Kenapa Mesti dengan Dharma?

Setiap orang tidak terkecuali siapapun anda berhak menikmati kehidupan yang baik di atas dunia ini. Mempunyai rumah besar dengan perabotan yang mewah adalah idaman setiap orang. Setiap kepala rumah tangga wajar-wajar saja memperjuangkan hidupnya agar mampu memperoleh perangkat yang tinggi dari tempat kerjanya, mendapat gaji yang besar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, mampu memberikan pendidikan kepada anak-anaknya pada perguruan tinggi yang terkenal dan sebagainya. Hanya jangan dilupakan bahwa apa yang hendak kita peroleh tidak melupakan dharma Dharma dapat juga diartikan dengan kebajikan-kebajikan yang diwajibkan bagi setiap agama. Pemenuhan hawa nafsu (kama), perolehan harta benda (artha) yang didapat dengan-melanggar dharma akan menibulkan bencana, dan pada akhirnya akan mencelakakan orang itu sendiri, kepuasan panca indra, hendaknya dibarengi dengan kepuasan batiniah.

Sesuatu yang diperoleh dengan "adharma" akan mengusik batiniah anda. Bisa saja anda memperoleh sesuatu rumah, mobil dan benda-benda dunia lainya dengan curang (tidak Benar) dan tidak diketahui oleh orang-orang lain. Namun hati nurani anda akan selalu terusik. Hati nurani tidak bisa dibohongi seperti membohomgi orang lain. Karena Itu kesalahan ataupun kebodohan/kecurangan itu akan membuat hidup anda menderita. Dengan demikian bisa saja anda kelihatan hidup mewah, bahagia, tetapi sesungguhnya anda "menderita" Bila itu yang terjadi, maka hidup bahagia lahir dan batin tidak tercapai. Karena itu cari cari dan kejarlah hidup bahagia itu "selalu" dengan dharma. Bila hal itu yang saudara kerjakan, maka anda pasti dan yakin akan mendapatkan kesejahtraan hidup dan kebahagiaan hidup yang sesuai dengan tujuan agama Hindu yaitu kebahagiaan lahir dan batin.

Untuk pematangan pribadi dan peningkatan pendakian spiritual kami kutipkan untuk anda satu sloka yang bernyanyi sebagai berikut "Wealth stay back at home, friens and relatives stay stay back at the cemetery : good and avil deeds alone follow (the soul) like a shadow" "Harta dan kekayaan bersama (anda) hanya sampai di rumah. Sahabat dan keluarga (tercinta ) menyertai hanya menyertai sampai di pemakaman, hanya baik dan buruk perbuatan itu yang akan menemani (roh anda) bagaikan bayangan "(IB. Oka Punyatmaja : Dharma Sastra, hal: 38).

Sloka ini bermakna bahwa apapun yang anda cintai istri, suwami, anak dan keluara, juga benda-benda dunia seperti rumah, mobil sawah, uang dan sebagainya tidak ada satupun yang akan mengikuti jalan anda kealam rohaniah (setelah anda meninggal). Yang paling setia mengikuti roh anda adalah karma baik ataupun yang tidak baik. Bahkan benda-benda dunia itu akan menjadi gandulan dalam pendakian spiriual anda, sekiranya anda tidak mampu berpisah dengan damai.

Karena itu kematangan pribadi sangat diperlukan dalam menghadi hidup ini. Selai itu investasi rohaniah lebih penting artinya daripada kekayaan material itu. Karena itu perbuatan (karma) yang dilaksanakan, hendaknya selalu sesuai dengan dharma dan tidak menyimpang dengan hati nurani. Hati nurani selalu memberi inspirasi tentang kebenaran dan cinta kasih murni. Dengan mengambil keputusan yang sejalan dengan hati nurani akan memberikan kepuasan batin yang sesungguhnya yang telah menjadi tujuan utama bagi setaiap insan untuk dicapainya. Nah, kalau kepuasan batin itu sudah dapat dicapai apalagi? Setelah memahami dan menghayati uraian diatas, mudah-mudahan anda mampu memposisikan kembali sejauh mana pentingnya arti uang, rumah, mobil, pankat dan kemasyuran dan sebagainya yang asyik iburu oleh setiap insan. Anda harus sadar bagimana cara memperoleh. Sekian, semoga wacana ini ada manfaatnya dalam kehidupan anda.

Oleh: A.A.G Raka Mas
Source: Warta Hindu Dharma NO. 521 Mei 2010