Mantra Gayatri dalam

Gayatrah parama nasti divi ceha ca pavanam
Hasta-trana-prada devi patata narakarnave

(Sankha Smerti 12.15)

Selain Maha Mantra jrayatri, di atas muka bumi ini tidak ada yang lebih hebat lagi dalam hal memberikan pembersihan dan penyucian. Gayatri memegang tangan mereka yang tenggelam di dalam lautan Neraka lalu mengangkat dan menyelamatkannya.

Maha Mantra Gayatri merupakan mantra maha luar biasa yang sampai sekarang masih tidak begitu banyak orang memahaminya. Ia adalah ibunya segala jenis mantra. Gayatri adalah inti sari dari segala jenis mantra, bahkan di dalam Mantra Gayatri tersimpan segala jenis mantra. Gayatri merupakan satu-satunya mantra yang memang berada di dalam dirinya sendiri. Gayatri mengangkat segala yang tenggelam, menyempurnakan segala yang belum sempurna penuh dengan segala kelem-han, cacat dan kekurangan, dan Maha Mantra Gayatri juga membuat Sempurna yang sudah Purna serta membuat Paripurna segala seuatu yang sudah Sampurna.

Orang-orang suci dan kitab-kitab suci menyebutkan kekuatan serta kemuliaan Maha Mantra Gayatri sebagai satu-satunya mantra sempurna berkah karunia material spiritual. Tidak ada orang miskin dijauhi oleh rezeki jika mereka bersungguh-sungguh dalam mempraktikkan Maha Mantra Gayatri. Tidak akan ada orang mengalami sakit berat-berat jika mereka mendalami dan menekuni praktik Maha Mantra Gayatri dalam ketulusan yang ning suci nirmala. Sedangkan secara spiritual Maha Mantra Gayatri adalah benih unggul, dasar maha kuat dalam membentuk, menumbuhkembangkan "kadhyatmikan" atau agama spiritual.

Gayatri menjanjikan keberhasilan pasti dalam segala apa yang dituju oleh umat manusia, menembus dan menyeberangi batas-batas segala jenis sekat perbedaan "ciptaan" manusia. Kemuliaan Maha Mantra Gayatri tentu saja tidak semua orang dapat mengertikannya dengan baik, tidak semua orang dapat "mencintai-Nya", tidak semua orang dapat mempraktikkannya, serta tidak setiap orang dapat karunia "berhasil" dalam mempraktikkannya. Sebagian akan keselo menerima puncak keberhasilan di dalam bukan puncak, sebagian keseleo menikmati keberhasilan dalam harta serta gemerlapan dunia lainnya, sangat amat jarang yang berhasil bersama Maha Mantra Gayatri dalam keseja-tian Maha Mantra Gayatri itu sendiri.

Mengapa bisa demikian? Karena Gayatri itu adalah Maha Mantra bagi orang-orang yang sudah memasuki Dvijati (dalam arti bukan seremonial atau formal upacara). Gayatri merupakan mantra pasti berhasil untuk segala jenis tujuan yang dituju oleh umat manusia, tentu saja dalam batas-batas bingkai Purusa Artha, dalam perjalanan penitian tujuan hidup sejati hidup manusia di dunia ini, untuk pencapaian jagathita (hidup damai sejahtera di dunia) dan moksa (pencapaian pembebasan kekal abadi). Selebihnya tidak banyak pula mereka yang menyadari serta memahami bahwa "tangan" mereka sebenarnya sudah "mengepal erat" berlian, akan tetapi hidupnya masih tetap berada dalam miskin segala.

Kesalahan tentu saja tidak pada karunia Tuhan melainkan pada manusia itu sendiri yang tidak mengenali karunia Tuhan sudah berada di dalam genggaman tangannya. Bahkan bagi yang sadar agama biasa, mereka lebih memilih pemanfaatan Maha Mantra Gayatri sebagai alat atau sarana untuk menjaga formalitas agama. Mereka berbahagia hanya dalam ber-Gayatri demi agama formal, hanya untuk memenuhi persyaratan menjadi orang "tidak atheis". Masih sangat banyak yang mempraktikkan Gayatri sebagai mantra, masih jarang pula yang mempraktikkan Gayatri sebagai Maha Mantra.

Gayatri dalam kedudukan sebagai Maha Mantra menjadi tiang kokoh pemersatu umat manusia dalam berbagai perbedaan dan pertentangan, inter dan antaragama, suku serta ras, dan/atau segala jenis perbedaan serta pertentangan dunia lainnya. Kesempurnaan Maha Mantra Gayatri menembus segala beton serta besi baja perbedaan, mencairkan semua perbedaan serta pertentangan menjadi tirtha amerta senyum bahagia dalam kesadaran kekeluargaan di dalam Rumah Maha Besar nan Agung "Vasudhaiva Kutumbakam", bahwa sesungguhnya kita semua ada di atas muka bumi ini adalah keluarga besar.

