Pengaruh Jiwa Hindu Terhadap Islam dan Kristen

Agama-agama lain yang masuk ke India dipengaruhi oleh jiwa Hindu. Sementara ajaran Hindu adalah sebuah sintesa besar yang dicapai dalam percaturan berabad-abad, Islam adalah sebuah gagasan dari sebuah pemikiran tunggal dan terekspresikan dalam sebuah kalimat. Tuhan itu satu dan Muhammad adalah nabinya Muhammad mengaku adalah titik terakhir dari rantai besar dari Adam sampai Noah, Musa dan Yesus. Keimanannya yang sederhana, dengan persaudaraan sejati dan penghindaran terhadap pemujaan tokoh, yang memaksa ajaran itu sendiri di dunia, menciptakan pertaruhan pilihan di antara taat atau beralih.

Ajaran ini mengklaim kerajaan dunia (khilafah). Sebelum kematiannya Muhammad melihat dirinya menaklukkan Arabia dan telah memulai untuk menyerang wilayah tetangganya. Empat tahun kemudian di tahun 636 Masehi, kekuatan Persia hancur berkeping-keping dalam perang Kadisiya. Seabad lamanya dari Hijra, batas kerajaan bagian Utara telah diperluas sampai wialayah Jaxartes (Syr Dar'-ya : sungai di Tajikistan & S Kazakhtan yang panjangnya kira-kira 1370 miles (2204 kilometer) mengalir dari Barat dan Barat Daya Tian Shan menuju Laut Aral) dan penaklukkan Sindh telah membawa Islam bersentuhan dengan Ajaran Hindu. Di Barat, kerajaan Antiokia jatuh pada tahun 638 M dan Alexandria pada 648 M.

Kekaisaran Kartago dihancurkan enam puluh tahun kemudian dan Spanyol dikuasai pada tahun 710 M. Masa keemasan ini terbukti oleh kekuatan muda belia Barat dibawah Charles Martel dalam peristiwa luar biasa di medan peperangan Tours, Perancis. Militan dan kaku, Islam membingkai dogma-dogma, merumuskan hukum-hukum, menjungjung konstitusi dan mewajikan adat istiadat yang sama. Islam meminjam gagasan Mesias dalam ajaran Judaisme, dogmatisme dan asketisme ajaran Kristen, filsafat Yunani dan mistisisme India dan Alexandria.

Bentuk Islam India tercetak oleh kepercayaan dan tata peribadatan Hindu. Ajaran Islam yang dikenal di India menampakkan pengaruh ajaran Hindu. Islam Shi'ah lebih dekat daripada Sunni. Aliran Kohja, yang memiliki prinsip yang merupakan percampuran dari ajaran Vaisnawa dan Shi'ah, meyakini bahwa Ali adalah Inkarnasi ke sepuluh dari Wisnu. Sufisme lebih dekat dengan Advaita Vedanta. Sufisme meyakini ke-esa-an Yang Mutlak dan melihat dunia sebagai refleksi Tuhan, yang tercitra sebagai Cahaya.

Para Sufi menghindari makanan hewani dan percaya kelahiran kembali dan Inkarnasi. Demikianlah dogmatisme Islam terwarnai di India. Kaisar Akbar dituntun untuk menyerahkan keyakinannya pada kemutlakkan Islam dan mendeklarasikan bahwa ada orang-orang yang dapat menyadari dalam semua agama, dan pemikir-pemikir yang berkuasa dan manusia terberkati dengan kekuatan ajaib di antara Bangsa. Kaisar Akbar mengatakan: 'Setiap manusia menurut keberadaannya, memberikan Yang Mutlak sebuah nama namun demikian kenyataannya menamai yang tak dapat dikenal adalah keangkuhan'. Menurut Max Muller, Kaisar Akbar adalah 'orang pertama yang memperjuangkan studi perbandingan agama di dunia'.

Meskipun demikian, dia bukanlah orang yang miskin secara spiritualitas keagamaan. Akbar, bagaimanapun ia jatuh-bangun dalam pelaksanaanya, ia tetap seorang religius yang setia. Jahangir menegaskan bahwa ayahnya, 'tidak pernah sesaatpun melupakan Ruhan'. kesaksian ini diperkuat oleh Abui Fazl, yang menyatakan bahwa junjungannya' menelusuri setiap waktu dalam hidupnya dengan melatih diri sendiri atau dengan memuja Tuhan'. Jahangir menyampaikan kepada seorang rohaniawan Hindu, Jadrup, bahwa Akbar telah 'mencapai penguasaan terhadap ilmu Vedanta yang adalah ilmu Sufi'. Dara Shikoh, putra tertua dari Shah Jahan, adalah penulis sebuah penelitian yang dirancang untuk membuktikan bahwa perbedaan Hindu dan Islam hanyalah pada persoalan bahasa dan ungkapan. Kabir, Nanak, Dadu dan sejumlah yang lainnya membuka sebuah percampuran antara doktrin agama Hindu dan Islam. Bahaisme mewakili sebuah pertautan agama yang bebas. Baha'ullah menasehati para muridnya untuk menjauhi fanatisme.

'Hai anak-anak Baha! Menyatulah dengan segenap manusia di dunia, taatilah bahwa semua agama dalam semangat kebahagiaan yang penuh. Ingatkanlah mereka apa yang baik untuk mereka semua, tetapi hindari membuat kata tentang Tuhan menjadi tembok penghalang yang mengikis atau sumber kebencian sahi sama lain. Bila engkau mengetahui apa yang orang lain tidak ketahui, beritahukanlah dia dengan rasa kasih dan penuh persahabatan. Jika dia menerimanya maka tetaplah berusaha hingga tujuan tercapai, bila dia menolak, berdoalah untuknya dan tinggalkanlah dia sendiri; engkau tak boleh memaksanya.

Pertikaian antara Hindu dan Islam, yang akhir-akhir ini menjadi kian sering terjadi, menimbulkan rasa malu dan kesedihan. Konsiderasi politik dan ekonomi bercampur aduk dengan persoalan-persoalan religius. Undang-Undang Dasar India yang baru, telah menambah ketegangan terhadap persoalan yang telah ada. penggadaian jiwa-jiwa dan pengacauan kesatuan mulai membingungkan. (Selanjutnya)

Oleh: S. Radhakrishnan
Source: Warta Hindu Dharma NO. 519 Maret 2010