Sebelas Patirtahan di Tepi Danau Batur

Sebenarnya baik secara fotografis, maupun seperti yang dikemukakan dalam Rajapura Pura Ulun Danu Batur, di kawasan Danau Batur, ada sebelas patirthan, yang menurut istilah masyarakat setempat, sering pula disebut buka patirthan ring segara Danu Batur. Kalau disimak dan dikaji, Istilah masyarakat setempat itu memang benar, karena diantara kesebelas patirthan itu, banyak yang menjadi buka (sumber mata air) beberapa sungai di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Badung beberapa buka patirthan yang berlokasi di bagian Timur Danau Batur, diantara Desa Buwahan dan Desa Abang, adalah sebagai berikut:

(1) Patirtahan Telaga Waja
Sumber mata air patirthan ini, menjadi buka tukad Telagawaja, yang mengalir di sebelah Timur Desa Adat Rendang, di Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem. Menurut tradisi Krama Desa Adat Abang dan tata upacara keagamaan di Pura Tuluk Biyu, di Patirthan Telaga waja ini, masyarakat akan memohon tirtha pada waktu dilaksanakan upacara Pamelaspas, Penyegjeg Jagat. Termasuk pula mohon tirtha pada waktu upacara Pawiwahan dan Pamadegan Dane Jro Kaleran dan Jro Nyarikan Tuluk Biyu, para Pamangku Pura Tuluk Biyu, Jro Nyarikan Tuluk Biyu, dan beberapa fungsionaris Pura Tuluk Biyu. Diduga karena fungsionaris Krama Pangemong Pura Tului' Biyu seperti yang telah di kemukakan, juga disebut Patirthan Yeh Seh.

(2) Patirthan Bantang Anyud
Sumber patithan ini, lokasinya berdekatan dengan Patirthan Telaga Waja (Patirthan Yeh Sah), dan menjadi buka Tukad Pipis dan Tukad Bubuh, di Kabupaten Daerah Tingkat II Klungkung. Secara tradisi, oleh Krama Desa Adat Abang dan Krama Pengemong Pura Tuluk Biyu, Patirthan Bantang Anyud ini digunakan sebagai lokasi Upacara melelasti (Makekobok), terutama pada saat hari subhadiwasa pujawali di Pura Tuluk Biyu. Atau dengan kata lai. I. Patirthan Bantang Anyud ini adalah patirthan Pura Tuluk Biyu. Terutama kalau ada kelahiran buncing, bayi yang lahir laki lebih dahulu, kemudian disusul aleh kelahiran bayi yang perem-uan. sehingga dengan demikian, Patirthan Bantang Anyud ini juga berfungsi dan berkedudukan sebagai tirtha pamarisuda atau tirta pangelukatan.

(3) Patirtan Danu Gadang
Lokasi juga berdekatan dengan Patirthan Bantang Anyud. Patirthan Danu Gadang ini, merupakan buka (sumber mata air) Tukad Pipis, yang berlokasi di antara Kabupaten Daerah Tingkat II Klungkung dan Gianyar. Patirthan Danu Gadang ini, juga merupakan patirthan lokasi Upacara Palelastian Ida Bhataraa di Pura Tuluk Biyu, di samping untuk memohon tirtha pangelukatan dan Fl tirtha pamarisudha untuk bayi yang lahir kembar laki-laki, kembar perempuan dan kelahiran bayi nyilih asih, (kelahiran bayi perempuan yang pertama, kemudian disusul oleh kelahiran bayi laki-laki). Sehingga dengan demikian, Patirthan Danu Gadang ini, di samping sebagai Patirthan Ida Bhatara di pura Tuluk Biyu, juga berfungsi dan berkedudukan sebagai tirtha pangelukatan dan tirtha pamarisudha.

(4) Tirtha Danu Kuning
Dalam jajaran patirthan yang berlokasi di bagian Timur Danau Batur, diantara Desa Buwahan dan S Desa Abang, Tirtha Danu Kuning ini yang juga lokasinya berdekatan dengan Patirthan Danu Gadang, Merupakan jajaran tirtha (buka) yang terakhir. Tirtha Danu Kuning ini adalah merupakan buka (sumber mata air) Tukad Yeh Wos lanang dan Tukad Yeh Wos Wadon, yang menjadi Tukad Campuhan di sebelah Barat Desa Adat Ubud. Dan di Tukad Campuhan, Tukad Yeh Wos Lanang dan Tukad Yeh Wos Wadon ini adalah merupakan kawasan penghujung paling selatan Munduk Gunung Lebah, lokasi Pura Gunung Lebah yang megah, pada era sekarang. Patirthan Danu Kuning ini, juga merupakan patirthan Ida Bhatara-bhatari Tuluk Biyu, di samping juga sebagai patirthan untuk memohon tirtha pangelukatan dan Tirtha pamarisudha bagi Krama Desa Abang dan Krama Pangemong Pura tuluk Biyu, di Desa Adat Batur Kalanganyar, sekarang. Perlu dikemukakan, kalau ada persembahan dan pemujaan Bhakti Pakelem saat pujawali atau Karya di Pura Tuluk Biyu, Lokasinya adalah di sekitar palemahan pinggir Danu Batur di Air Hawang, (Desa Abang; sekarang), diantara lokasi keempat patirthan yang telah dikemukakan.

