan raksasa-raksasa itu yang pada hakikatnya melambangkan nafsu keserakahan dan kekurangan, demikian perumpamaan sering diberikan. selengkapnya