Percandian Gedong Songo

Bagi umat Hindu yang tinggal di Jawa Tengah bagian utara tentu mengenal kompleks Percandian Gedong Songo. Umat Hindu di sekitar kompleks percandian ini sering memanfaatkannya untuk bersembahyang. Bahkan kompleks percandian ini sering menjadi tempat tujuan Tirtayatra oleh umat Hindu dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Bali. Lokasinya yang sejuk dan tenang di lereng Gunung Ungaran (2050 m), sebelah selatan Kota Semarang, menjadikannya kompleks percandian ini menarik untuk disinggahi oleh umat Hindu.

Kompleks Percandian Gedong Songo terletak di Dusun Darurrt, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah. Lokasinya hanya berjarak sekitar 60 km dari Kota Semarang dan 20 km dari kota kecil Ambarawa. Kompleks percandian ini terhampar di atas bukit-bukit kecil di sebelah selatan lereng Gunung Ungaran, dengan ketinggian berkisar 1200 -1310 m dari permukaan laut.

Sampai sekarang belum ditemukan bukti tertulis mengenai kapan kompleks percandian ini dibangun. Namun berdasarkan langgam arsitektur, diperkirakan dibangun sekitar abad VII-1X M, tepatnya oleh Dinasti Sanjaya pada masa Kerajaan Mataram Hindu. Di samping itu sampai saat ini juga belum diketahui asal-usul penamaan Gedong Songo yang secara harafiah berarti "sembilan bangunan", karena pada kenyataannya kopleks percandian ini hanya terdiri dari lima gugusan candi. Masing-masing gugusan candi terletak di puncak bukit.

Jarak antara gugusan candi yang satu dengan yang lain relatif berjauhan dan dihubungkan dengan jalan setapak. Sekarang kompleks Percandian Gedong Songo dikelola oleh Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. Di areal tersebut Pemda telah membangun taman wisata yang cukup representatif dan nyaman untuk pengunjung. Sementara bangunan-bangunan candinya sendiri dikelola oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah.

Adapun masing-masing gugusan candi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Gugusan Candi Gedong I
Gugusan Candi Gedong I terletak pada bukit yang paling rendah, yaitu pada ketinggian 1209 m dari permukaan laut, dan paling dekat dengan gerbang masuk taman wisata, pada gugusan ini hanya terdapat satu bangunan candi dengan pintu masuk candi menghadap ke arah barat. Denah candi berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 6,64 m dan lebar 6,58 m. Pada bagian kaki candi panil-panilnya tidak berhias, sedangkan bingkai panil berhias setengah bulatan dan segi empat. Pada bagian ini terdapat bidang batas panil dengan berhiaskan bunga dan sulur-suluran.

Pada bagian badan candi, panil-panilnya tidak berhias, tetapi bingkai panilnya berhias sulur-suluran. Relung candi berupa relung semu yang diberi ukiran berbentuk teratai keluar dari jambangan dan disangga oleh tiga orang laki-laki. Bagian atas relung dihias dengan kepala kala dengan sepasang makara. Pintu masuk dibuat menonjol dan mempunyai atap berbentuk busur. Atap candi bertingkat-tingkat tanpa hiasan pada bagian atapnya dan di bidang batas tiap-tiap tingkatan atap pada setiap sisinya dihiasi dengan dua buah antefik. Bagian dalam bilik candi pada saat ini sudah dalam keadaan kosong.

2. Gugusan Candi Gedong II
Gugusan Candi Gedong II berada pada ketinggian 1265 m dari permukaan laut dan berjarak sekitar 377 meter ke arah barat laut dari gugusan Candi Gedong I. Gugusan Candi Gedong II ini juga hanya terdiri dari satu buah candi dengan pintu masuk candi menghadap ke arah barat. Denah candi berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 5,84 m dan lebar 5,40 m. Bagian kaki candi berdiri di atas alas yang rendah dan berbentuk susunan bingkai-bingkai padma yang rata tanpa diberi hiasan. Pada bagian kaki candi ini terdapat tangga masuk menuju bilik utama bangunan candi.

Pada bagian badan candi terdapat relung luar yang menonjol dan berhiaskan kala dan makara. Pada dinding badan candi terdapat ukiran dengan motif belah ketupat dan sulur-suluran. Atap candi bertingkat tiga. Pada batas setiap tingkat, pada setiap sisinya diberi hiasan dua buah antefik sudut dan satu buah antefik tengah yang berukuran sedikit lebih besar. Motif ukiran antefik pada setiap tingkatannya berbesa-beda.

