Manfaat Air Bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Air atau udaka selain sebagai penghilang rasa haus, menurut ayurveda dapat juga dipergunakan sebagai obat, serta pelarut dan penyerta obat. Ternyata air ini memiliki banyak sekali khasiat yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan derajat kesehatan manusia. Tubuh manusia sebagian besar terdiri atas air. Tanpa adanya air di dalam tubuh maka tidak akan ada darah, plasma jaringan, cairan di luar sel, getah pencernaan, enzim, cairan otak dan sebagainya. Bila tubuh kekurangan air, semua organ dan sistema tubuh tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Dengan demikian aktivitas tubuh akan berkurang dan bahkan dapat berhenti.

Di dalam dunia kedokteran modern, air diberikan sebagai obat bagi mereka yang kehilangan cairan tubuh yang terlalu banyak akibat terjadi gangguan keseimbangan air. Dengan pemberian air ini maka keseimbangan air, dalam tubuh akan kembali normal dengan sendirinya organ dan sistema dalam tubuh dapat berfungsi normal lagi. Oleh karena manfaat air ini amat besar bagi kesehatan tubuh manusia, perlu dibahas masalah air ini lebih mendalam, terutama yang berfungsi sebagai obat.

Udaka

Air atau udaka dapat pula dijadikan obat. Malahan air ini selain berfungsi sebagai obat, merupakan sarana utama sebagai pelarut atau penyerta dalam ramuan obat. Mengenai khasiat air, ini menurut Ayurveda dikatakan bahwa air yang diminum sebelum makan dapat menyebabkan kasa (radang apda jalan nafas) dan agnimandya (menek ) kekuatan mencerna). Jika diminum sewaktu sedang makan, malahan akan menimbulkan efek pacana atau merangsang kekuatan mencerna. Bila diminum setelah makan akan mencerna. Bila diminum setelah makan akan menyebabkan sthaulya (gemuk).

Air yang tercemar akan berubah dalam rasa, guna, virya. vipaka, warna dan baunya. Air jenis ini jangan diminum, akan berdampak negarif terhadap kesehatan. Air yang telah tercemar dapat dibersihkan dengan tujuh macam cara, tergantung penyebab dari pencemarannya. Ketujuh cara ini adalah kataka, gomeda, visa granthi, saivah mula, wastra (kain), mukta (mutiara) mani (permata). Menurut Ayurveda sesuai dengan asalnya dari air tersebut ada dua macam udaka yang dikenal di bumi ini. Yakni 1) divya udaka, air yang jatuh dari langit dan dan 2) bhauma udaka, air yang berada di bumi ini.

1. Divya
Divya udaka adalah air yang langsung jatuh dari langit. Yang termasuk dalam air ini ialah air hujan, embun dan salju. Air ini tidak memiliki rasa. Bila diminum air divya dapat menyegarkan, memberikan rasa gembira, menambah kecerdasan dan memperpanjang umur. Berkhasiat untuk mengobati trsa (haus yang amat sangat), murccha (orang yang pingsan), tandra (mabuk), daha (rasa terbakar), klama (kelelahan mental). Air ini memiliki potensi saurnya atau mendinginkan, pacana (obat perut kembung, nyebabkan kentut, mengeluarkan angin dalam perut), meningkatkan bala (kekuatan), menyebabkan nidra (tidur, sebagai obat tidur) dan sebagai obat penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada unsur tri dosha. Air divya dapat dibagi lagi atas 4 jenis air tergantung bagaimana air tersebut diperoleh. Keempat kelompok air tersebut adalah 1) dharaja, 2) karakajata, 3) tausara dan 4) haima.

1.1. Dharaja Divya
Airjenis ini diperoleh dengan cara menampung air hujan dengan mempergunakan kain atau batu (lesung atau batu yang memiliki cekungan). Dari keempat jenis air Divya maka air dharaja yang paling baik kualitasnya. Dharaja divya ini bersifat sodhana, dapat dipergunakan untuk menurunkan ketiga unsur tri dosha.

