Hidup, Kesempatan Emas Perbaiki Karma

Sejatinya tujuan hidup umat Hindu adalah mencapai kebahagiaan, baik di alam sekala maupun niskala. Hidup merupakan kesempatan emas bagi umat untuk meningkatkan kualitas diri. Kerena itu, kesempatan emas ini hendaknya tidak disia-disiakan. Akan sangat berdosa apabila umat sengaja mengakhiri hidupnya dengan jalan bunuh diri.

Direktur Program Pascasarjana STAHN Denpasar Dr. Ketut Subagiasta mengatakan mulatsarira merupakan kata kunci untuk mengekang diri, sehingga tidak mudah melakukan tindakan bunuh diri. Dengan jalan itu umat akan dapat mengendalikan diri, sehingga dapat menemukan dirinya kembali.

Manusia hidup, kata Subagiasta, mesti mampu mencintai diri sendiri, dengan menjaga keselamatan fisik dan spiritualnya. Dengan selamatnya fisik, diharapkan keselamatan rohani menyertai. ''Kedua hal ini mesti diharmoniskan untuk mencapai kesatuan hidup yang utuh,'' katanya.

Selain mulatsarira, umat mesti sadar akan konsep himsakarma bahwa bunuh diri perbuatan yang berdosa. Konsep ini mengingatkan umat agar tidak menyakiti dirinya atau menyiksa badannya, apalagi membunuh dirinya. Ahimsa karma adalah tidak menyakiti diri sendiri, orang lain atau makhluk hidup. Jika terjadi pembunuhan, dosa besar akan ditanggung. Membunuh bayi (brunahatia) dosanya amat besar, demikian juga bunuh diri (ngulah pati) dosanya amat besar.

Orang yang melakukan tindakan bunuh diri tidak akan mendapatkan kebahagiaan niskala (suwarga). Ia akan menemukan penderitaan abadi yang disebut neraka. ''Orang yang melakukan bunuh diri, di alam niskala akan menempati neraka syuta. Ketika menitis kembali, ia akan menjadi orang yang nirguna (tidak berguna), bisa lahir cacat, derajat kehidupannya menurun dan sebagainya,'' kata Subagiasta.

Hidup di dunia ini merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki derajat kehidupan yang lebih baik. Karena itu, manfaatkanlah kesempatan emas ini untuk berkarma yang baik, termasuk mencintai badan atau tidak bunuh diri. ''Sesungguhnya segala papa dan dosa bisa kita entaskan dalam kehidupan ini. Karena itu, kesempatan emas ini jangan disia-siakan,'' ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya tindakan bunuh diri, umat mesti melakukan kegiatan yang positif yang berkaitan dengan pendalaman sradha dan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Lakukanlah sradha sesuai dengan swadharma masing-masing yang bernilai positif sesuai dengan konsep subhakarma. Sayangilah diri sendiri dan sesama dengan jalan hidup saling berdampingan, saling mengasihi.

 

Source: Bali Post, Rabu Paing, 9 Juni 2004