Artikel Terbaru

Kesempurnaan Maharesi Krsna-Dvaipayana Vyasa

kategori: Artikel Baru
Tersebutlah seorang Maharesi; tidak ada sesuatu pun yang beliau tidak ketahui, dipuja-puja oleh Triloka, mempunyai kemampuan untuk melenyapkan kegelapan pikiran seluruh makhluk. Beliau adalah putra Dewi Satyavati, dari pertemuannya dengan Bhagavan Parasara, yang terlahirkan di tengah-tengah (pulau kecil) Krsna-dvipa. Nama beliau adalah Bhagavan Byasa, yang sangat patut disembah, sebelum hamba memulai menyampaikan sari-sari ajaran suci karya beliau. selengkapnya

Menuju Hindu Bhawantu

kategori: Artikel Baru
Dharma adalah penghayatan kebenaran dalam kehidupan dan kekuatan untuk mengubah kealamiahan manusia sehingga menjadi beradab. Melalui pemahaman konsep dharma, Hindu membawa bentuk-bentuk dan aktivitas-aktivitas yang memertajam dan memertahankan kehidupan manusia. Manusia secara alamiah hidup dengan hasrat, nafsu, atau keinginan (kama). Dengan hasrat itu manusia mencapai segala yang ideal, yang paripurna (artha). selengkapnya

Manunggaling Kawula Lan Gusti

kategori: Artikel Pilihan
Bagi agamawan, persoalan Yang Ada itu jamak atau tunggal adanya bukanlah menjadi persoalan. Persoalan Tuhan sebagai Yang Ada telah selesai menurut keyakinan yang dite-rima melalui masing-masing kitab sucinya. Juga melalui otoritas orang suci yang dipercayai kebenaran pandangannya. Tidak demikian dengan para filsuf yang sejak dahulu kala senantiasa memusatkan perhatiannya pada persoalan hubungan antara yang tunggal dan yang jamak itu, persoalan hubungan kawula yang jamak itu dengan gusti yang tunggal. selengkapnya

'Role Model' Pendidikan Hindu

kategori: Artikel Pilihan
Pendidikan dalam bahasanya Freire (2002) merupakan alat pembebasan, yakni membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan, kebodohan, kemiskinan, sampai pada ketertinggalan. Oleh karena itu, sebagai pusat pendidikan, manusia harus menjadikan pendidikan sebagai alat pembebasan untuk mengantarkan manusia menjadi mahluk yang bermartabat. Namun, dengan meminjam gagasan Piliang (2004:355) dapat dipahami bahwa masuknya sistem kapitalisme ke dalam dunia pendidikan, telah menciptakan sebuah kondisi bertautnya logika pendidikan dengan logika kap-itaisme (logics of capitalism). selengkapnya

Wejangan Arjuna Tentang Kemanunggalan

kategori: Artikel Baru
Dewi Subadra tersenyum riang, karena dalam dalam waktu singkat Arjuna dan Subadra bisa bercengkeraman dalam kasih sayang. Mereka berada dalam kerinduan yang dalam. Subadra berucap lirih, "Aku berharap sikapmu seperti lautan, segemuruh apa pun tetap jadi muara hatiku. Aku tatap matamu, ingin rasanya aku berteduh di situ. Hatiku merasa damai saat bersamamu, kau sangat aku sayangi tiada yang bisa menghentikan aku untuk mendapatkamu. Oh kakak Arjuna." selengkapnya

Persembahan Canang Sari dengan Bunga Cinta Kasih

kategori: Hari Suci
Makna dari sloka Bhagawad Gita di atas adalah kalau seseorang mempersembahkan daun, bunga, buah atau air dengan cinta bhakti, Tuhan akan menerimanya. Dari pengertian sloka itu, maka dengan akal budhi yang terangkum dalam tradisi, maka terangkailah suatu bentuk persembahan berupa Canang Sari. Yang mana secara umum bentuk canang itu adalah sekumpulan bunga yang beralaskan ceper (alas dari daun janur berbentuk persegi). selengkapnya

Pentingnya Konsentrasi dalam Setiap Aktivitas

kategori: Artikel Pilihan
Semakin jauh lagi kita menyelami samudera hati ini, kita sekarang berada pada zone pikiran. Pada zone ini kita harus memahami bahwa pikiran merupakan sumber kebahagiaan dan penderitaan, itu tergantung dari kemampuan seseorang dalam mengelola dan mengendalikan pikirannya, serta sejauh mana ia berkonsultasi degan hati nuraninya. Kondisi pikiran sangat berpengaruh terhadap apa yang akan dikerjakan dalam aktivitas kehidupan. selengkapnya

Perbedaan Ritual dan Spiritual

kategori: Upacara
Dalam hubungan dengan pendapat seputar wisata spiritual dapat dijabarkan sebagai kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang yang bertujuan untuk melakukan kegiatan ritual untuk ikut menyaksikan atau ikut serta dalam kegiatan ritual. Dari apa yang penulis baca dari buku arti dan fungsi sarana upakara yang disusun oleh enam tim penyusun buku-buku Agama Hindu Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. Dalam kata pengantar halaman IX menguraikan: Ritual (upacara) Agama mengandung nilai-nilai filosofi keagamaan yang divisualkan dalam berbagai bentuk upakara dan tata upakaranya. selengkapnya

Keteladanan Draupadi

kategori: Artikel Baru
Ayah Draupadi, Raja Drupada, menyelenggarakan svayamvara, 'kesempatan ketika mempelai perempuan memilih mempelai pria' untuk melangsungkan pernikahannya. Ribuan pemuda, pangeran, dan raja berdatangan ke istananya untuk meraih tangan Draupadi dalam svayamvara ini. Sebagaimana Raja Janaka mencanangkan bahwa ia akan menikahkan putrinya, Siitaa, kepada pangeran yang dapat memasang tali busur Shiva, maka Raja Drupada memasang matsyayantra 'suatu alat dengan ikan tiruan'. selengkapnya

Arjuna Mengajarkan Mahligai Yoga pada Subadra

kategori: Artikel Baru
Tuhan telah melimpahkan kepadamu kecerdasan dan pengetahuan. Janganlah engkau memadamkan lentera rahmat keilahian dan jangan biarkan lilin kebijaksanaan mati karena kegelapan nafsu dan dosa, itulah semburat dawai hati saat menghargai kehidupan. "Itulah kata-kata manis Arjuna pada Subadra. "Gita telah telah membuatku paham tentang nilai-nilai luhur yang diwedarkan Sri Krisha, yakni tanpa pengendalian lidah sangat sulit untuk mengikuti jalan pengabdian dan masuk ke mahligai yoga yang menuju Tuhan," begitulah kata-kata yang mengunjam pada hatiku Subadra. selengkapnya