"Swaha" Semoga 'sujati' Seijin Hyang Widhi

A. Swaha dan Mantra

Hampir setiap doa dalam Hindu diakhiri dengan kata swaha misalnya: pernyataan kesiapan diri sebelum persembahyangan; Om prasadha sthiti sarira siwa suci nirmala ya namah swaha, permohonan penyucian tangan; Om Sudhamam swaha, penyucian bunga; Om puspa danta ya namah swaha, dan sebagainya.

Svaha artinya 1. Keilahian Svaha, seruan suci dengan yang persembahan dalam api pengorbanan untuk dewa. 2. Svaha: Sebuah persembahan khusus atau kurban kepada dewa-dewa; seruan yang digunakan dalam menyempaikan persembahan kepada dewa-dewa. 3. Svaha: sakti Agni, dewa api. 4. personifikasi putri Daksa dan istri Agni. Swaha adalah nama dari permaisuri dewa Agni. Sementara dalam swaaha (svaaha) berarti Ekspresi yang digunakan untuk keberuntungan pada saat melaksanakan persembahan suci (yajna).

Swaha merupakan sebuah seruan rohani dan juga berarti semoga diberkati. Swaha adalah ucapan yang umumnya diucapkan di akhir sebuah mantra. Seperti kata "Om" yang diucapkan di awal mantra, "Swaha" diucapkan di akhir mantra Misalnya dalam mantra Agni berikut:

Om Sang Hyang Tri Agni Ya Namah Swaha
Arti: Hormat pada wujud (nama)-Mu sebagai Agni, sebagai penguasa penerang dalam kegelapan, sebagai sumber energi bagi kehidupan, Swaha (demikian).

Om Ang, Ung, Mang Paduka Guru Ya Namah Swaha
Arti: Hormat pada wujud (nama) Wijaksara Ang-Ung-Mang atau Tri Guru, Swaha (demikian).

Dalam mantra pemujaan yang diawali dengan Om mengacu pada aksara lambang Sang Hyang Widdhi yang Maha Tunggal, Tri Agni dan Ang Ung Mang menunjukkan manifestasi dari Om yang berwujud tiga yaitu Tri Agni dan Ang Ung Mang yang merupakan perwujudan Tri Murti. Pada akhir dari kedua mantra tersebut diakhiri Swaha yang menegaskan kata Ya Namah. Maka kata Swaha di sini merupakan penegas atas apa yang diucapkan sebelumnya, sebagai kata yang menyatakan kesungguhan dari setiap doa.

Dengan demikian maka swaha merupakan sebuah seruanatau kalimat rohani yang berarti semoga diberkati (berhasil), sebagai lambang keberuntungan yang umumnya diucapkan di akhir sebuah mantra, serta penegas atas apa yang diucapkan sebelumnya, sebagai kata yang menyatakan kesungguhan dari setiapdoa.

B. Mitologi Swaha

Swaha sebagai Putri Daksa selalu dikaitkan dengan Agni (Tuhan Yang Maha Cemerlang) yaitu Pendeta utama (Purohita) para Dewata. Rg.veda 1.1.1: Agni sebagai purohita para Devata yang mewakili semua Devata untuk menerima bhakti persembahan dari umat-Nya:

Om Agnim ile purohitam
yajhasya devam rtvijam
hotaram ratnadhatamam

Artinya: Kami memuja Agni, Pandita Utama, Deva penyelenggara upacara Yajna, kami memuja (Engkau), pemberi anugerah (kekayaan) utama.

Dalam Mahabharata Wanaparwa, Markandeya menceritakan kisah Dewa Agni kepada Pandawa. Svaha adalah putri Daksa. Swaha jatuh cinta pada Agni, dewa api. Namun Agni tidak mempedulikan Swaha. Agni memimpin ritual yajna dari Sapta Rshi. Agni jatuh cinta pada istri dari Sapta Rshi yang begitu cantik dan menarik, dan terus menatap mereka.

Akhirnya, Agni tidak bisa menanggung rasa bersalah karena merindukan istri orang lain. Agni pun pergi ke hutan untuk melakukan penyucian diri. Svaha mengikutinya dan menyadari keinginannya. Dia mengambil bentuk dari istri-istri para Sapta Rshi (meskipun ia tidak mampu mengambil bentuk Arundhati, istri Vashishtha), dan mendekati Agni.

