Upacara Memohon Keselamatan untuk Kendaraan Bermotor di India

Seperti halnya umat Hindu di In-donesia,-mmat Hindu di India juga mengenal upacara memohon keselamatan untuk kendaraan bermotor, baik untuk sepeda motor, bajaj, maupun mobil. Pada dasarnya upacara permohonan keselamatan ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu ypacara untuk kendaraan baru dan upacara yang dilakukan rutin setiap hari. Upacara untuk kendaraan baru memerlukan lebih banyak sarana upacara, di samping juga harus
dilakukan oleh seorang Pandit (pendeta). Sedangkan upacara rutin untuk sehari-hari, sarananya lebih sederhana dan dapat dilakukan sendiri oleh pemilik atau pengemudi kendaraan.

Bagi masyarakat Hindu di India, dalam melakukan upacara ini permohonan keselamatan tersebut ditujukan kepada Dewa Ganesha, yang dikenal sebagai dewa pembebas segala rintangan.  Bahan upacara untuk kendaraan baru, khususnya mobil, antara lain meliputi : bunga, jeruk nipis (5 buah), sindur (bubuk) merah, bubuk cendana! kelapa (1 butir), dan rangkaian kalung bunga (biasanya dari bunga kenikir sebanyak 2 buah), pisang, kinang, daun sirih, dan lain-lain.

Adapun rangkaian persiapan upacara-nya adalah sebagai berikut:

- Empat buah jeruk nipis dibelah menjadi 2, di tengahnya diberi bubuk warna merah, Keempat jeruk nipis tersebut kemudian ditaruh tepat di bawah keempat roda mobil, untuk kemudian nantinya digilas. Sebuah jeruk nipis sisanya juga dibelah dan diberi bubuk merah, kemudian dioleskan di bagian depan mobil, dibuat aksara Ganesha, Aumkara, atau lambang Swastika.
- Kedua buah rangkaian kalung bunga masing-masing dipasang di kaca spion kiri dan kanan mobil.
- Bubuk cendana dioleskan ke masing-masing roda sebanyak 3 kali. Cara mengoleskannya dengan menggunakan 3 jari, yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Ketiga jari tersebut merupakan lambang kekuatan Gayatri atau Tri Sakti.
- Sarana upacara lainnya, seperti pisang, kinang, daun sirih, atau buah-buahan lainnya dirangkai menjadi sesaji persembahan, diletakkan di sebuah meja kecil di depan mobil.

Setelah rangkaian persiapan upacara ini dilakukan, baru dilakukan puja mantram Kalasepuja atau mantram pensucian, dengan tujuan untuk membersihkan kendaraan dari segala kekotoran. Secara garis besar mantram ini menyebutkan nama-nama sungai besar di India, seperti: Gangga, Yamuna, Saraswati, Gbdawari, dan Narmadi. Setelah puja mantram selesai, dilanjutkan dengan pemercikan tirta ke seluruh bagian kendaraan, termasuk bagian interior mobil. Kemudian dilanjutkan dengan memecahkan sebutir kelapa di depan mobil.

Setelah kegiatan tersebut selesai dilakukan, maka Pandit adalah orang pertama yang dipersilahkan untuk menjalankan mobil, sekaligusmelindas jeruk nipis-jeruk nipis yang diletakkan dibawah roda. Jeruk nipis ini merupa kan simbol dari kurban, dengan maksud mobil tersebut telah diberi kurban terlebih dahulu, sehingga nantinya tidak akan "meminta kurban" lagi. Di samping itu agar orang yang mengemudikan mobil tersebut senantiasa berhati dingin sehingga dapat mengendalikan mobil dengan baik. Kadang-kadang jeruk nipis tersebut diganti dengan buah labu sebagai simbol "memberikan kurban yang lebih besar".

Untuk upacara rutin sehari-hari, biasanya dilakukan pada pagi hari sebelum kendaraan digunakan. Dalam upacara ini terlebih dahulu dilakukan puja mantram Kalasepuja dan memohon kepada Dewa Ganesha agar kendaraan senantiasa   diberi   keselamat-an. Selanjutnya pemilik atau pengemudi mengambil sebutir kelapa yang telah diberi bubuk kapur diatasnya. Bubuk kapur tersebut dibakar hingga menyala dan dalam kondisi masih menyala kelapa diputar sebanyak 3 kali, kemudian dipecahkan di depan mobil. Setelah itu barulah mobil dapat dijalankan. Bagi kendaraan yang sedang dicarter, misalnya untuk berwisata, maka salah satu penumpang yang mencarter tersebut yang diminta untuk memecahkan' kelapa ini. (Ditulis berdasarkan pengamatan di Hyderabad, India dan masukan Narasumber Pandita Siva Sri Satyasilen Gurukal dan Kuil Dewi , Mandhir, Pasar Baru, Jakarta Pusat).

Source: Budiana Setiawan l Warta Hindu Dharma NO. 470 Maret 2006