Artikel Terbaru

Kesehatan Mental Dari Perspektif Sosial Budaya

kategori: Artikel Baru
"Atmanam Moksartham Jagaddhitayaca" adalah tujuan hidup manusia; Artinya, bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah untuk mendapat Jagaddhita dan Moksa. Jagaddhita, berarti kedamaian jagat (dunia) kedamaian umat manusia, kesejahteraan rakyat, dan sebagainya. Moksa, berarti kesempurnaan hidup, ketentraman rohani, ketenangan jiwa, kebahagiaan batin, kehidupan abadi yang suci, manunggalnya roh dengan Tuhan Sang Pencipta. selengkapnya

Mahavrata: Sumpah Universal Nan Agung

kategori: Artikel Baru
Dengan hadirnya kamantapan Ahimsa, rasa permusuhan tidak punya tempat berpijak (vairatyaga). Dengan hadirnya kemantapan Satya, ketulusan di dalam menyerahkan kerja dan hasilnya dimungkinkan (phalasra-yatvam). Dengan hadirnya kemantapan. Asteya, semua "kekayaan" mendekat dengan sendirinya bagi sang yogi. Dengan hadirnya kemantapan Brahmacarya, semangat spiritual yang kuat (virya) diperoleh. Dengan hadirnya kemantapan Aparigraha, muncullah pemahaman yang baik tentang proses kelahiran manusia (janma kathamta) (YogaSutra II46-48). selengkapnya

"Tumpek Uduh", Menyayangi Tumbuhan Secara Sempurna

kategori: Hari Suci
Sebagian besar literatur Veda mengajarkan kecintaan pada lingkungan dan hidup harmoni dengan alam sekitar. Para orang suci seperti Resi, Yogi dan lain-lain, selain dalam kesehariannya mengadakan pencarian spiritual, juga tekun dan tulus mendoakan agar alam lingkungan tetap indah, subur, dan damai. Hal itu menunjukkan bahwa keharmonisan hidup bersama alam tidak dapat dipisahkan dari hidup, praktik, dan tujuan agama atau spiritual. selengkapnya

Kesadaran Adalah Segalanya

kategori: Artikel Baru
Di mana pun Anda pergi, Anda akan disertai oleh pagar betis-pikiran Anda, emosi, indra dan tubuh dan Anda selalu di pusat entitas. Sivaisme memberitahu kita di Spanda Karikas, 1.6-8, bahwa indra ada dalam diri mereka sendiri, seperti buah catur, dan hanya memperoleh energi dari Tuhan. Gambar ini dari Tuhan atau Diri di pusat dikelilingi oleh rombongan Shaktis. Dalam arti tujuan Sivaisme adalah untuk membuat kita menyadari posisi ini: Diri sebagai sumber selalu menjadi pusat dari semua pengalaman. selengkapnya

Yoga untuk Pendidikan Spiritual

kategori: Artikel Baru
Tujuan hidup menurut agama Hindu sebagaimana diu-raikan dalam Brahmana Purana adalah: tubuh adalah suatu alat untuk mencapai Dharma, Artha, Kama, dan Moksa atau disebut Catur Purusa Artha yang berarti empat tujuan hidup umat manusia tersebut di atas yang terjalin satu dengan yang lain yang mewujudkan suatu yang utuh. Untuk mencapai tujuan hidup tersebut di atas selanjutnya antara lain diajarkan jalan yang sepatutnya ditempuh, yaitu Catur Marga yaitu Bakti Marga, Jnana Marga, Karma Marga dan Raja marga. Jalan ini yang sepatutnya ditempuh umat secara seimbang, harmonis dan terpadu untuk mencapai tujuan hidup tersebut di atas. Untuk bisa mencapai catur marga tersebut sepatutnya melalui pendidikan, latihan (sadhana). selengkapnya

Upanayana dalam Penerapan Brahmacari Asrama

kategori: Artikel Baru
Dalam proses awal pembelajaran yang dilaksanakan secara formal semestinya dilaksanakan suatu upacara yang disebut Upanayana. Upacara ini dilaksanakan bagi seorang anak yang mulai memasuki masa Brahmacari Asrama (masa belajar menuntut ilmu pengetahuan). Upanayana merupakan wujud dari peningkatan status seseorang (siswa) ke tingkatan yang lebih tinggi dalam artian mereka dilahirkan untuk kedua kali secara spiritual dalam menuntut dan mempelajari ilmu pengetahuan yang lebih menekankan pada pembinaan mental dan moralitas. selengkapnya

Memupuk Nilai-Nilai Kemanusiaan

kategori: Artikel Pilihan
Dewasa ini manusia merasa bangga karena telah menguasai berbagai cabang ilmu pengetahuan dan mempelajari sejumlah buku. Namun, ia tidak berusaha memahami hakikat pendidikan. Kini pengetahuan hanya dibatasi pada aspek fisik dan duniawi; aspek moral, etis, dan spiritual telah iiabaikan. selengkapnya

Mantra Suci Rg Veda Mengawali Rekaman Suara "Gramophone"

kategori: Artikel Baru
Agni menempati kedudukan sangat penting di dalam mantra-mantra Veda khususnya Rg Veda, memiliki 7 lidah, yaitu Kali, Karali, Manojava, Sulohita, Sudhumravarma, Visvaruci, dan Sphuhngini. Selain untuk keperluan normal sehari-hari, dalam tradisi Veda Agni berperan sebagai Jataveda (penyampai persembahan-persembahan kepada Tuhan) dan Krauyada (sebagai pembakar Saua/mayat). Tradisi agama Hindu di Bali sangat sejalan dengan peran Agni yang terdepan dalam Veda. selengkapnya

Canang Sari Sebagai Persembahan

kategori: Upacara
CANANG sari sebagai persembahan yang paling sederhana tiba-tiba dipersoalkan orang. Apakah canang sari yang dibeli di pasar-pasar itu memenuhi syarat untuk persembahyangan dalam ritual Hindu? Ada yang mempertanyakan ini karena sepintas ada canang sari tak ubahnya hanya rangkaian bunga warna-warni saja. Apalagi yang membuat dan menjual canang sari itu belum tentu pedagang yang beragama Hindu. Di sebuah media sosial bahkan pernah diunggah foto ada wanita berjilbab yang menjual canang sari. selengkapnya

Meme-Bapa dalam Tradisi Hindu: Kasih Yang Terlupakan [2]

kategori:
Perkembangan prakrti dari yang satu menjadi yang banyak itu adalah prakrti memberikan bentuk, suatu transformasi, bukan suatu perubahan tempat. Prakrti dalam Bhagavadgita, VII :4 dijelaskan terdiri atas tanah, air, api, udara, ether, pikiran, bhudi, dan ego merupakan delapan unsur alam-Ku yang terpisah. Dalam Bhagavadgita, VII:5 dijelaskan bahwa inilah prakrti-Ku yang lebih rendah, tetapi berbeda dengannya ketahuilah prakrti-Ku. Unsur hidup, yaitu jiwa yang mendukung alam semesta ini. Selanjutnya, dalam Bhagavadgita, VII:6 dijelaskan bahwa ketahuilah bahwa keduanya ini merupakan kandungan dari semua makhluk; dan aku adalah asal mula dam leburnya alam semesta ini. Dari tiga sloka ini dapat diketahui bahwa prakrti adalah alam semesta itu sendiri yang berkesadaran penuh yang bertindak atas nama karma kosmis dan manusia menerimanya sebagai takdir atau nasib. selengkapnya