Panca Nidana

Di dalam beberapa kitab Ayur-veda dikatakan bahwa untuk mengetahui suatu penyakit secara jelas (nirnaya), baik dalam menegakkan diagnosis (rupa nidana) maupun prognosis (vyddhi laksana), diperlukan suatu pengetahuan khusus. Pengetahuan ini mencakup tentang proses perjalanan penyakit sampai penyembuhannya, yakni mulai dari penyebab penyakit (etiologi), proses perjalanan penyakit sampai prognosisnya. Pengetahuan khusus ini meliputi:

1. Nidana, penyebab vyadhi atau etiologi penyakit. Penyebab penyakit ini dapat berasal dari dalam tubuh sendiri, dapat pula berasal dari luar tubuh. Penyakit madhu meha atau kencing manis misalnya, dapat bersumber dari dalam diri sendiri, dapat pula dipicu oleh keadaan yang berada di luar rubuh.

2. Purva rupa, tanda dan gejala awal sari suatu penyakit, yang dapati dipergunakan sebagai petunjuk untuk mengetahui roga nidana atau penyebab penyakit. Bila seseorang sering kencing terutama pada malam hari, disertai dengan minum banyak dan makan banyak, maka keadaan ini sudah merupakan suatu tanda atau purva rupa akan kemungkinan mengidap penyakit madhu meha atau kencing manis.

3. Rupa, tanda dan gejala sebenarnya yang muncul kemudian. Tanda dan gejala ini pun dapat dipakai sebagai patokan untuk menentukan nidana penyakit. Jika seseorang selain mengalami gejala kencing, minum dan makan banyak, juga disertai luka yang sulit sembuh, pada hal bagi orang biasa luka seperti itu mudah sekali disembuhkan. Tanda atau gejala ini sudah dapat disebut rupa dari penyakit kencing manis atau madhu meha.

4. Upasaya, pengobatan eksploratif atau penyelidikan. Pengobatan ini dilaksanakan bukanlah untuk terapi, tetapi semata-mata bertujuan untuk mengetahui nidana atau penyebab penyakit. Seseorang yang diduga mengidap suatu penyakit, diberikan ramuan obat tertentu. Pemberian obat ini bertujuan upasaya, untuk mengetahui apa penyebab penyakit-nya: Bukan sebagai obat untuk menyembuhkan. Misalnya orang yang diduga mengidap penyakit kencing manis atau madhu meha diberikan minuman yang manis (bergula). Kalau ternyata nantinya dia kencing, minum serta nafsu makannya meningkatkan, maka pemberian minuman bergula ini merupakan suahi upasaya, bukan obat bagi penyakit kencing manisnya. Dengan cara ini akan lebih meyakinkan bagi vaidhya atau balian, bahwa orang tersebut memang benar menderita penyakit kencing manis atau madhu meha.

5. Samprapti, terjadinya vyadhi atau patogenesis dari penyakit. Berdasar-kan samprapti ini, bagaimana proses terjadinya penyakit, dapat pula dicari nidana yang sebenarnya dari penyakit tersebut. Dengan mempelajari proses terjadinya suatu penyakit, seorang vaidhya atau balian dapat pula menegakkan diagnosis (rupa nidana) tentang penyakit apa yang diderita oleh seseorang.

Kelima pengetahuan khusus ini disebut panca nidana. Dengan berbekalkan pengetahuan ini akan diketahui secara lebih meyakinkan tentang nidana, etiologi atau penyebab penyakit yang diderita oleh seseorang, sehingga dapat ditegakkan diagnosis dan prognosis yang tepat. Berdasarkan pengetahuan ini akan lebih memudahkan untuk memberikan pertolongan serta pengobatan yang sesuai dengan kausa atau penyebabnya, bukan berdasarkan atas gejalanya.

Source: Ngurah Nala l Warta Hindu Dharma NO. 424 Juni 2002