Yoga Tidur

Mungkin banyak orang pernah merasakan keadaan rileks maksimal ketika tubuh dalam keadaan setengah tidur dan setengah terjaga. Keadaan ini bisa dikatakan sedang dalam proses menuju tidur. Dewasa ini, keadaan setengah tidur ini dengan sengaja dicari melalui sebuah teknik rileksasi, atau disebut yoga nidra (yoga tidur). Dalam keadaan ini, tubuh akan rileks secara sempurna dan para praktisi secara sistematis semakin meningkat kesadarannya menuju dunia bhatin melalui instruksi verbal. Yoga nidra memiliki perbedaan dengan teknik meditasi, dimana meditasi diawali dengan pemusatan pikiran, sementara yoga nidra tetap berada dalam tingkatan pratyahara dengan keempat indera: penciuman, penglihatan, rabaan, dan pengecap telah diinternalisasi sementara indera pendengaran masih terhubung dengan instruktur. Namun, walaupun tekniknya berbeda, tujuan tertingginya tetap sama, yakni mencapai Samadhi. Dalam Mandukya Upanisad, yoga nidra dihubungkan dengan kesadaran dalam tidur tanpa mimpi, yang disebut dengan prajna.

Praktik Yoga nidra memungkinkan kita bisa rileks maksimal dengan tetap mempertahankan kesadaran. Dikatakan bahwa orang yang mempraktikkan yoga ini rasa khawatir dan ketegangan pikirannya akan hilang. Gejala kecemasan tingkat tinggi seperti sakit kepala, pusing, nyeri dada, palpitasi, berkeringat dan sakit perut direspon dan diselesaikan dengan baik. Praktik yoga ini mampu meningkatkan energi dalam tubuh. Yoga nidra membantu menjaga dan mengkonsolidasikan energi ini dan mengendurkan seluruh sistem, mempersiapkannya untuk pranayama dan meditasi. Disamping itu, yoga ini berperan untuk mendinginkan tubuh setelah latihan yoga asana, mengembalikan suhu normal dan mengaktifkan sistem saraf untuk menyerap efek yoga asana.

Bagaimana mempraktikkan yoga ini? Menurut Art of Living ada beberapa tahapan sederhana. Pertama, persiapan, yakni perut harus dalam keadaan kosong sebelum berlatih. Tidak dianjurkan berlatih Yoga asanas atau Yoga nidra setelah makan penuh. Ruang kosong yang nyaman dan bebas dari kekacauan. Beberapa orang mungkin merasa sedikit kedinginan setelah Yoga nidra, jadi, ada baiknya menyediakan selimut tipis. Kedua, setelah persiapan itu, dilanjutkan dengan praktik langsung. Berbaring lurus dengan tulang belakang seperti pose mayat (Shavasana). Mata ditutup dan rileks. Ambil beberapa kali napas panjang masuk dan keluar. Ambil nafas dengan lembut, pelan, dan santai.

Mulai tarik perhatian kita menuju kaki kanan. Perhatian kita ada di sana selama beberapa detik, sambil melemaskan kaki. Kemudian dengan perlahan pindahkan perhatian ke lutut kanan, paha kanan dan pinggul. Sadari seluruh kaki kanan kita. Dengan lembut, ulangi proses ini untuk kaki kiri. Perhatikan semua bagian tubuh: area genital, perut, daerah pusar, dada. Perhatian kita ke bahu kanan dan lengan kanan, telapak tangan dan jari kemudian ulangi ini di bahu kiri dan lengan kiri, tenggorokan, wajah dan akhirnya bagian atas kepala. Tarik napas dalam-dalam, amati sensasi pada tubuh dan rileks dalam keadaan ini selama beberapa menit. Kemudian, perlahan-lahan sadari tubuh dan lingkungan kita, miringkan tubuh ke sisi kanan dan tetap berbaring selama beberapa menit lagi. Bergulir ke sisi kanan membuat nafas mengalir melalui lubang hidung sebelah kiri yang membantu mendinginkan tubuh. Setelah itu perlahanlahan duduk dan dalam suasana nyaman perlahan mata dibuka.

Proses yoga ini sangat gampang diikuti dan bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa mengenal usia. Terutama mereka yang memiliki tingkat stress yang lebih tinggi, latihan yoga ini sangat urgent dilakukan. Dikatakan bahwa 45 menit yoga nidra itu sama dengan 3 jam tidur untuk restorasi tubuh. Dengan menerima istirahat total, kita menguatkan fungsi sistem imunitas dan metabolisme. Sebagai kebalikannya, kita dikaruniai kesehatan fisik yang prima dan energi akan terus menerus bertambah. Swami Rama mengatakan bahwa yoga nidra adalah sebuah praktik untuk menguasai saraf otonom. Yoga nidra membawa kita melalui proses luar biasa untuk melemaskan badan, mendinginkan gelombang pikiran, menjadikan emosi kita lebih sensitif, dan menunjang kekuatan intelek. Bagi para pemula pun jika dilakukan secara serius akan mampu mengalami kesadaran diri seperti halnya mereka yang telah bertahun-tahun praktik meditasi.

Dari apa yang dipaparkan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik yoga tidur ini sangat gampang, yakni hanya membawa kesadaran kita pada badan, yakni dengan cara memasukkan indera kita ke dalam kecuali pendengaran karena masih harus dihubungkan dengan instruktur. Tidak ada batasan umur untuk melakukan ini. Demikian juga tidak memerlukan banyak pelajaran, sebab prinsipnya sama dengan tidur biasa, hanya saja membawa kesadaran kita penuh pada badan. Jika kita berhasil melaksanakannya dengan baik, tentu tubuh kita akan disegarkan segera dan energi yang datang ke tubuh melimpah. Sebagai hasilnya, kita akan sehat secara fisik dan kuat secara mental serta bertumbuh secara spiritual.

Oleh: I Gede Suwantana
Source: Majalah Wartam, Edisi 33, November 2017