Etos Kerja Hindu dan Kualitas SDM

"Hyang Widhi hanya menyayangi orang yang pekerja keras,
ia membenci orang yang malas,
mereka senantiasa sadar terhadap Dharma mencapai kebahagiaan yang tertinggi"
(Atarvaveda XX.18.3)

Makna mantram weda di atas menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur tentang kerja juga terbaku dalam ajaran kitab suci weda, mengacu judul di atas dan relevansi dengan kutipan pada Atarvaweda tersebut, penulis dapat inspirasi dari berbagai opini publik yang mengaplikasikan etos kerja yang tanpa dilandasi oleh nilai-nilai luhur dharma agama, penuh kebohongan dan kemunafikan akan menimbulkan penyimpangan prilaku, korupsi dan lain-lain. Maka dari itu, penulis mencoba membahas secara singkat tentang etos kerja Hindu untuk memantapkan kualitas sumber daya manusia.

Etos dalam pengertian pada The Pocket Oxford Dictionary yang mengatakan bahwa etos adalah karakteristik semangat yang khas dari sekelompok manusia. Ada pula yang mengatakan bahwa etos sebuah kata yunani yang artinya sesuatu yang diyakini baik menyangkut tentang cara, sikap dan persepsi terhadap nilai kerja. Corde Gusti Ngurah : (aim): 1996).

Kemudian kata etos ini melahirkan kata etika (ethic). Etika itu merupakan pedoman berperilaku bagi seseorang, dimana nilai luhur dan agama menatap sikap prilaku untuk dapat menciptakan hasih kerja yang positif (subakarma) menghindari kerja yang bersifat (asubakarma).

Pemikiran di atas menuntun umat manusia untuk bekerja berdasarkan dharma, sesuai dengan norma, aturan nilai luhur yang diyakini oleh seseorang. Hal itu dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas; kegiatan kerja keras, diartikan sebagai suaru aplikasi nilai luhur untuk menata kehidupan manusia harus dituntun agar berfikir yang baik; berkata yang benar dan berperilaku yang benar dan suci. Manusia senantiasa harus melaksanakan etos kerja berlandaskan dharma dengan kesungguhan hati dan hasil kerjanya pun merupakan pemberian Hyang Widhi harus diingatkan untuk mengadakan yadnya terhadap Hyang Widhi, leluhur, Rsi, sesama manusia dan terhadap alam sesama manusia dan terhadap alam sekitarnya. Hal itu pula dapat mewujudkan keharmonisan dalam kehidupan manusia, baik hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alamnya, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhannya. Semoga dilakukan dengan rasa bakti yang iklas, dengan korban suci sesering mungkin. Pemikiran diatas juga relevan dengan makna pustaka suci Veda sebagai berikut:

"Wahai manusia, kumpulkan kekayaan
dengan seratus tangan (kerja keras) dan
setelah engkau memperolehnya dermakanlah itu
dengan beribu tanganmu (sebanyak-banyaknya)"
(Atharvaveda : III 24.5)

Makna sloka suci di atas, apapun keuntungan diperoleh harus membantu pada sesama yang masih memerlukan bantuan, beryadnyalah dari sebagian keuntungan itu, untuk Hyang Widi, untuk leluhur, yang telah menciptakan melindungi hidup ini., ingat untuk orang tua (leluhur) yang masih hidup.

Etos Kerja Hindu Mantapkan Kualitas SDM
Etos kerja Hindu bercirikan punya prakarsa yang tinggi, punya ciri juga kreatif, kerja keras menghargai waktu dan bisa kerja sama, harmonis pada siapa saja. Cri-ciri tersebut dapat membentuk karakter orang bekerja keras tanpa pamrih. Disamping itu pula etos kerja Hindu merupakan secara spiritual juga karma yoga dapat pula membentuk seseorang untuk bekerja, berbuat dalam peri kehidupan akan berupaya bekerja positif (subakarma).

Etos kerja ditata oleh semangat berkorban (yadnya) dan memandang kerja itu perintah Hyang Widi untuk mampu mengatasi masalah hidup. Ciri di atas juga suatu cara untuk memantapkan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah kualitas sumber daya manusia yang fisik dan non fisik. Kualitas fisik bercirikan; kesehatan prima; tubuh fisik tegap tinggi dan lain-lain. Kualitas non fisik, orang itu bekerja keras tanpa pamrih, bekerja positif (subakarma) hasil kerja, untuk kebaikan orang lain, juga etika, jujur dll. Pemaparan di atas dapat membuktikan etos kerja sebagai potensi budayawi untuk membentuk manusia yang berkualitas dan lain-lain.

Pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa, pemahaman tentang etos kerja Hindu, harus diperhatikan secara Integral karena mengandung seperangkat nilai nilai luhur, yang harus disosialisasikan secara terus-menerus, agar mampu dipahami, dihayati dan lanjut dapat menata- pola perilaku masyarakat Hindu khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran suci Veda, maknanya universal bagi kehidupan manusia, berperilaku kerja keras, juga kreatif, penuh prakarsa, pandai menghargai waktu bisa bekerja sama secara harmonis. Hal di atas merupakan hakikat dari etos kerja Hindu harus dienkulturasi pada generasi penerus, dan dapat mantapkan kualitas sumber daya manusia pada umumnya.

Oleh: Dra. S. Swarsi
Source: Warta Hindu Dharma NO. 519 Maret 2010