Pengaruh Jiwa Hindu Terhadap Islam dan Kristen [3]

(Sebelumnya)

Jumlah orang Kristen yang dapat mengadopsi sikap jenis ketiga, di mana pemahaman yang benar-benar mendalam itu, semakin meningkat, hanya Hindulah yang benar-benar menentang proselitisme. Kristen Syria, tradisi Kristen yang paling bertahan lama di India, bertentangan dengan proselitisme. Diantara yang kemudian beralih kepada ajaran Kristen, sikap ini memperoleh sambutan. Konsul Missionaris Internasional di Yerusalem yang mengadakan pertemuan pada tahun 1928 mendeklarasikan: 'Kita dapat merepudiasi berbagai gejala penjajahan agama yang dihasratkan untuk mengalihkan keyakinan dan menjalankan agama lainnya dengan tujuan untuk menjaga jiwa mereka didalam keinginan yang seharusnya mereka harapkan.

Kita mentaati Tuhan yang memperhatikan pengharapan kita dan kita berniat untuk menghormati keyakinan lainnya. 'Tulisan tersebut berseru kepada agama-agama non-Kristen lainnya untuk bergabung dalam gerakan Kristen untuk bertahan dari serangan keyakinan lain yang menolak Tuhan dan dunia roh. 'Kami memanggil para penganut agama non-Kristen untuk memegang teguh iman mereka terhadap yang tidaak terlihat dan keabadian, untuk menghadapi berkembangnya materialisme di dunia dan untuk bekerja sama dengan kami untuk melawan semua kejahatan sekularisme. 'Hal tersebut memiliki persepsi atas kebutuhan mendesak dunia maupun terhadap persahabatan seluruh orang-orang beriman kepada Tuhan, di kedalaman roh.

Seruan dari Komisi Orang Awam Amerika (American Commission of Laymen) menegaskan bahwa adalah hal yang tidak bijaksana melemahkan keimanan manusia sesuai tradisi mereka. 'Adalah bahaya yang serius bahwa suara elemen tradisi dihapuskan dengan pelecehan terhadap hal itu dan bahwa tidak ada yang bisa setara untuk menggantikan budaya-budaya lain yang bertahan, yang meskipun tidak sempurna, paling tidak memiliki dan menjaga aturan sosial. Tugas missionaris dapat berupa menggabungkan agamanya sendiri dengan keyakinan yang lainnya. 'Barangkali pemimpinnya mengharapkan suatu pendalaman pengetahuan sendiri mengenai bagian Kekristenan dengan cara yang lebih menelusuri proses kehidupan berbagi diantara kehidupannya dengan kehidupan orang-orang Asia Timur.

Hubungan diantara agama-agama haruslah semakin erat untuk membentuk pencarian bersama untuk kebenaran. 'Kekhawatiran yang berkembang terhadap kebenaran dipengaruhi oleh interaksi kreatif dari berbagai pemikiran yang berbeda dan pandangan mereka, oleh kritisisme yang saling memberi serta perluasan yang disebabkan oleh sebuah apresiasi yang lebih menyeluruh terhadap sistem lainnya tentang pemikiran dan budaya. 'Semua benteng dan milik pribadi tentang kebenaran adalah sia-sia; kebenaran akhir apapun bentuknya adalah Kitab Perjanjian Baru dari berbagai keyakinan yang ada. 'Ada etika yang lumrah dan gagasan religius yang mempengaruhi keseluruhan dunia yang beradab, dan setiap orang mencoba untuk menemukan didalam agamanya sendiri dan benarlah ditemukan di sana.

