Artikel Terbaru

'Boarding School' Sebuah Pilihan

kategori: Artikel Baru
Salah satu konsekuensi diselenggarakannya Pasraman Formal adalah pola pengasuhan dan pola pembelajaran yang harus intim. Intensitas ini bukan hanya dicirikan kesamaan tempat tinggal antara guru dan murid, tetapi juga seluruh suasana yang melingkupinya. Selintas, imajinasi ini membawa kita pada suasana Upanisad di masa silam. Guru atau acarya tidak hanya akan bertindak sebagai guru, tetapi juga sekaligus "orang tua kedua" bagi para murid atau brahmacari. Mereka hidup bersama, menjalankan nilai dan norma aguron-guron, mirip Bhagawan Domia mengasuh dengan baik Sang Weda, Sang Utamaniu, dan Sang Arunika. selengkapnya

Cikalbakal Pasraman

kategori: Artikel Baru
Dahulu pola pendidikan di lakukan secara informal di lingkungan keluarga secara otodidak. Orang tua mempunyai tanggung jawab untuk mendidik anaknya. Sejarah membuktikan bahwa jaman paleolitikum kehidupan masih nomaden, hidup di gua-gua, manusia belajar dan menyesuaikan diri dengan alam. Mesolitikum mulai menetap, bercocok tanam, dan mengolah hasil tanaman terjadi pola asuh panak anak untuk bertani dan berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kemudian jaman neolitikum manusia sudah mulai berbudaya dalam hidupnya, menghasilkan kerajinan, mengolah sumber daya alam. selengkapnya

Pakraman = Pasraman

kategori: Artikel Baru
Konsep Desa Pakraman sebagai teritori yang dikenal juga dengan nama Desa Adat, merupakan gagasan Mpu Kuturan yang sejatinya mengonstruk model sistem pendidikan Pasraman. Mpu Kuturan (nama lain Mpu Rajakertha), sebenarnya seorang pemeluk Buddha Mahayana, yang datang dan tiba di Bali tahun 1001 M (Saka 923) pada zaman pemerintahan Raja Udayana dari dinasti Warmadewa. Pada masa itu Mpu Kuturan diposisikan selaku guru besar agama Siva dan Buddha, sekaligus diangkat sebagai Senapati merangkap Ketua Majelis Pekirakiran Ijro Makabehan (Dewan Penasehat) yang beranggotakan seluruh senapati, para Pandita Dangacarya dan Dangupadhyaya (Siva dan Buddha). selengkapnya

Upacāra dan Upakāra Sebuah Kajian Filosofis [2]

kategori: Upacara
Seiring dengan pesatnya perkembangan Iptek dan gencarnya penyiaran agama baik yang dilakukan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Departemen Agama, LSM, Organisasi Kepemudaan, Banjar dan Desa Adat, membuat perkembangan umat Hindu terutama dari sisi kualitas semakin menggembirakan. Hal ini tampak dengan semarak diadakannya acara-acara keagamaan baik dalam bidang ritual, kesenian, seminar keagamaan, munculnya kelompok–kelompok kajian Veda, sekeha pesantian, kelompok meditasi dan sebagainya. selengkapnya

Menajamkan Pikiran Melalui Tumpek Landep

kategori: Hari Suci
Salah satu hari suci agama Hindu yang cukup istimewa adalah Tumpek Landep yang jatuh setiap 210 hari sekali tepatnya pada setiap hari Saniscara Kliwon wuku Landep. Secara umum untuk merayakannya, masyarakat Hindu menggelar kegiatan ritual yang khusus dipersembahkan untuk benda-benda dan teknologi, yang berkat jasanya telah mampu memberikan kemudahan bagi umat dalam mencapai tujuan hidup. Utamanya adalah benda-benda pusaka, semisal keris, tombak, sampai kepada kendaraan bermotor, komputer, dan sebagainya. selengkapnya

Pasraman Antara 'Educational dan Political'

kategori: Artikel Pilihan
Pasraman adalah lembaga pendidikan Hindu. Oleh karena itu, perbincangan tentang pasraman idealnya diarahkan untuk mengupas persoalan-persoalan seputar pendidikan agama dan keagamaan Hindu. Sistem pendidikan pasraman sepatutunya menjadi materi pembahasan yang perlu dieksplorasi secara luas dan mendalam. Walaupun dalam realitas empirik, umat Hindu masih meraba-raba sistem pendidikan pasraman yang benar-benar sesuai dengan struktur dan kultur masyarakatnya. selengkapnya

Mencermati 40 : 60

kategori: Artikel Baru
Demikian pula kurikulum juga bisa dilihat dari kata curere bahasa Latin yang berarti berlari cepat, maju dengan cepat, merambat, tergesa-gesa, menjelajahi, menjalani, dan berusaha untuk... (Hasibuan, 1979). Kemudian dalam perkembangan selanjutnya istilah kurikulum dibawa ke ranah dunia pendidikan yang kurang lebih berarti seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. selengkapnya

Hoax di Medan Kurukshetra

kategori: Artikel Pilihan
Bima mengangkat gadanya tinggi-tinggi. Dengan perasaan sedih ia mengumpulkan kekuatan untuk kemudian menghantamkan gada saktinya itu ke kepala gajah bernama "Aswatama". Gajah setia dan perkasa itupun ambruk. Mati. Inilah "fakta" yang sengaja diciptakan oleh Bima agar ia dapat berteriak "Aswatama telah matiiiiiii.....". selengkapnya

Sikap Nyangut dalam Representasi Kehidupan Sosial

kategori: Artikel Baru
Nyangut!!! Begitu biasanya orang Bali memberi istilah bagi mereka yang pikirannya bertentangan dengan tuannya. Dia seolah memihak musuh akibat pikirannya itu. Tidak ada yang tahu persis, entah apa ide dasarnya sehingga I Sangut justru ditempatkan di posisi “Wang Kebot”. Di posisi mana biasanya Ki Dalang menempatkan para pembuat onar macamnya Rahwana dalam serial Ramayana. Atau Korawa dalam ephos Mahabharata. selengkapnya