Dana Sadhana

Kitab Sarasamucchaya secara panjang lebar menguraikan tentang apa yang disebut sebagai Dana atau Dana Punia. Uraian ini menjadi begitu penting karena ia berhubungan dengan Dharma Sadhana atau tindakan berdasarkan Dharma. Sarasamucchaya menyuratkan: yang disebut Dana atau sedekah menurut sang Pandita, ialah sifat tidak dengki atau hiri hati, dan yang taat berbuat kebajikan atau Dharma; sebab bila hal itu terus menerus terjadi senantiasa akan diperoleh keselamatan, sama pahalanya dengan amal sedekah yang berlimpah. Maka hasil pemberian sedekah yang berlimpah (tyaga dana) adalah diperoleh berbagai kenikmatan di dunia lain kelak; pahala pengabdian kepada orang tua adalah diperolehnya kebijaksanaan, senantiasa waspada dan penuh kesadaran; adapun akibat tidak menyakiti atau perbuatan membunuh adalah diperolehnya usia panjang.

Kitab Sarasamucchaya juga menegaskan bahwa di dunia ini tidak ada yang lebih sulit dilakukan daripada memberi sedekah atau dana. Karena sangat besar terlekatnya hati kepada harta benda, dan karena dari usaha dan bersakit-sakitlah harta benda itu diproleh. Oleh karena itu ditegaskan bahwa janganlah kikir, bersedekahlah, karena kekayaan itu tidak akan pernah habis jika karma pala yang mengadakannya itu tidak putus. Ada pertanyaan menarik yang perlu mendapat perenungan: apa gunanya kekayaan jika tidak untuk disedekahkan? Apa gunanya kesaktian jika tidak dipakai mengalahkan musuh? Apa gunanya Sastra -jika tidak dipakai suluh dalam pelaksanaan dharma? Apa gunanya kepandaian atau kepradnyanan jika tidak dipakai untuk menaklukan hawa nafsu dan menguasai rajah dan tamah.?

Namun demikian Sarasamucchaya sangat menekankan ketepatan pelaksanaan pemberian dana tersebut sehingga bermanfaat. Waktu melaksanakan dana harus tepat, demikian pula halnya sasaran yang akan diberikan dana tersebut. Biarpun sedikit pemberian dana itu namun mengenai keinginan hati yang menerima, tentu besar manfaatnya. Meski banyak pemberian sedekah itu namun menyebabkan semakin haus dan diperoleh dengan tidak patut, tiada faedahnya itu. Bukan yang banyak atau yang sedikit menyebabkan banyak sedikitnya faedah pemberian itu, melainkan pada hakekatnya tergantung pada ketepatan pemberian itu. Oleh karena itu janganlah memberikan sedekah kepada orang yang tidak berbudi luhur, jangan pula menerima sedekah dari orang yang jahat.

Demikianlah Dana Sadhana, jalan pemberian sedekah sebagai jalan pensucian dan pembebasan sangat ditekankan dalam kitab-kitab susastra kita.

Oleh: Ki Nirdon
Source: Warta Hindu Dharma NO. 530 Februari 2011