Agni menerima Svaha sebagai istrinya dan menyatakan bahwa ia tidak akan menerima persembahan apapun kecuali namanya dikumandangkan selama persembahan. Oleh karena itulah selama upacara yajna, para pemimpin upacara mengatakan, "Svaha," setiap kali ia menuangkan susu atau mentega ke dalam api. Hal ini tercermin dalam mantra Agni Puja:

Om Agniya swaha, Idam Agniya idam na mama,
Om Somaya swaha, idam somaya idam na mama,
Om Prajapataye swaha, Idam Prajapataye idam na mama,
Om Indraya swaha, Idam Indraya idam na mama,
Om Agnijyotir jyotir agnih swaha.

Berdasarkan Reg Weda dan Wanaparwa maka:

1. Dimana ada Swaha disana Agni akan merasa senang, karena Agni dan swaha sesungguhnya tak terpisahkan sebagai ardanareswari. Dewi Swaha merupakan kekuatan Agni, yang menyebabkan Agni dapat memenuhi keinginannya;

2. Swaha menyebabkan Agni mampu memancarkan kekuatan kasih sayang pada semua makhluk;

3.Tidak ada persembahan yang berhasil tanpa menyerukan kata Swaha seperti yang dijanjikan oleh Agni.

4. Swaha adalah kalimat seruan yang dapat memuaskan (menyenangkan) Agni, sehingga dengan menyerukan Swaha akan mendatangkan keberuntungan karena restu agni bersama dalam kata Swaha itu sendiri, manakala diucapkan.

Dengan demikian maka dengan menyerukan kata swaha diakhir setiap doa bermakna sebagai permohonan dikabulkannya yajna atau permohonan bagi keberhasilan suatu yajna ataupun doa.

C. Swaha, Nggih & Amin

Kata Swaha nampaknya telah mendunia, seiring dengan penyebaran ajaran Hindu (IAST: svaha; Hanzi Tradisional: Pinyin: sa pa he; bahasa Jepang: sowaka; bahasa Tibet: soha). "Swaha" diterjemahkan sebagai "semoga terjadi demikian" dan seringkali diucapkan dan ditulis "soha".

Kata swaha juga telah diterjemahkan kedalam bahasa daerah, misalnya jawa. Dalam masyarakat tradisional jawa hingga kini doa diakhiri dengan kata 'nggih' yang berarti ya, semoga demikian terjadi. Contoh dalam ujub jawa: "Sak derengipun kulo matur mbok bilih wonten kalepatan atur kulo ing sak mangke kulo nyuwun gonging samudro pangarsami. Sumonggo kulo aturi sesarengan muji syukur wonten ngersanipun Gusti Allah ingkang moho kuoso, ingkang paring kanikmatan karahayon dumateng kito sedoyo, nggih// (dijawab oleh hadirin yang hadir).

Setelah kedatangan agama Islam di Nusantara kata "Nggih" digantikan posisinya menjadi amin yang memiliki arti kata yang sepadan dengan nggih. Maka kata amin sebenarnya digunakan untuk mengganti kata Swaha dalam agama Hindu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) amin berarti terimalah; kabulkanlah; demikianlah hendaknya (dikatakan pada waktu berdoa atau sesudah berdoa): doa itu diakhiri dengan ucapan "amin" yang gemuruh.

Dengan demikian kata Swaha (sanskerta) yang berarti semoga diberkati dengan keberhasilan, Nggih (Jawa) yang berarti Ya (mengiayakan apa yang dimohonkan), Amin (saudara muslim)berarti terimalah, memiliki kesamaan dalam penggunaan yaitu diakhir kalimat doa, maupun kedekatan dalam makna. Namun demikian kata Swaha tidaklah sama dengan Nggih atau Amin. Swaha memiliki nilai filosofis theologis yang berdasar pada Weda yang merujuk pada Dewi Swaha, sakti dari Dewa Agni. Sementara ucapan seruan Nggih merupakan produk lokal (local genius) jawa yang sebenarnya juga merujuk pada semangat Weda namun dalam bahasa lokal. Sedangkan amin atau amen adalah istilah lumrah yang digunakan oleh umat Islam dan Kristen.

Singkatnya Swaha berarti semoga diberkati dengan keberhasilan dan keberuntungan atas restu Agni (Tuhan Yang Maha Cemerlang) sebagai pemimpin upacara. Om Sidhirastu Tat Astu Swaha.

Oleh: I Gede Adnyana, S.Ag
Source: Wartam, Edsisi 21, Nopember 2016