Samudera

Sumber air yang terbesar di planet bumi ini adalah samudera, semua mahluk sangat tergantung dan terikat kepada keberadaan samudera. Manusia, hewan, tumbuhan, dan juga sarwa prani yang hidup di bumi ini secara tidak langsung sangat tergantung kepada keberadaan samudera itu. Turunnya hujan, segala macam makanan laut seperti hewan, ikan, tumbuhan rumput laut juga berasal dari samudera, minyak bumi, batu-bara dan segala macam kebutuhan energy manusia kebanyakan berasal dari samudera, itulah sebabnya manusia sebenarnya sangat terikat kepada keberadaan samudera.

Di dalam beberapa catatan ilmu pengetahuan kita mengenal adanyan 5 samudera di bumi, yang menampung sekitar 71% air asin, yaitu samudera Antarika, Arktik, Atlantik, Hindia, dan Pasifik, namun dalam teks agama Hindu yang termua dalam Jnana Sidhanta dikenal adanya 7 (tujuh) samudera yang lebih dikenal dengan istilah Sapta Samudera. Demikian juga dalam siklus daur air maka keberadaan samudera adalah sumber air siklus hidrologi yang sangat besar sebagai stok air untuk mahluk di bumi ini. Semua ikan yang enak itu hidup di samudera akan ditemui lobster, terumbu karang, ikan air asin, ikan teri sampai napoleon, termasuk di dalamnya segala tumbuhan laut, bulung, rumput laut semua bersumber dari laut, semua hal itu dimanfaatkan oleh manusia sebagai makanan.

Di dalam lontar Sarasamuccaya ada disuratkan pemaknaan samudera sebagai berikut: bahwa Mahabharata karya Bhagawan Byasa, keutamaannya bagaikan samudera dan gunung, yang dipenuhi oleh segala permata yang serba mulia, serta seluruh isi kitab tersebut dapat mematangkan rasa utama, terutama cahaya batin. (Nahan kottamanira, kadyangganin tasik lawan gunung himawan, an kalian mas manic sarwa mulya, mangkana tan sakweh niking aji bharata katha ginawenira, an ta sakaning uttama rasa makadi rahasya jnana). Bagi mereka yang membaca kitab Sarasamuccaya yang penuh dengan permata yang serba mulia demikian halnya dengan manfaat hidup di dunia ini sampai membersihkan diri dengan sumber air suci pawitra atau mantana yang sangat dibutuhkan oleh segala mancam mahluk hidup.

Samudera akan menyucikan segala kotoran yang masuk ke dalam diri, bahwa segala kotoran  yang masuk ke samudera semuanya akan menjadi disucikan demikianlah makna dan manfaat dari samudera. Tempat-tempat suci bagaikan samudera yang mampu membersihkan segala macam kotoran yang singgah dalam diri manusia.

Samudera adalah sumber air asin yang kemudia diolah untuk dijadikan air hujan, air samudera yang luas itu disinari oleh matahari, penguapan pun terjadi melalui proses kondensasi terbentuklah awan dan butir-butir air yang dihembuskan oleh angina terjadilah hujan di daerah pegunungan, air hujan dialirkan ke sungai, danau, situ dan menjadi sumber air dan mata air yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan mahluk hidup di darat. Samudera menghasilkan berbagai bentuk garam yang sangat dibutuhkan oleh manusia, segala macam ritual juga sangat memerlukan garam mulai dari membuat banten saiban, membuat kacang-kacang sangat membutuhkan keberadaan garam, dalam menyatukan antara gunung dan laut dalam segala ritual yang dilakukan oleh orang Hindu khusunya di Bali.

Di dalam kitab Anang Niratha, juga digambarkan keindahan dan keberadaan samudera bagi seorang sastrawan dan pencinta budaya sebagai berikut; Grong-singgrong pinaranku lengleng anulis-nulis, anak-anakan pudak sumur/ngkenang nusa ri dungusing karang apandan adalah asila ngungang parung/ryak-ryaknyanembur anampah ing watu sumong karirisan amangun kuwung-kuwung/harsangkw I leyep ing pasir pada katungkulan ulah ika yan pasang surud//.

Artinya:
Gua-gua tebing bukit itulah yang saya tuju, dalam perjalanan sambil menulis kelopak bunga pandan yang gugur/di sebuah pulau di atas batu karang ada pohon pandan, ada pula sebuah batu datar yang menjorok ke jurang laut/ombak laut yang terpencar setelah membentur tebing yang berguna bagai hujan disertau guruh/hatiku menyusup jauh di keindahan samudera, terhanyut dalam gerak air pasang dan surut//.

Deburan ombak yang membentur batu karang, gerakan air laut, pasang surut air laut, keheningan dan keindahan air laut menjadi renungan dan inspirasi para pengarang susastra tempo dulu yang kita warisi sampai sekarang. Pengetahuan setempat tentang taxonami ikan, ikan beracun, ikan yang boleh dimakan, gerakan bintang di langit yang menjadi rujukan para nelayan di dalam memberlaukan dan mencintai samudera.

Bagi masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya di samudera, keyikan bahwa laut itu sangat suci dan juga penuh dengan misteri dialami oleh mereka dalam kehidupan sehari-hari, ada tempat yang sangat angker di tengah laut, ada wilayah di mana air laut yang berputar, dan cerita-cerita misteri lainnya. Tidaklah aneh kalau nelayan setiap saat ngaturang saiban di laut, canang, dan menghaturkan sesajen di tengah laut serta menghindari tempat-tempat yang menurut mereka sangat angker di lintasi oleh kapal maupun perahu. Tema berpikir dan model kepercayaan ini telah mengatur dan menata tindakan mereka untuk senantiasa menjada dan menyucikan laut. Marilah kita turut menjaga kesucian samudera yang telah berjasa dan menjamin kehidupan kita.

Oleh: Ida Bagus Dharmika
Source: Majalah Wartam, Edisi 27, Mei 2017