3. Gugusan Candi Gedong III
Gugusan Candi Gedong III terletak pada ketinggian 1298 m dari permukaan laut dan berjarak sekitar 117,5 disebelah utara Gugusan Candi Gedong II. Pada gugusan ini terdapat tiga bangunan candi, yaitu terdiri dari satu candi induk dan dua candi perwara. Candi induk menghadap ke arah barat, sedangkan kedua candi perwara menghadap ke arah timur. Denah candi berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 5,86 m dan lebar 5,54 m. Pada tiap-tiap relungnya terdapat arca, yaitu : arca Durga Mahisaduramardhini di sisi utara, Ganesha di sisi timur, dan Agastya di sisi selatan.

Pintu masuk candi dibuat menonjol dan mempunyai atap berbentuk busur. Di kiri-kanan pintu masuk terdapat sepasang arca penjaga, yaitu arca Mahakala yang membawa gada dan arca Nandiswara yang memegang sebuah kendi. Pada bagian pintu masuk terdapat hiasan berupa teratai keluar dari jambangan dan disangga oleh tiga orang laki-laki. Bilik utama candi berukuran 1,66 m x 1,66 m, namun pada saat ini dalam keadaan kosong tanpa arca di dalamnya.

Atap candi bertingkat-tingkat dan tanpa hiasan pada bagian atapnya. Pada bidang batas tiap-tiap tingkatan atap dihiasi dengan dua buah antefik di setiap sisinya Bagian atas relung dihias dengan kepala kata berkumis dan sepasang makara.

4. Gugusan Candi Gedong IV
Gugusan Candi Gedong IV terletak di sebelah barat gugusan Candi Gedong III, dengan ketinggian antara 1297,5 m s.d. 1300 m dari permukaan laut. Gugusan ini merupakan gugusan yang terbesar dari kompleks Candi Gedong Songo karena terdapat 11 buah bangunan candi, terdiri dari satu buah candi induk dan 10 buah candi perwara. Dua buah di antara candi perwara tersebut pada saat ini hanya tinggal reruntuhan. Gugusan ini juga terletak di dataran bukit yang agak luas.

Candi induk gugusan Candi Gedong IV berdenah segi empat dengan ukuran panjang 4,03 m dan lebar 4,01 m. Kaki candi cukup tinggi, yaitu 1,08 m. Bilik utama candi intuk ini berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sisinya 1,71 m. Di dalam bilik candi dahulu terdapat arca Durga Mahisasuramardhini dalam posisi duduk di atas Lembu Andini. Sekarang arca tersebut disiman di Museum Ronggowarsit, Semarang. Adapun candi-candi perwara terletak tersebar di sebelah selatan kanan, kiri, maupun di depan candi induk.

5. Gugusan Candi Gedong V
Gugusan Candi Gedong V terletak pada puncak bukit tertinggi, yaitu 1310 m dari permukaan laut. Terletak sekitar 507 m dari gugusan Candi Gedong I dan 500 m dari gugusan Candi Gedong IV, gugusan ini terdiri dari tiga buah candi, namun hanya satu yang masih utuh, sedangkan dua buah lainnya hanya tinggal reruntuhan. Denah candi yang masih utuh berukuran panjang 6,18 m dan lebar 5,17 m. Kaki candi mencapai 1,14 m, berdiri di atas alas yang rendah dan berbentuk pelipit-pelipit padma yang polos, tanpa hiasan. Bagian badan candi terdapat relung-relung yang tidak menonjol. Relung pada sisi utara dan selatan pada saat ini sudah dalam keadaan kosong, sedangkan pada sisi timur terdapat arca Ganesha ini memiliki empat buah tangan, dua buah dalam posisi di pangkuan dan dua buah lagi dalam posisi terangkat di belakang.

Atap candi terdiri dari tiga tingkatan. Ketiga tingkat atap tersebut mempunyai motif hiasan yang sama. Pada batas tiap tingkat, pada tiap-tiap sisinya terdapat dua buah antefik di sudutnya dan satu buah antefik di tengah. Antefik-antefik tersebut berhiaskan pita melengkung membentuk hati dan di atasnya diberi hiasan teratai yang keluar dari bonggolnya.

Dilihat dari corak arsitektur dan keletakannya yang berpencar, diperkirakan tiap-tiap gugusan candi tersebut dibangun pada masa yang berbeda. Gugusan Candi Gedong I diperkirakan dibangun pada abad IX, Candi Gedong IV dan Candi Gedong V dibangun pada abad VIII, dan Candi Gedong II dan Candi Gedong III dibangun pada pertengahan abad VIII sampai akhir abad IX.

Oleh: Budiana Setiawan

Source: Warta Hindu Dharma NO. 513 September 2009