Pengetahuan Tertinggi Adalah Pandangan Tentang Keesaan

Om Swastyastu,

"Pendidikan adalah sesuatu yang dapat disampaikan, tetapi Pengetahuan harus ditemukan atau diungkapkan."
(Swami Tejomayananda, 2000: 10)

Pendidikan hanyalah sebagian, sedangkan Pengetahuan memberikan kita pandangan yang menyeluruh tentang sesuatu. Pendidikan mempersiapkan  kehidupan seseorang dari hanya satu aspek kehidupan sehari-hari, akan tetapi semua itu tidak/belum menyebabkan terjadinya perubahan padanya atau mempersiapkannya untuk menemukan kebenaran dari kehidupan itu sendiri. Pengetahuan pada sisi lain, mempersiapkan seseorang  untuk melihat kehidupan dengan jujur/sesuai dengan praktiknya dan membawanya kepada perubahan kepribadian yang baru.

Tujuan utama Pengetahuan adalah juga meniadakan konsep yang keliru dan pada saat yang sama mendorong penarikan diri dari kekeliruan konsep hidup.

Dalam bahasa Sanskerta 'Pengetahuan' disebut 'Jnana'. Bhagavad Gita mengklasifikasikan pengetahuan atas tiga sudut pandang yang berbeda, yang dalam bahasa teknis disebut: Tamasika Jnana, Rajasika Jnana, dan Sattvika Jnana. Sattvika Jnana; adalah pengetahuan tertinggi dan Tamasika Jnana yang paling rendah.

Selanjutnya, apakah pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang paling tinggi?

Sattvika Jnana;
Pada pandangan fisik/indera kita, kita melihat adanya perbedaan, keragaman, dan dualisme dari sifat dunia ini. Apabila melalui pandangan indera, perasaan dan pikiran, kita melihat bahwa tidak ada dua hal yang sama, segala sesuatu adalah berbeda satu dengan yang lain. Untuk melihat perbedaan dan untuk membuat pembagian diantara obyek-obyek, adalah fungsi dari perlengkapan fisik dan non fisik yang kita miliki. Akan tetapi dalam melihat keragaman ini kita bisa melihat realita yang Tunggal hadir dalam perbedaan tersebut, inilah yang disebut PENGETAHUAN YANG TERTINGGI.

Badan jasmani kita adalah contoh yang baik untuk hal ini. Apabila kita pelajari anatominya, kita akan  melihat bahwa ada banyak bagian yang berbeda: tangan, Jari, perut, kepala, bahu, akan tetapi walaupun bagian-bagian tersebut banyak, dalam pengertian Keesan saya, saya mengetahui bahwa keseluruhan itu adalah badan saya sendiri. Hakikat yang Tunggal adalah pada apa yang saya fahami, itulah sebabnya jika seseorang menyentuh punggung saya, saya tidak mengatan "Mengapa Anda menyentuh punggung saya"? "Tapi saya akan mengatakan "Mengapa Anda Menyentuh saya"? Saya sebagai satu kesatuan, meliputi Keesan, meliputi seluruh yang memiliki nama dan bentuk dari duniawi ini.

Rajasika Jnana;
Pengetahuan yang lebih rendah dinamakan Rajasika Jnana. Orang yang memiliki pengetahuan ini, melihat dan memahami segala hal secara terpisah, sebagai sesuatu yang berlainan dan berbeda.

Sebagai contoh; ahli specialis mata hanya belajar tentang mata; pelukis hanya menekankan kepada warna dan bentuk. Beberapa orang tidak/belum melihat jagat raya ini secara menyeluruh atau utuh, akan tetapi memahami seluruh hal secara terpisah, tidak berhubungan satu dengan yang lain. Itulah sebabnya kita mengatakan: ini rumah saya, itu bagian saya dan ini bagianmu, dan sebagainya. Sekalipun Tuhan telah menciptakan hanya satu bumi dan langit, tetapi dunia dibagi menjadi bangsa-bangsa, negara-negara yang berlainan atau bahkan wilayah udara pun dibatas-batasi. Pembatasan dan pengkotak-kotakan inilah yang disebut Rajasika Jnana.

Tamasika Jnana;
Pengetahuan yang paling rendah disebut Tamasika Jnana. Seseorang mengambil secara tegas satu bagian dari dunia ini dan sangat terikat pada obyek tersebut, memandang atau percaya bahwa:  "jalan saya sendiri yang paling benar, jalanmu tidak benar, agama saya adalah benar, agamamu adalah salah." Inilah pandangan atau sikap yang paling rendah dalam kehidupan ini. Orang-orang dengan pengetahuan Tamasika, hadir menjadi insan yang tidak toleran dan sangat fanatik.

Inilah yang menjadi bukti bahwa: Untuk orang yang berpikir sempit, selalu dalam pertentangan. Pada pihak lain, jika seseorang memiliki pandangan atau wawasan tentang Keesaan, Keesaan sikap dan prilaku, maka pandangannya akan seratus persen berbeda.

Makanya tidak salah Vedanta berpesan demikian: "Mulailah ubah sikapmu; dengan demikian pandanganmu tentang jagad raya (dengan serta merta) akan berubah, segala sesuatu akan membahagiakan dan baik, inilah pandangan tentang KEESAAN dari Vedanta, dan inilah PENGETAHUAN TERTINGGI."

Semoga renungan singkat ini dapat menjadi santapan bagi tumbuhnya pengetahuan kesadaran kita, sehingga kita bisa melangkahkan hidup ini menuju Pengetahuan yang Sattvika. Manggalamastu.

Om Santih Santih Santih Om

Oleh: Jero Mangku Danu (I Wayan Sudarma)
Ketua Bidang Kebudayaan dan Kearifan Lokal