Terdapat dua tipe dharaja divya. Yakni ganga (ganga, air hujan yang berasal dari sungai Gangga yang ada di langit) dan samudra (air yang berasal dari air laut yang ada di langit). Untuk membedakan kedua jenis air ini ada caranya tersendiri. Dapat dipergunakan sali atau beras sebagai sarananya. Jika air dharaja yang dipergunakan untuk merendam beras dalam jangka waktu lama tidak berubah warnanya, ini berarti air tersebut berasal dari air sungai Gangga langit, termasuk gangga dharaja divya. Tetapi bila air rendamannya berubah warna dan berasnya membusuk maka jelas air dharaja divya tersebut berasal dari air langit, samudra dharaja divya. Selain itu ciri lainnya ialah air samudra langit ini diperoleh dengan cara menampung air hujan ketika permulaan hujan turun, di Indonesia sekitar bulan Oktober.

1.2. Karakajata Divya
Air karakajata divya berasal dari air hujan batu es. Air ini bersifat guna ruksa (kenyal), guna wisada (tidak licin), guna guru (berat) dan guna sthira (stabil). Air ini berkhasiat saurnya (mendinginkan), darana (menembus) serta menurunkan unsur pitta, tetapi dapat meningkatkan unsur kapha dan vatta.

1.3. Tausara Divya
Air taurasa divya adalah air embun. Air embun ini mempunyai guna ruksa (kenyal) dan guna sandra (padat). Air ini kurang baik bagi kesehatan manusia, tetapi amat baik bagi tumbuh-tumbuhan. Taurasa divya berkemampuan saurnya (mendinginkan), menaikkan unsur vatta, tetapi tidak dapat meningkatkan unsur pitta. Menurut Ayurveda, air ini dapat dipergunakan untuk mengobati penyakit ganda (gondok) dan sthaulya, kegemukan akibat kelebihan lemak.

Haima Divya
Air haima divya adalah air yang berasal dari mencairnya salju. Di Indonesia tentu sulit mencari air jenis ini, karena tidak ada salju, kecuali di pegunungan yang tinggi. Air ini memiliki guna guru (berat), guna ruksa (kenyal) dan guna suksma (halus). Haima berkhasiat saurnya atau mendinginkan. Dapat dipergunakan untuk menurunkan unsur pitta dan menaikkan unsur vatta, tidak dapat dipergunakan sebagai sodhana, melemahkan ketiga unsur tri dosha. Air laut yang menguap terkena panas matahari (anala), dibawa hembusan angin menuju ke pegunungan yang tinggi, lalu berubah menjadi haima atau salju.

2. Bhauma
Kualitas dari air yang berada di bumi atau bhauma udaka ini tergantung dari mana air tersebut berada. Berdasarkan keberadaannya, air bhauma dapat dibagi atas 3 tiga, yakni: 1) anupa, 2) jangala dan 3) sandharana bhauma.

2.1. Anupa Bhauma
Daerah yang banyak airnya dan keliling oleh banyak pohon disebut anupa dhesa. Air yang terdapat di wilayah ini disebut anupa bhauma. Pada umumnya penduduk yang berdiam di daerah ini sering menderita penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada unsur vatta dan kapha. Anupa bhauma berpotensi agni mandya, yaitu dapat menurunkan kekuatan mencerna, meningkatkan unsur kapha serta sebagai obat beberapa penyakit lainnya lagi.

2.2. Janggala Bhauma
Daerah yang kurang air, serta kering, tidak banyak pohon kayu disebut janggala dhesa. Air yang terdapat di daerah ini disebut janggala bhauma. Penduduk yang berada di daerah ini sering diserang penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada unsur tri dosha pitta. Potensi dari janggala bhauma berlawanan dengan potensi yang dimiliki oleh anupa bhauma.

2.3. Sadharana Bhauma
Daerah yang terlalu basah dan juga tidak terlalu kering disebut sadharana dhesa. Air yang diperoleh dari daerah ini disebut sadharana bhauma. Air ini memiliki rasa svada (manis). Dapat, dimanfaatkan sebagai dipana (merangsang pencernaan) serta berkhasiat saurnya (mendinginkan) dan menyegarkan tubuh.

