Dana Punia Kepada Yang Tepat

Sebagai warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar, dalam sila yang kedua dari Pancasila dirumuskan tentang hal-hal yang meyangkut kemanusian. Dalam usaha untuk mencapai hal tersebut kita sebagai umat Hindu dituntut agar dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan seperti tersebut diatas dapat dilaksanakan dengan melakukan manusa yadnya, yang didasari dengan ketulusan dan keikhlasan hati agar tercapainya kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia melalui dana punya. Melalui dana punya kita dapat melaksanakan kegiatan sosial yang dapat dijadikan suatu upaya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, alam lingkungan, Rsi dan guru. Pendekatan itu diwujudkan dalam berbagai bentuk pemberian baik yang berupa materi maupun jasa.

Dana punya adalah merupakan bagian dari ajaran agama Hindu yang patut dihayati dan diamalkan oleh setiap umatnya. Secara harpiah dana punya berarti sedekah, yang merupakan wujud nyata dari yadnya karma. Setiap umat Hindu yang beramal melalui dana punya dapat menegakan hukum agama secara adil dan merata, sebab dengan melaksanakan dana punya kita berarti melaksanakan ajaran tattwam asi yang menekankan pada ajaran cinta kasih yang mengakui adanya persamaan hak bagi setiap manusia. Dengan adanya persamaan-persamaan hak tersebut, bukanlah berarti pemberian dana punya itu dapat diberikan kepada semua orang. Dalam kitab suci Sarasamuscaya sloka 187 diatur tentangketentuan-ketentuan bagi mereka yang berhak untuk diberikan dana yang bunyinya sebagai berikut;

Lwirning yukti ikang zoehana dana wwang suddhacara, wivang daridra, tan penemu ahara, wwang mare angegong harep kuning, ikang dane ring wong mangkane agung phalanika

Artinya:
Orang yang patut diberikan sedekah, ialah orang yang berkelakuan, orang miskin yang tidak beroleh makanan, orang yang benar-benar mengharapkan bantuan, pemberian derma/sedekah kepada orang yan? demikian, sangatlah besar pahalanya.

Dari uraian tersebut di atas yang harus diperhatikan dalam usaha pemberian dana adalah perlunya penerapan ajaran wiweka yang dijadikan pedoman untum menimbang-nimbang, memilih dan membeda-bedakan baik dalam hal memberi maupun menerima dana punya. Dalam pemberian dana punya hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat, sehingga dana punya yang kita berikan mencapai sasaran yaitu tepat guna dan tepat waktu.

Contohnya apa bila seseorang yang sedang kehausan kita harus memberikan sedekah yang berupa minuman apabila seseorang dalam keadaan lapar kita harus membantu dengan memberikan makanan dan apabila seseorang yang tersesat dalam menjalani kehidupan, bantuan berupa nasehatlah yang patut kita berikan. Dan yang lebih penting lagi dalam pemberian dana punya yaitu rasa iklas yang tak terikat pada hasil atau balasan. Apa bila kita hendak memberikan dana punya janganlah karena tujuan-tujuan terentu, jangan karena rasa takut dan jangan sekali-kali memberikan dana punya kepada pemain sandiwara.

Di jaman sekarang ini sering terjadi penyalahgunaan pemberian derma/sedekah itu seperti apa yang kita sedang rasakan akhir-akhir ini, banyak orang-orang yang memberikan bantuan dengan maksud-maksud tertentu. Seperti halnya banyak orang yang memberikan bantuan berupa uang sebagai alat perangsang untuk memberikan dukungan yang sudah lasim dikenal dengan istilah money-politik, yang dapat meresahkan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kemudian di lain pihak kita jumpai ada beberapa dari sekelompok orang yang sengaja memberikan bantuan kepada orang yang lebih lemah, dengan tujuan agar orang yang diberikan bantuan dapat menjadi pengikutnya. Sikap adil dan merata hendaknya dapat dipupuk dan dikembangkan dalam hal pemberian dana punya, untuk menghindari agar tidak terjadi pilih kasih. Dalam kekawin Ramayana dapat kita simak tentang sikap-sikap bagi seseorang yang akan memberikan dana punya yang bunyinya sebagai berikut:

Kadi megka manghudanaken, padanira yar wehaken ikang dana, dinanda krepana ye wineh,  nguni-nguni danghyang dangacarya

Artinya:
Bagaikan mendung yang akan menurunkan hujan, sama beliau apabila akan memberikan dana/ sedekah, orang hina, orang buta dan orang yang menderita juga diberi terlebih-lebih kepada orang suci dan pendeta.

