Yoga Millenial

Hathavidyam hi matsyendraghorakshddyd vijanate,
Svatmaramoathava yogi jdnite tatprasadcitah.
(Hatha Yoga Pradipika, 1.4)

Matsyendra, Goraksa, yang lainnya mengetahui Hatha Vidya dan melalui kebaikan mereka, Yogi Swatmarama juga mempelajarinya dari para Siddha tersebut yang diyakini pernah hidup pada jaman sebelumnya. Ada empat poros atau gugusan atau tradisi pemikiran yang berkembang sejak jaman Renaissance sampai awal millennial ini menyangkut prinsip teologi, kepercayaan, agama dan spiritualitas. Pertama, orang mulai jenuh beragama. Ketika revolusi industri dan iptek berkembang di Barat, agama yang pernah mempenetrasi lebih dari satu millennia disana secara perlahan tercerabut akarnya dari pikiran orang-orang. Stigma yang menyatakan bahwa agama telah tergantikan oleh sains positivistik seolah tak terbentung dan kemudian menyebar ke seluruh belahan dunia. Sebagai konsekuensinya, kuantitas kaum atheis dan agnostik berkembang signifikan. Kedua, poros yang paling banyak, terutama di negara-negara sedang berkembang dan bahkan yang telah berkembang adalah poros abu-abu. Mereka masih menganut agama, tetapi bukan sebagai totalitas spiritual mereka, melainkan hanya sebagai sebuah warisan tradisi leluhur. Mereka beragama hanya sekedar merasa bertanggungjawab terhadap tradisi yang telah berjalan turun-temurun.

Ketiga, gugusan pemikiran yang paling menonjol di awal milenia ini sebagai bentuk oposit dari positivistik Barat adalah radikalisme agama. Kaum positivist memotong hampir seluruh akses aliran agama ke dalamnya sehingga kering, sementara kaum radikalis atau fundamentalis membuka semua keran agama sehingga kebanjiran. Kekasaran dan kekejaman manusia sepenuhnya berwajah agama. Dunia melihat bahwa kehadiran kaum ini adalah ancaman bagi kemanusiaan. Keempat adalah poros kontemplatif. Gugusan ini berasal dari orang-orang yang merasa bosan dengan penderitaan yang ditimbulkan oleh dunia yang berkembang dan dari mereka yang telah berbakat di bidang spiritual sejak lahir.

Poros keempat ini merupakan alternatif dari kehidupan modern yang glamor dan materialistik, terutama alternatif dari ketiga poros pertama di atas. Mereka beramai-ramai datang ke senter-senter yoga yang berkembang di seluruh dunia. Bisa dikatakan bahwa yoga merupakan agama baru bagi mereka, karena mereka mendapatkan ketenangan, kebahagiaan, dan kedamaian melalui praktik yoga yang mereka lakukan. Walaupun yoga tidak mencoba merapatkan diri pada agama tertentu meskipun bersumber dari tradisi agama tertentu, tradisi yoga yang berkembang akan terus mewarnai pemikiran manusia di millenia ketiga ini. Perkembangan yoga selama tiga dasawarsa terakhir ini seolah tidak terbendung. Kekhawatiran dari agama-agama tertentu tidak menyurutkan perkembangan ini dan bahkan semakin ditekan, perkembangannya semakin besar.

Oleh karena demikian, orang menyebut tahun millennial ini sebagai demam yoga atau yoga millennial. Yoga telah menjadi gaya hidup, terutama di dunia Barat. Apa itu yoga di jaman millenial ini? Akar yoga itu tetap mengacu pada teks kuno, baik Yoga Sutra Patanjali, Goraksataka, Hatha Yoga Pradipika, Gerandha Samhita dan teks lainnya, tetapi sebagian besar telah mengarah pada Asanas dan telah dipadukan dengan teknik-teknik kebugaran lainnya seperti pilates, senam dan lain sebagainya. Motif awal orang berlatih yoga adalah untuk kebugaran, kesehatan, kecantikan, kelenturan dan ketenangan. Ketika mereka tetap tekun melaksanakannya, dimensi spiritual dari yoga itu dapat dirasakan dan mereka merasa menemukan jalannya dalam menjalani kehidupan.

Mengapa yoga sebagai alternatif di jaman millennia ini? Ada beberapa jawaban yang mungkin mendekati. Pertama, orang melihat bahwa yoga adalah sebuah latihan untuk kesehatan baik fisik maupun mental. Siapapun yang tekun praktik yoga akan sehat jasmani dan rohaninya. Ini telah diteliti secara seksama di Barat, sehingga mereka mengatakan bahwa yoga adalah inner science. Kedua, oleh karena Yoga sebagai sains, maka ia adalah lintas agama. Orang yang menganut agama apapun tidak takut mempelajari Yoga karena tidak disalahkan oleh kepercayaannya. Ketiga, yoga mudah dipraktikkan oleh berbagai kalangan dan usia, laki atau perempuan, tua atau muda, orang cerdas atau orang biasa, petani atau presiden, siapapun bisa melakukan yoga dengan cara dan hasil yang sama. Keempat, yoga sebagai trend. Banyak juga orang menduga bahwa praktik yoga sedang mengambil momentum sehingga siapapun tidak bisa membendungnya. Saat ini, life style orang adalah yoga seperti halnya trend busana. Bisa saja nanti orang akan beralih dengan model latihan lain ketika momentumnya tiba.

Bagaimana prediksi yoga ke depan? Ada beberapa yang menduga bahwa praktik yoga adalah cara yang paling ideal untuk perkembangan hidup manusia yang sebenamya. Yoga akan dipraktikkan oleh mereka yang telah siap untuk memasuki dunia bhatin. Sehingga banyak yang menduga, yoga akan terus dilaksanakan sepanjang millennia ini. Tetapi, ada juga yang pesimis tentang perkembangan yoga ini. Mereka berpandangan bahwa praktik yoga telah banyak melenceng dari pakemnya semula. Yoga adalah praktik sadhana yang dilakukan oleh orang yang khusus dalam sebuah tradisi perguruan. Mereka menyebut yoga yang dipraktikkan sekarang ini adalah yoga pasaran yang dipasarkan oleh mereka yang mengambil keuntungan dari momentum perkembangan yoga ini. Nanti ada saatya bahwa yoga akan dikembalikan pelaksanaannya secara benar sesuai dengan teks awal. Sementara ada juga yang berpandangan bahwa apapun motifnya, sepanjang yoga itu dipraktikkan, ia akan menguntungkan pelakunya, sehingga tidak perlu dikritisi terlalu banyak.

Oleh: I Gede Suwantana
Source: Majalah Wartam, Edisi 38, April 2018