Pencerahan Sang Bima Sena

Sang Bima adalah simbul kekuatan dan kesehatan. Ayurveda mendefinisikan kesehatan mental sebagai keadaan mental, intelektual dan spiritual kesejahteraan. Ayurveda telah berusaha untuk memeriksa setiap detail dari atribut pikiran dengan keberhasilan yang adil. Ayurveda menekankan pencegahan penyakit, peremajaan sistem tubuh kita, dan perpanjangan masa hidup. Selain itu, sehat menurut filospi China adalah gejala ketidakseimbangan antara unsur yin dan yang, baik antara manusia (mikrokosmos) dengan alam semesta (makrokosmos), maupun unsur-unsur yang ada pada kehidupan di dalam tubuh manusia sendiri.

Semua isi alam raya dan sifat-sifatnya bisa digolongkan ke dalam dua kelompok yang disebut kelompok yin (sifatnya mendekati air) dan kelompok yang (sifatnya mendekati api). Sifat yin dan yang saling berlawanan, saling menghidupi, saling mengendalikan, saling mempengaruhi tetapi membentuk sebuah kesatuan yang dinamis (harmonisasi). Contohnya, lelaki-perempuan, panas-dingin, terang-gelap, aktif-pasif, dan seterusnya. Seseorang akan dikatakan sakit jika terjadi ketidakseimbangan antara yin dan yang.

Dalam bingkai itu, Bima Sena, kesehatannya selalu karena totalitasnya menghormati orang tua, khususnya Dewi Kunti. Itu sebabnya, kesehatan adalah usaha, tidak ada kemajuan kecuali dengan jalan usaha. Tidak ada jalan bagi usaha kecuali kecerdasan. Kecerdasan adalah sumbunya pembangunan. Tapi, tiada pembangunan tanpa keadilan. Keadilan adalah timbangan yang menstabilkan kehidupan. Oleh karena itu Krishna bersabda dalam Gita, Hanya bila engkau dapat menenangkan pikiranmu engkau akan mampu mengatasi nafsu, dan hanya setelah engkau berhasil menguasai nafsu engkau akan mampu mengendalikan amarah. Karena itu, langkah pertama untuk menaklukkan nafsu dan amarah ialah dengan membebaskan diri dari proses berpikir.

"Mengapa demikian?", kata Bima pada Krishna saat menuju medan Kuruksetra untuk menghadapi Dusasana. Krishna berkata dengan serius: Pikiran itu sarat dengan energi dan hidup bahkan ia dapat lebih kuat daripada zat atau bahan yang terkuat. Engkau mulai berpikir sejak saat lahir. Bahan yang membentuk pikiranmu sangat halus, bahan itu timbul dari makanan yang kau makan. Karena itu, bila engkau hanya makan makanan yang suci engkau akan memperoleh pikiran yang suci. Bila seseorang dipenuhi dengan pikiran yang suci, segala tindakannya akan suci, dan kata-katanya pun akan suci. Pikiran suci itu ibarat pisau atau pedang yang tajam. Engkau dapat menggunakan pikiran yang baik ini untuk mencari pikiran jahat, perasaan jahat, serta perbua-tan yang jahat dan kemudian menghancurkannya. Waspadalah bila menjadi besar adalah menjadi rumit. Menjadi rumit adalah awal dari banyak penyakit.

Bima tercenung, "Semuanya berjalan baik meskipun segala sesuatu tampaknya salah sama sekali, jika anda jujur terhadap anda sendiri. Sebaliknya, semuanya tidak baik bagi anda walaupun segala sesuatu kelihatan benar, jika anda tidak jujur terhadap anda sendiri. Satu-satunya penguasa yang saya akui di dunia ini adalah 'suara hening kecil' di dalam hati Krishna. Aku tidak pernah mengerti, untuk apa itu dilakukan, diriku hanya makan yang lahap, karena tenagaku ku abdikan pada keselamatan keluarga dan negara."

Krishna berkata lagi: "Jika engkau makan makanan yang tidak baik, maka perasaan yang tidak baik, perbuatan yang tidak baik, dan pikiran yang tidak baik akan tumbuh subur. Bukan itu saja, tetapi karena makanan yang tidak baik itu badanmu akan menjadi lemah, pencernaan tidak sempurna, dan timbul berbagai gangguan jasmani. Itulah yang ku maksud walaupun dirimu membutuhkan tenaga namun, makanlah makanan yang sehat, makanan yang sehat adalah makanan yang didoakan terlebih dahulu, dengan ucapan terimakasih, kepada Tuhan. Seperti yang Ku katakan pada adikmu Arjuna, "Tuhan telah menandaskan bahwa baik untuk kesejahteraan duniawi, maupun untuk mengembangkan potensi spiritual yang ada pada manusia, diperlukan badan yang kuat dan suci. Untuk ini penting sekali makan makanan yang baik saja, dan yang disucikan dengan mempersembahkannya terlebih dahulu kepada Tuhan sebelum dimakan, disinilah letak kesederhanaan adalah utama. Kesederhanaan adalah selimut jiwa yang paling hangat.

Krishna menambahkan: "Pikiran dan proses pikiran merupakan wujud manas (mind). Jika pikiran diarahkan kepada keduniawian dan hal-hal yang berhubungan dengan itu, maka proses pikiran terarah kepada kekayaan dan harta benda, karena inilah yang mendasari kehidupan dalam dunia yang kasat mata. Kata kekayaan biasanya menunjukkan milik dan kesenangan duniawi seperti emas, rumah, tanah, dan anak. Kekayaan dalam bentuk lain ialah kemasyhuran, jabatan, dan kedudukan. Kekayaan yang lain adalah dengan cara mengizinkan tumbuh dalam kesederhanaan dan ketulusan.

"Lalu apa yang harus aku lakukan, Krishna , kalau ingin mendapatkan rahmat Tuhan?" kata Bima. "Krishna menjawab dengan senyum di kulum, "Jika engkau ingin mendapat rahmat Tuhan, engkau harus mengendalikan keinginan-keinginan duniawimu. Segala hasil yang timbul dari kegiatanmu dalam alam bhutakasha, dunia fana, tidak lebih nyata dari buah impian belaka. Rumah-rumah besar dan bungalow yang engkau lihat dalam mimpi hilang lenyap seketika pada saat engkau terjaga dan membuka mata. Benda-benda itu tidak nyata dan tak akan pernah menjadi kenyataan. Pengalamanmu dalam mimpi hilang lenyap pada waktu jaga, dan pengalaman di alam juga terhapus dalam alam mimpi."

Bima mengangguk setuju lalu berkata penuh kebijaksanaan, "Aku telah belajar dari pengalaman yang lebih pahit sebagai sebuah pelajaran paling penting; menyimpan amarah; dan ketika panasnya tersimpan, diubah menjadi energi, dengan demikian amarah yang terkendali dapat diubah menjadi kekuatan yang dapat menggerakkan dunia."

Bima menyimpulkan bahwa orang yang suka menunda pekerjaannya sulit untuk berhasil. Orang yang malas hidupnya besar kemungkinan akan kekurangan. Bukan kurangnya kemampuan yang melemahkan kehidupan, tetapi tidak cukupnya kesungguhan untuk menggunakan kemampuan yang ada. Om gam ganapataye namaha

Oleh: Luh Made Sutarmi
Source: Majalah Raditya, Edisi 233, Desember 2016