Melepas dan Memberi (Dana)

Om Swastyastu

"Give, even if you only have a little." (Vedanta)

Sisi aktif dari pikiran tanpa kemelekatan adalah dengan pikiran yang melepas. Wujud dari pikiran yang melepas adalah dengan melaksanakannya secara nyata dalam membentuk memberi (dana). Landasan dasar yang paling penting bagi pengembangan spiritual adalah berdana atau pemberian. Di dalam Kitab Tipitaka Pali, berdana merupakan unsur pertama dari tiga dasar tindakan bermanfaat, unsur pertama dari empat sarana yang memberikan manfaat bagi makhluk lain dan unsur pertama dari sepuluh parami atau kesempurnaan.

Dengan berdana (mengembangkan kedermawanan), kita dapat melemahkan keserakahan (lobha) dan kebencian (dosa), serta mendorong keuletan pikiran yang memungkinkan hancurnya kegelapan batin (moha). Hingga akhirnya akan membawa kepada kebahagiaan sejati, moksa. Walaupun merupakan salah satu dasar bagi pengembangan spiritual, berdana tetap akan menjadi bagian hidup dari seseorang, yang bahkan telah mencapai pencerahan tertinggi. Bahkan Dharma Wacana merupakan kegaitan berdana ucapan.

Bentuk dana secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 jenis :

1. Dana berwujud, antara lain dana materi seperti memberikan bantuan makanan kepada fakir miskin, memberi sedekah kepada pengemis, donor darah, melakukan donor mata atau organ tubuh, memberikan makanan kepada binatang liar dan lain sebagainya.

2. Dana tidak berwujud, seperti dana waktu, tenaga dan pikiran seperti kita menyisihkan waktu menjenguk teman atau tetangga yang sakit, membantu dalam organisasi sosial seperti bersih-bersih di wihara atau jalan di depan rumah, memberikan nasehat kepada anak-anak. Bentuk lain dari dana ini adalah dana pengetahuan atau pendidikan, dana atau memberi rasa nyaman kepada orang lain melalui senyuman atau membuat orang menjadi semangat dan lebih percaya diri. Dana dalam bentuk pemberian Dharma juga termasuk dana tidak berwujud yang dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan kebenaran, pengertian dan pemahaman benar merupakan jalan menuju pencerahan.

Dalam berdana, kita perlu memperhatikan beberapa faktor yang menentukan kualitas dari dana yang kita lakukan. Kualitas tersebut akan diurutkan dari yang paling penting. Faktor tersebut antara lain:

1. Tingkat Ketulusan, semakin tulus kita dalam berdana, keserakahan dan kemelekatan akan semakin terkikis. Berdana tanpa mengharapkan apapun untuk diri sendiri adalah yang terbaik.
2. Tujuan dana, tujuan untuk mengakhiri penderitaan orang lain lebih mulia daripada untuk kebahagiaan orang lain.
3. Ketepatan dana, semakin membutuhkan orang yang diberi dana atau tepat sasaran sesuai dengan dananya akan semakin baik.
4. Penerima dana, semakin banyak penerima dana dan semakin luhur si penerima dana akan lebih bermanfaat.
5. Cara berdana, cara berdana yang membuat orang semakin luhur atau mengilhami orang untuk berbuat baik akan lebih berguna daripada cara berdana yang membuat orang ain atau penerima dana berasumsi kurang baik.

Perlu kita ketahui bahwa ketika berdana, yang paling utama tentunya adalah ketulusan kita, terlepas dari tepat sasaran atau cara berdana yang kurang tepat. Tentunya akan lebih baik lagi tatkala dana yang kita berikan secara tulus memang dengan tujuan yang baik dan tepat sasaran daripada tulus namun kurang tepat sasaran.

Om Santih Santih Santih Om

Oleh: Jero Mangku Danu (I Wayan Sudarma)
Ketua Bidang Kebudayaan dan Kearifan Lokal Pengurus Harian PHDI Pusat