Purna, Sampurna dan Paripurna Maha Mantra Gayatri di-"pasti"-kan oleh kitab suci Bhagavadgita yang menyatakan bahwa Maha Mantra Gayatri adalah Tuhan sendiri (Gayatri chandasam aham) dalam bentuk Mantra (mantra-rupi-bhagavan). Dalam kema-hakuasaan-Nya, Tuhan bisa menjadi apa saja, kapan saja, di mana saja serta bagaimana saja.

Kemahakuasaan Tuhan maha mutlak, keraguan dalam bentuk apa pun tidak harus ada jika ia berhubungan dengan kemuliaan Maha Mantra Gayatri. Sumbernya sangat amat jelas serta valid (Rg Veda 3.62.10, Yajur Veda 22.9, 30.2, 36.3, Sama Veda 1462). Kekuatan spiritual Maha Mantra Gayatri mampu menyucikan lingkungan sekitar (Gayatri lokapavani) dan Maha Mantra Gayatri juga mempunyai kekuatan maha dahsyat sebagai penghancur dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia. Tentu saja, praktik Maha Mantra Gayatri yang sesungguh dan setulus serta sesuci-murni yang bagaimana yang akan mampu memberikan kekuatan penghancur dosa.

Tentu saja bukan praktik mantra Gayatri yang sekadar terlebih lagi jika ia dipraktik-kan hanya sebagai praktik formalitas agama dan/atau sebagai sarana "bisnis" atau pencitraan diri. Gayatri bukanlah mantra semurah itu. Gayatri adalah mantra yang harus di-"uncar"-kan secara spiritual dalam aturan-peraturan "sasana" mantram demi mendapatkan karunia penuh material dan spiritual, yang menurut kitab suci Sarasamuccaya dapat memberikan jaminan hidup damai sejahtera serta bahagia "atra-tatra" atau di dunia ini dan di dunia setelah meninggal.

Raja Yudhisthira bertanya kepada Bhisma yang sedang berbaring di atas tumpukan anak panah di medan perang Kuruksetra, perihal mantra apakah yang jika orang men-japa-kan setiap hari akan memberikan pahala dharma tertinggi dan juga memberikan kedamaian sejati?

Bhisma memberikan jawaban bahwa tidak ada mantra yang lebih hebat lagi daripada Mantra Gayatri (gayatrya na param japyam). tidak ada pertapaan yang lebih tinggi selain Mantra Gayatri (gayatrya na param tapah), tidak ada meditasi lebih tinggi daripada Mantra Gayatri (gayatrya na param dhyanam), dan juga tidak ada anusthanam (praktik spiritual tingkat tinggi) lebih lagi selain Mantra Gayatri. Pada zaman dahulu. mereka yang mener-apkan Ksatriya Dharma (raja, presiden, politisi) dan mereka yang menjalani laku kebenaran, mereka selalu men-japa-kan mantra Gayatri dengan baik dan sungguh-sungguh.

Adi Sankaracarya dalam ulasannya terhadap Brhad Aranyaka Upanisad mengatakan dari semua Chanda (ilmu irama), Gayatri Chanda merupakan Chanda yang terdepan. Melafalkan Gayatri Chanda dapat menjaga dan melind-ungi nyawa, oleh karena itulah Chanda tersebut dinamakan Gayatri Chanda. Brhad Aranyaka Upanisad juga menyebutkan bahwa apa pun yang diniatkan orang melalui berjapa Maha Mantra Gayatri. maka semua keinginan tersebut dapat terpenuhi oleh mantra Gayatri. Disebutkan pula bahwa mantra Gayatri mampu membakar segala jenis dosa.

Kitab Devi Bhagavata menyebutkan kekuatan khusus yang dimiliki oleh Mantra Gayatri adalah mengantarkan orang pada Moksa, pembebasan kekal abadi (gayatrimatra nis-nato dvijo moksamavapnuyat). Manu Smrti sendiri penuh memuat ajaran kemuliaan tentang Mantra Gayatri. Seorang pendeta yang tekun men-japa-kan seribu Maha Mantra Gayatri setiap hari selama satu bulan, maka ia akan terbebaskan dari dosa-dosa besar (sahas-rakrtvastvabhyasya bahiretat trikam dvijah mahato'yenaso masat tvacevahirvimucyate). Brahmana, Ksatriya, dan Vaisya akan menjadi jatuh terpuruk jika mengabaikan praktik Mantra Gayatri dan lain-lain (etayarca visamyuktah kale ca kriyaya svaya brahma-ksa-triya-vityonirgarhanam yati sadhusu).

Umat Hindu Sanatana Dharma sangat beruntung mempunyai warisan berlian mulia berupa Maha Mantra Gayatri. Pertanyaan sekarang adalah sejauh mana umat memberikan perhatiannya pada praktik Mantra Gayatri demi memperoleh Purna, Sampurna, dan Paripurna dalam hidup ini?

Oleh: Darmayasa
Source: Koran Bali Post Minggu Pon, 25 September 2016