Menyimak isi kekawin tersebut di atas didalam pemberian dana punya tidak diperbolehkan adanya unsur KKN Saya sangat berharap agar dalam pemberian dana punya kita lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi atau golongan.

Dana punya dapat diwujudkan dalam bentuk benda-benda material yang lasim disebut dengan istilah Dreweya dana, dan ada juga dalam bentuk jasa yang berupa ilmu pengetahuan yang sering dikenal dengan istilah Jnana dana. Dana punya dalam bentuk materi dapat diwujudkan dalam bentuk pemberian berupa : pemberian sebidang tanah, pemberian uang, pemberian perumahan dan makanan.

Pemberian dana punya dalam bentuk ilmu pengetahuan tidaklah kalah pentingnya daripada pemberian dana punya dalam bentuk materi, mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena dengan memiliki ilmu pengetahuan seseorang akan lebih mudah untuk mendapatkan arta untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup bagi dirinya dan untuk kesejahteraan masyarakat lainnya.

Pemberian dana punya dalam bentuk ilmu pengetahuan adalah merupakan motivator bagi seseorang untuk menumbuhkan dan mengembangkan intelektual, dimana dengan memiliki intelek dengan sendirinya akan tumbuh budi pekerti yang diharapkan menjadi suatu pedoman di dalam melakukan aktivitas. Kesadaran harus ditumbuhkan selangkah demi selangkah. Langkah pertama diawali dengan pengendalian panca indra, kemudian dilanjutkan dengan kontrol dan analisa intelek guna terwujudnya tujuan agama yaitu kebahagiaan jasmani dan kedamaian hidup rohani yang disebut moksartam jagadhita yacca itu dharma.

Dana punya dalam wujud ilmu pengetahuan adalah merupakan salah satu kegiatan dana yang umumnya di berikan oleh seorang guru dan pendeta/ para brahmana. Tugas seorang guru sangatlah berat, guru harus berhadapan dengan dua jenis benda yaitu benda hidup dan benda mati. Dimana seorang guru dituntut untuk mengerjakan administrasi dan kemudian dihadapkan dengan anak didik, dalam usaha untuk membentuk sumber daya manusia yang lebih baik. Kalau kita amati jalannya pendidikan dewasa ini berkembang dengan sangat pesat, hal ini dapat dibuktikan dengan lajunya perkembangan arus tehnologi dan globalisasi.

Perkembangan-perkembangan yang terjadi dewasa ini haruslah diimbangi  dengan  pembentukan pendidikan budi pekerti, sebab maju mundurnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh watak dan kepribadian masyarakatnya. Dalam usaha untuk membentuk sumber daya manusia khususnya umat Hindu saya sangat berharap agar diadakannya pendidikan/ penyetaratfn bagi guru-guru agama yang tidak pendidikannya masih setara dengan SLTA.

Pemberian dana punya baik dalam wujud materi maupun ilmu pengetahuan sangat menunjang dalam pembangunan agama itu sendiri seperti:

- Untuk pembangunan dan rehabilitasi tempat-tempat suci keagamaan
- Untuk menunjang kegiatan keagamaan.
- Untuk mengembangkan pembinaan umat.
- Untuk pembangunan panti-panti derma.
- Untuk memupuk kebudayaan dan ketrampilan umatnya.

Kenyataan didalam kehidupan umat Hindu yang paling banyak menghabiskan dana adalah untuk keperluan pelaksanaan upacara yadnya, sehinga ada beberapa kegiatan-kegiatan kemanusiaan lainnya masih harus tertunda. Dan yang lebih penting lagi dimana kita sebagai umat Hindu harus dapat membentuk suatu lembaga atau yayasan yang khusus dalam usaha untuk menghimpun dan merealisasikan dana, karena selama ini belum pernah ada suatu lembaga/yayasan yang khusus untuk mengelola hal tersebut.

Semua kegiatan yang dilaksanakan dengan ketulusan dan keiklasan hati dan berlandaskan pada ajaran dharma adalah merupakan salah satu wujud pelaksanaan dana punya. Didalam kitab Bhagawad Gita bab IX. I.27 disebutkan sebagai berikut:

Yat karoshi yad asnasi, yajjahodhi dadasi yat, yat tapasyasi kaunteya, tat karusva madarpanan

Artinya :
Apapun yang kau kerjakan, kau makan kau persembahkan, dan disiplin apapun yang kau laksanakan, semuanya itu adalah merupakan wujud bakti kepada Tuhan.

Dalam kesempatan itu saya sangat berharap kepada seluruh umat Hindu, agar dapat meningkatkan rasa bakti kepada tuhan melalui ajaran dana punya.

Source: I Wayan Yasa l Warta Hindu Dharma NO. 453 Oktober 2004