Artikel Terbaru

Berakhirnya Keinginan Dan Kemelekatan

kategori: Artikel Baru
Segala sesuatu di Mayapada ini berawal dan, tentunya, juga berakhir. Yang terlahir, secara pasti menemui kematian dan kemusnahan. Demikianlah hukumnya. Tak satu makhlukpun di semesta raya terbatas daripadanya; bahkan semestapun berawal, oleh karenanya ia juga berakhir. selengkapnya

Rekonstruksi Konsep "Ngayah" di Zaman Global

kategori: Artikel Baru
Perkembangan zaman yang terjadi membawa perubahan yang sangat signifikan. Bahkan di zaman globalisasi pengaruh budaya dari luar telah merubah tatanan kehidupan masyarakat. Hal ini pun dirasakan oleh masyarakat Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Dengan berkembangnya sektor pariwisata, maka budaya Bali secara tidak langsung bersentuhan dengan kebudayaan luar yang dibawa oleh wisatawan. Paham kehidupan masyarakat yang modern telah merambah masuk dalam kehidupan masyarakat Bali tanpa terkendali. selengkapnya

Dewi Saraswati Dalam Kesusastraan Weda [4]

kategori: Artikel Pilihan
Saraswati dengan segala aspeknya senantiasa menarik untuk kita renungkan apalagi saat-saat kita mnyambut dan menyucikan hari suci Saraswati. Pendalaman, penghayatan makna dan signifikasi Saraswati terasa semakin penting di masa-masa umat manusia dihadapkan dengan berbagai persoalan sebagai dampak kemajuan teknologi yang demikian pesat dan sekulerasasi nilai-nialai agama yang semakin menggenjala selengkapnya

RITUAL GALUNGAN: Dari Tradisi Agraris Menuju Tradisi Metropolis [2]

kategori: Artikel Baru
Perayaan Galungan mulai dari persiapan sampai dengan berakhirnya sebenarnya berjalan dalam kurun waktu yang cukup lama yaitu mulai dari Tumpek Wariga sampai dengan Budha Kliwon Pahang. Tumpek Wariga atau 25 hari sebelum Galungan ditandai dengan upacara yang bermakna untuk mengingatkan tumbuh-tumbuhan agar berbuah lebat yang akan digunakan untuk perayaan Galungan selengkapnya

Dewa dan Bhuta

kategori: Artikel Baru
Deva adalah kekuatan dewata dan Bhuta adalah kebendaan. Siva dinamakan Bhutapati, Penguasa Kebendaan atau kelima elemen material kasar, Deva adalah terang dan Buta adalah kegelapan. Dua kekuatan yang bertentangan ini terkunci dan konflik abadi yang di dalam bahasa Sansekerta disebut Daivasuram. Para Deva mewakili kebenaran, keabadian dan terang; Asura mewakili dusta, kematian dan kegelapan. Secara umum mereka tidak saling bertenggang rasa dan yang satu terprovokasi oleh kehadiran yang lain. Bahwa yang dinamakan kebendaan adalah bentuk-bentuk Asura. selengkapnya

Merunduk Dalam Kemuliaan

kategori: Artikel Baru
Ada peribahasa, "Semakin berisi padi semakin merunduk". Rahmatnya sangat sederhana dan hampir tidak ada anak bangsa yang tidak hafal dengan peribahasa ini. Akan tetapi, biasanya apa pun yang sudah terbiasa kita lihat atau kita berdekatan sehari-hari dengannya, maka kita cenderung akan mengabaikan keutamaannya. Peribahasa India mengatakan "Chiraag tale andheraa", orang Barat akan mengatakan "darkness reigns at the foot ofthe lighthouse". selengkapnya

Dewi Saraswati Dalam Kesusastraan Weda [3]

kategori: Artikel Pilihan
Saraswati dengan segala aspeknya senantiasa menarik untuk kita renungkan apalagi saat-saat kita mnyambut dan menyucikan hari suci Saraswati. Pendalaman, penghayatan makna dan signifikasi Saraswati terasa semakin penting di masa-masa umat manusia dihadapkan dengan berbagai persoalan sebagai dampak kemajuan teknologi yang demikian pesat dan sekulerasasi nilai-nialai agama yang semakin menggenjala. selengkapnya

Parwatha Natha

kategori: Artikel Baru
Parwata Natha artinya "Raja Gunung", sebuah istilah yang banyak kita temui di dalam teks-teks Jawa Kuna. Istilah lain yang bisa dipakai untuk menyebut Raja Gunung adalah : Giri Natha, Giri Pati, Girisa, Girindra, Parwata Raja dan yang lain. Yang dimaksud dengan Raja Gunung tiada lain adalah Hyang Siwa. selengkapnya