Jenis Air Bhauma
Ada pula pembagian lain dari bhauma ini. Air ini dibagi atas : 1. Nadi bhauma (air dari sungai kecil), 2. Nada (air dari sungai besar), 3. Audbhida (air yang keluar dari tanah), 4. Nirjahra (air yang keluar dari mata air). 5. Sarasa (air kolam), 6. Pahala (air kolam kecil), 7. Tadaga (air danau), 8. Caunda (airkolam buatan), 9, Vapi (air simpanan, air sumur), 10. Kupa (air sumur dalam). II. Vikira (air sumur dangkal), dan 12. Kedara bhauma (air lapangan, air pennukaan). Beberapa dari jenis air ini akan dibicarakan lebih detil.

1. Nadi dan Nada Bhauma
Air nadi bhauma dan nada bhauma adalah air yang berasal dari sungai kecil dan sungai besar. Air ini memiliki guna ruksa (kenyal), guna visada (tidak licin) dan rasa svadu (manis). Berkhasiat menaikkan unsur tri dosha vatta, tetapi menurunkan unsur pitta dan kapha Dengan meminum air jenis ini dapat merangsang pencernaan (pacana).

2. Audbhida Bhauma
Air audbhida bhauma diperoleh dari rembesan pada lapisan bagian bawah tanah. Air ini memiliki rasa svadu (manis). Berpotensi menurunkan unsur pitta, menaikkan sedikit unsur vatta. Dapat juga dipergunakan untuk menyegarkan badan dan menguatkan tubuh (bala).

3. Nirjahra Bhauma
Air yang diperoleh air dari air mata disebut nirjahra bhauma. Air ini mengandung rasa svadu (manis), vipaka katu (pedas) serta guna laghu (ringan). Meminum air ini dapat menurunkan unsur kapha, tetapi akan meningkatkan unsur vatta dan pitta secara berlebihan.

4. Sarasa Bhauma
Air yang berasal dari gunung, kemudian mengumpulkan di suatu lembah atau sebuah cekungan, menggenang, lama kelamaan akan menjadi sebuah kolam. Air yang didapat dari kolam ini disebut sarasa bhauma. dari kolam ini sering tumbuh pohon Rumuda dan padma atau teratai. Air jenis ini memiliki rasa svadu (manis), rasa kasaya (sepet), guna laghu (ringan) dan guna ruksa (kenyal). Dengan meminum air ini akan merangsang pencernaan (pacana), menyebabkan sulit berak (vibandha) dan berdampak sukar kencing (meha).

5. Palyala Bhauma
Air palvala bhauma diperoleh dari sebuah kolam kecil. Kolam ini hanya berair ketika musim hujan. Pada musim panas kolam ini mengering. Air tipe ini memiliki rasa svadu (manis) dan guna guru (berat). Dengan meminum air ini yang berpotensi samana, akan meningkatkan ketiga unsur tri dosha dalam tubuh.

6. Tadaga Bhauma
Air tadaga bhauma didapat dari air danau. Air ini mempunyai rasa svadu (manis), rasa kasaya (sepet) dan vipaka katu (pedas). Manfaat air ini bagi kesehatan ialah meningkatkan unsur vatta, tetapi menurunkan unsur pitta dan kapha. Dengan meminum air ini secara teratur dapat mengatasi kesukaran berak dan kencing.

Amasudaka
Yang dimaksud dengan amasudaka (ama udaka) ini adalah air yang dibiarkan terpapar oleh sinar matahari pada siang hari dan sinar bulan pada malam hari. Air ini bersifat guna snigdha (lembut), guna laghu (ringan) serta saurnya (mendinginkan). Dengan meminum air jenis ini akan dapat menurunkan unsur tri dosha, meningkatkan kekuatan (bala) serta membuat awet muda (rasayana).

Samudra
Air samudra atau air laut memiliki rasa /avana (asin) serta visra (berbau kurang sedap). Karena air laut ini berpotensi samana, amat baik dimanfaatkan untuk menaikkan ketiga unsur tri dosha yang menurunkan. Air samudra atau air laut, rasa hausnya akan bertambah. (Artikel Selanjutnya)

Source: Ida Bagus Gde Yudha Triguna l Warta Hind Dharma NO. 483 April 2007