HETU dan WYADHI "Kauasa dan Penyakit"

Di dalam kitab Ayurweda ada dua istilah, yakni hetu dan wyadhi. Kedua istilah ini perlu dijelaskan keterikatannya satu dengan lainnya dalam menimbulkan penyakit. Kebanyakan para pengobat keliru dalam manafsirkan tentang kedua hal ini. Dalam kenyataannya ada beberapa yakit dapat menimbulkan penyakit lain. Penyakit yang satu dapat sebagai hetu atau menjadi penyebab munculnya penyakit yang lain (wyadhi), atau sebaliknya. Misalnya penyakit pilek dapat menyebabkan timbulnya spenyakit batuk. Hal ini disebabkan lendir yang keluar dari hidung ada yang keluar berupa ingus, tetapi ada pula yang masuk ke tenggorokan. Lendir inilah yang merangsang dan mengakibatkan tenggorokan terasa gatal. Terjadilah batuk. Refleks protektif untuk mengeluarkan lendir dari tenggorokan berupa batuk.

Hetu adalah penyebab atau merupakan kuasa dari suatu penyakit. Sedangkan wyadhi, abadha atau roga adalah penyakitnya sendiri, tetapi keduanya dapat bertukar peranan. Suatu saat hetu dapat menjadi penyakitnya, sebagai wyadhi. Sebaliknya pada saat yang lain malahan wyadhi menjadi penyebab penyakit, sebagai hetu.

Untuk memperjelas pengertian terhadap hetu dan wyadi ini kitab Ayurveda memberikan contohnya. Misalnya penyakit rakta pitta. Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak merah atau bercak darah di seluruh tubuh (demam berdarah?). Dalam hal ini rakta pitta. adalah suatu penyakit atau wyadhi. Bercak darah yang muncul di tubuh disebabkan oleh samtapa atau efek panas dari penyakit jwara (Bali: panes; demam). Dapat dikatakan bahwa penyakit jwara merupakan penyebab atau hetu dari rakta pitta.

Sebaliknya penyakit rakta pitta sendiri dapat meningkatkan keparahan penyakit jwara yang telah diidap sebelumnya. Jadi, penyakit rakta pitta pada kasus ini merupakan hetu, penyebab keparahan dari penyakit jwara. Dalam proses lebih lanjut, keduanya, penyakit jwara dan rakta pitta dapat menimbulkan penyakit svasa (sesak napas, sulit bernafas, asma?). Dari contoh ini tampak jelas bahwa penyakit rakta pitta dapat sebagai wyadhi (penyakit) dan dapat juga berfungsi sebagai hetu (penyebab kauasa). Rakta pitta sendiri sebenarnya sudah merupakan suatu ivyadhi, roga, yakni suatu penyakit yang berwujud bercak darah pada kulit.

Sebagai penyebabnya atau hetu adalah samtapa (efek panas) yang muncul dari penyakit jwara. Tetapi penyakit rakta pitta ini pada suatu saat malahan dapat pula berfungsi sebagai hetu, penyebab meningkatnya atau semakin parahnya penyakit jwara. Selain tu dapat pula menimbulkan penyakit svasa atau sesak nafas. Demikian juga halnya sengan penyakit gulma (tumor) di daerah dubur. Gulma atau tumor ini merupakan suatu penyakit atau wyadhi. Dalam ayurveda disebutkan bahwa sebagai penyebab atau hetu sehingga mencul penyakit gulma ini adalah penyakit arsa (ambeien, wasir, hemoroid). Tetapi penyakit gulma ini dapat juga menjadi penyebab timbulnya penyakit sotha (udema, oedeem) pada daerah guda atau dubur.

Di dalam kitab Ayurweda diberikan contoh lain lagi. Penyakit kasa (radang jalan nafas, bronkitis) sebagai suatu wyadhi dapat disebabkan oleh karena pratisyaya hawa dingin yang lama, kronik). Tetapi penyakit kasa ini dapat berfungsi sebgai hetu. Yakni menyebabkan timbulnya penyakit ksaya (batuk darah kronik; sebagai suatu komplikasi). Dari uraian tersebut Ayurweda ingin menekankan bahwa suatu penyakit dapat berstatus sebagai wyadhi (penyakit murni) dan suatu saat lainnya dapat pula berfungsi sebagai hetu, penyebab munculnya komplikasi atau memudahkan timbulnya penyakit lain. Dengan adanya pengertian ini diharapkan akan lebil memudahkan para pengobat (dukun, balian, pengobat' tradisional, dokter ayurweda) dalam menangani dan mengobati suatu penyakit.

Oleh: Ngurah Nala
Source: Warta Hindu Dharma NO. 581 Pebruari 2010