Anoman Dharma Duta Agung

Ketika Sri Rama dalam kebingungan mencari istrinya, Sita yang diculik oleh raja raksasa Ravana. Anoman datang menghaturkan sembah bhakti dengan menjadi duta Rama untuk menemui Sita di negeri raksasa, Alengka. Dengan kemampuannya kera cerdas ini menyelinap masuk istana raja Ravanayang dikenal sakti mandraguna. Dan akhirnya berhasil menemui Dewi Sita serta menyampaikan pesan Rama kepadanya. Tapi apa daya akhirnya putra Dewa Bayu itu tertangkap oleh pasukan raksasa yang dipimpin oleh Indrajit, sang putra mahkota dari kerajaan Alengka Pura. Sekali lagi, dengan kecerdasan, kecerdikan dan kesaktiannya, Anoman mampu mengobrak-abrik dan membuat geger Alengka dan kembali kehadapan Sri Rama dengan membawa sukses besar, karena misinya untuk menemukan Dewi Sita terselesaikan.

Di tengah-tengah kegundahan umat Hindu di seluruh Nusantara, utamanya di daerah-daerah terpencil, terisolasi, dan minoritas sering terdengar keluhan-keluhan yang disampaikan melalui media umat ataupun diperbincangkan intern umat, jeritan-jeritan, bahkan kebingungan harus ke-mana menyampaikan permasalahannya. Tidak sedikit umat yang membutuhkan guru agama Hindu untuk mengajari generasi-generasi penerus mereka, penyuluh agama Hindu untuk meningkatkan pengetahuan akan ajaran agamanya dan memberi motivasi dalam menjalani kehidupan yang dikatakan penuh dengan kesengsaraan ini.

Terkadang umat merasakan sesuatu sendiri, memendam perasaan karena tidak ada teman yang bisa diajak "curhat" keumatan, terkadang umat merasa kecil menjadi pengikut Hindu, walaupun ajaran agama Hindu bak samudra. Tidak ada yang memperbesar hati dan pengetahuan tentang kehindu-annya, terkadang umat merasa tertekan, karena segala urusan administrasi; surat menyurat, kependudukan dalam pemerintahan selalu dipersulit. Terkadang umat bingung sebagai penganut agama Hindu di sekolahnya tidak mendapat pelajaran agama yang diyakininya, melainkan harus belajar agama lain karena tidak ada guru agama Hindu di sekolahnya. Semua permasalahan ini tentu tidak asing lagi bagi umat Hindu, bahkan bisa dikatakan cukup mewakili permasalahan-permasalah umat yang muncul selama ini.

Ketika jalan keluar ditunjukkan oleh pemerintah dengan pengangkatan guru agama dan penyuluh agama Hindu, ini bisa cukup mengobati sedikit permasalahan yang dihadapi umat Hindu. Para guru mengajar hanya di sekolah dengan waktu kurang lebih 1,5 jam perhari, tentu masih kurang bagi mereka yang kehausan ilmu pengetahuan untuk menapaki lorong kehidupan. Penyuluh agama yang stand by di kantor akan turun ke masyarakat berdasarkan jadwal yang ditentukan oleh kantornya atau datang karena diminta umat Berapa jam yang bisa diabdikan untuk umat setiap harinya? Semoga pengangkatan guru dan penyuluh agama Hindu dapat mengurangi permasalah yang dihadapi oleh umat.

Umat Hindu memerlukan Anoman-Anoman yang siap mempertaruhkan jiwa raganya untuk melayani Tuhan dalam diri setiap umat yang memerlukan teman 'curhat' masalah keumatan, motivator yang mampu Memperbesar hati setiap umat Hindu pembimbing ke arah spiritual sehingga umat merasakan perhatian yang besar dan terbangga menjalani kehinduan-nya.

Untuk memenuhi harapan umat tentu diperlukan relawan dalam siar agama Hindu. Veda sendiri menganjurkan untuk menyampaikan ajaran suci ini kepada para Brahmana, Ksatria, Waisia, Sudra, dan kepada orang lain. Namun selama ini banyak orang menduga bahwa agama Hindu bukan agama misionaris, sehingga pemahaman umat Hindu utamanya di daerah terpencil di pedesaan, daerah di luar Bali dan bahkan di Bali terhadap ajaran agamanya sangat kurang. Keluasan ajaran agama Hindu (Veda) yang dikatakan anadi ananta, tanpa awal dan tidak ada akhir, tidak diketahui oleh umat Hindu. Keagungan ajaran agama Hindu hanya menjadi isu yang kenyataannya tidak diketahui oleh umatnya sendiri.

Walaupun sumber daya manusia umat Hindu dalam siar agama Hindu masih lemah dibandingkan umat lain, siar agama Hindu harus dilakukan baik melalui media umat, media nasional (TV, Radio, surat kabar), media internasional seperti telah diterimanya konsep Tri Hita Karana sebagai konsepsi ideal dalam pengembangan pariwisata dunia, dan melalui prilaku sehari-hari yang mencerminkan implementasi ajaran agama Hindu, baik dalam ritual/upacara keagamaan maupun tingkah laku/etika dalam bermasyarakat.

Lembaga Dharma Duta yang merupakan lembaga siar agama Hindu terorganisir, juga belum mampu berbuat banyak untuk melakukan siar agama ke seluruh wilayah nusantara yang didiami umat Hindu. Untuk itu diperlukan Lembaga Artha yang dikelola secara transparan dengan manajemen yang profesional untuk mendukung aktivitas dharma duta dalam menyiarkan ajaran agama Hindu yang bak samudra.

Majelis Tinggi Agama Hindu yaitu Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan lembaga Dharma Dutanya, serta organisasi kepemudaan Hindu hendaknya mampu menyiapkan dan menciptakan dharma duta-dharma duta yang tangguh, cerdas, mempuni dan berani terjun kemasyarakat Hindu yang memerlukan. Anoman abdi Rama adalah seekor kera yang memiliki dedikasi dan loyalitas dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Sebagai manusia penganut dan meyakini agama Hindu sebagai tuntunan hidup, marilah kita menjadi dharma dua-dharma duta setangguh Anoman. Dengan kemampuan, kecerdasan, keberanian dan segala potensinya tentunya manusia bisa lebih hebat dari Anoman, Sang Kera dharma duta tangguh Sri Rama.

Source: Hariono l Warta Hindu Dharma NO. 460 Mei 2005