Dengan kata lain, seruan ini membenarkan bahwa tidak ada agama dalam bentuknya sekarang yang benar-benar final dan setiap agama selalu mencari pengungkapan yang terbaik. Agama tersebut menantikan waktunya ketika 'nama-nama yang sekarang memisahkan manusia akhirnya kehilangan makna yang menjadikan mereka asing satu sama lain itu'. 'Yang seharusnya mereka memuja satu Zat dengan sifat yang sama. 'Seperti dikatakan Dr. Inge, 'adalah bukan persoalan apakah mereka memanggilnya Buddha atau Kristus. Kita harus melihat semua itu lebih daripada kata-kata'.

Demikianlah ada tiga sikap yang berbeda, kanan, tengah dan kiri, di ftna misionaris Kristen mengadopsi aari berbagai agama lain. Di sini seperti juga dimanapun, pengharapan akan masa depan ada dibawah sayap kiri para liberal dan tidak pada para reaksioner atau para konservatif. Bilamana kita tidak berjalan bersama dalam kasih mereka yang setia percaya kepada Tuhan dan dalam pengharapan melakukan apa yang Tuhan kehendaki, bilamana kita tetap membunuhi keyakinan teologis satu sama lain, kita hanyalah melemahkan keimanan manusia terhadap Tuhan belaka. Bilamana agama-agama besar tetap membuang energi dalam sebuah perseteruan perang daripada menemukan diri mereka sendiri sebagai mitra yang bersahabat didalam tugas mulia untuk memelihara kehidupan spiritual dalam kehidupan manusia, kemajuan yang segera terhadap humanisme sekuler dan materialisme moral terjamin.

Didalam dunia yang kacau dan tidak pernah tidur, di mana ketidakpercayaan atas sebuah perkembangan yang kita miliki adalah terlalu kecil terealisasi, di dunia ini tempat dongeng kejahatan membentuk lawan mereka menuntut kesetiaan manusia, kita tidak dapat mencapai sekilas pun pada determinasi bahwa kemanusiaan yang utuh seharusnya tetap ada didalam orang-orang yang bersatu, di mana Muslim, Kristen, Buddhis, dan Hindu bersatu erat oleh pemujaan vang dikenal bersama, bukan suatu vang berpatokan ke belakang melainkan ke depan, bukan sebuah masa lalu yang membedakan ras dan satuan geografis melainkan ke arah cita-cita luhur terwujudnya masyarakat dunia dengan agama universal di mana keimanan historis hanyalah sebagai cabang-cabangnya. Kita harus mengakui dengan tulus bagian dan perbedaan karakter dari tradisi kita yang terasing dan mencari akarnya didalam tradisi asal tempat mereka mulai bertunas.

Setiap agama berpatokan kepada guru-guru yang tidak pernah tunduk kepada otoritas agama itu, dan proses ini terjadi di masa sekarang dalam skala yang tidak dapat diperhitungkan didalam sejarah kemanusiaan dan akan memberikan dampak yang paling menyeluruh terhadap agama. Pada lingkungan yang luas, berbagai agama saling menolong satu sama lain untuk menemukan jiwa mereka sendiri dan bertumbuh hingga tingkat sempurna.

Dengan tujuan untuk mencapai pertukaran kekayaan gagasan dan pandangan, sebuah persatuan mulia terjadi didalam kesadaran pemikiran manusia yang lebih dalam setelah berabad-abad dunia rasial, tradisi budaya dan perjuangan sepenuh hati. Barangkali secara tidak sadar, menghormati sudut pandang lainnya, menghargai kekayaan budaya lainnya, saling meyakini sifat yang tidajj mementingkan diri sedang bertumbuh. Kita lambat laun menyadari bahwa orang-orang percaya dengan berbagai pendapatnya dan keyakinannya adalah penting untuk satu sama lain mengupayakan sebuah sintesa yang lebih besar yang sendirinya dapat memberikan dasar spiritual bagi dunia yang dijalani bersama menjadi kesatuan yang meyakinkan oleh kecemer¬langan pemikiran mekanis manusia. (Terj. Diani Putri)

Oleh: S. Radhakrishnan
Source: Warta Hindu Dharma NO. 521 Mei 2010