Pentingnya Menu Vegetarian Saat Bersekolah

Seperti diketahui tubuh manusia terdiri elemen padat, cair dan gas. Yaitu (bumi), apah (air), teja (api), vayu (udara) dan akasha (eter/gas). Ini yang disebut pancha-mahabutha. Elemen tubuh manusia ini dalam ayurweda disebut dosha : vata (vayu/ udara), pitta (panas/agni) dan kapha (zat cair/padat). Manusia yang sehat saat ketiga unsur dosha itu dalam keadaan stabil secara fisik. Yang lain menyebut sehat sebagai keseimbangan satwam, rajas, tamas. Sehat dalam ayurweda disebutkan: "sama dosha, sama agnisca, sama dathu malakriya. Prasanam atmaen-driyah, manah". Sehat bukan hanya bugar secara fisik namun juga sehat secara abstrak dalam wujud fikiran, rohani/psikologis.

Agar tubuh senantiasa sehat, seorang hendaknya memperhatikan unsur fisik dan unsur abstrak (rohani) tersebut. Yang susah diterka adalah unsur abstrak ini karena tidak dapat dilihat dengan panca indera oleh dokter. Untuk menerka kesehatan psikologis seorang dilakukan dengan menilai proses berfikir, menilai kwalitas bicara dan kwalitas pekerjaannya.

Dalam menempuh pendidikan seorang siswa seyogyanya dapat menjaga kesehatannya secara fisik dan sehat secara rohani (psikologis). Makanan menentukan kedua kesehatan ini. Seorang yang sehat secara fisik belum tetu sehat secara rohani. Orang seperti ini disebut tidak waras. Makanan membantu seorang mencapai tingkatan sehat rohani (waras) terutama dalam proses pendidikan. Seorang siswa khususnya siswa kerohanian diwajibkan melakukan ahimsa (salah satu poin panca yama brata) memilih makanan yang menyejukkan rohani. Ini ada hubungannya dengan satwam, yang ada dalam suksma sarira (rohani) seorang. Kesehatan rohani dalam menempuh pendidikan muttlak diupayakan karena kalau suksma sariranya sudah sakit, sthida sarira inipun tinggal menunggu gilirannya. Banyak terjadi sakit yang tidak dijumpai penyebabnya oleh dokter karena sesungguhnya yang sakit adalah suksma sarira.

Makanan vegetarian dipilih untuk menyehatkan suksma sarira. Kesehatan suksma sarira adalah modal untuk kesehatan sthula sarira. Keberhasilan seorang dalam pendidikan seperti Rama dan saudara-saudaranya menamatkan pendidikan di asrama Begawan Wasista, makanan adalah salah satu faktor utamanya. Bila tubuh telah dimasuki unsur-unsur rajas, tamas, maka pengendalian diri akan susah dilakukan namun bila dipupuk dengan budi satwam maka hidup akan senantiasa terkendali.

Sebagai ilustrasi kita lihat dalam cerita Tantri dimana seekor sapi Nandaka selalu hidup dalam kedamaian sedangkan singa selalu hidup dalam kelaparan karena menginginkan makanan yang berasal dari hewan sedangkan sapi makan dari flora yang ada. Sapi selalu hidup damai melaksanakan dharma sedangkan singa penuh dengan keangkuhan.

Untuk kekuatan fisik sesungguhnya para vegetarian sama seperti sapi dan kuda memiliki kekuatan yang amat kuat, sedangkan singa, memiliki kekuatan namun untuk dirinya sendiri sedangkan sapi dan kuda bisa menarik pedati yang berisi muatan untuk kepentingan orang lain.

Dengan demikian mengutamakan vegetarian sesungguhnya dapat dipakai untuk mengendalikan diri. Pengendalian diri adalah syarat utama dalam menempuh pendidikan. Hidup sebagai vegetarian memiliki kekuatan fisik dan kekuatan pikiran dalam rangka membawa diri ini menuju alam yang damai.

Source: dr. IB Wiryanatha. M.Si I Wartam Edisi 3/Mei 2015