(5) Patirthan Palisan
Berlokasi dekat Desa Kedisan, di Bagian Barat Danau Batur. Di Patirthan Palisan ini, ada tiga sumber mata air (buka) yang mengalirkan Danau Batur ke Danau Beratan, yang menjadi buka (sumber mata air) beberapa tukad di Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan Tabanan, antara lain Tukad Yeh Seh Sungai, yang menjadi sumber pengairan sebagian palemahan Subak di Kabupaten Daerah Tingkat II Badung dan Tabanan.

(6) Patirthan Re jeng Anyar
Patirthan Rejeng Anyar, berlokasi di bagian Barat Danau Batur, dekat dengan lokasi Pura Jati. Patirthan Rejeng Anyar ini merupakan buka beberapa sungai (tukad) yang kecil-kecil yang mengalir dan merupakan sumber pengairan beberapa palemahan Subak di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng.

(7) Patirthan Mas Mampeh
Berlokasi di bagian Barat Danau Batur. Berbeda dengan beberapa patirthan yang telah dikemukakan, Patirthan Mas Mampeh ini, merupakan patirthan Ida Bhatara Sasuhunan Sakti Makalihan. Patirthan Mas Mampeh ini, juga merupakan lokasi patirthan untuk memohon tirtha pangelukatan, terutama pada saat dilaksanakan upacara panagkeb dan pangelanus, di sawah-sawah palemahan Subak, yang sumber mata airnya bersumber dari sungai-sungai yang membuka ke Danau Batur. Memohon tirtha panangkeb, agar tanam-tanaman, di sawah, tegalan terlindungi oleh hama tanam-tanaman di sawah , tegalan dapat tumbuh dengan lanus, (subur tiada halangan), sehingga panen dapat berhasil dengan baik, sehingga umat manusia dapat hidup sejahtera dan bahagia.

(8) Patirthan Mangening
Partirtha Mangenin ini, Berlokasi Di tepi bagian Barat Danau Batur, Merupakan lokasi untuk memohon Tirtha Pabresihan, saat diselenggarakan upacara-upacara keagamaan di Pura Ulun Danu Batur. Dengan demikian, dapat pula dikemukakan, bahwa Patirthan Mangening ini juga merupakan lokasi untuk memohon tirtha pamarisudha.

(9) Patirthan Toya Bungkah
Juga berlokasi di pinggir bagian Barat, Danau Batur. Dalam usaha meniti eksistensi Patirthan Toya Bungkah ini, tidak merupakan buka salah satu tukad yang dijadikan sumber pengairan oleh para Krama Subak di Bali. Melainkan hanya merupakan mata air panas, yang diyakini dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit. Sehingga dengan demikian di Patirthan Toya Bungkah ini, adalah untuk memohon kesembuhan dan kewarasan bagi masyarakat yang menderita penyakit tertentu.

(10) Patirthan Pura jati
Patirthan ini juga berlokasi di tepi bagian Barat Danau Batur. Patirthan ini juga merupakan lokasi patirthan untuk memohon tirtha pamarisudha dan Pangelukatan. Dalam kontekstual ini, tampaknya logic sekali, karena secara tradisi, Ida Bhatara yang berprahyangan di Pura jati, disebut-sebut sebagai bhagaivantan hyang Bhatari Danuh, yang berprahyangan di pura Ulun Danu Batur.

(11) Patirthan Prapen
Prapeh atau perapian, istilah atau term ini selalu memiliki konteksu, dengan eksestensi Lalintihan Pande di Bali. Di partithan Prapen ini, berdsarkan berdasarkan term atau istilahnya, merupakan lokasi petirthan untuk memohon tirtha prapen, bagi Lalintihan Pasemetonan Pande (Pande Besi, Pade Mas dan Perak, Perunggu) di Bali, dalam kegiatan-kegiatan keagamaan tertentu.

Source: Warta Hindu Dharma NO. 531 Maret 2011