Artikel Terbaru

Keutamaan Seorang Ibu

kategori: Artikel Baru
Hormat sembah bhakti pada ibu yang menuntun, mendidik tiada henti-nya laksana pohon beringin yang selalu memberikan perlindungan kesejukan tetap kokoh tanpa mengharapkan hasil, bak anak berada dipangkuan ibu yang dibelai rambutnya diberi siraman cerita membuat anak tenang, bahagia, damai hingga lupa dalam keheningan sebuah nasehat kata lembut, menyentuh rasa. Sungguh mulia kasih sayangmu ibu. Dengan apa aku membalas budhi kasihmu ibu? Senantiasa hormat itulah ucap Sarasamuscaya, apakah itu cukup. Ipidan meme taen nyatwa dugas ngelekadang iraga sekadi megantungan bok akatih (dulu ibu bercerita waktu melahirkan kita, bagaikan bergantung memakai rambut 1 batang). selengkapnya

Sang Hyang Kumara

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu sebagai agama wahyu pada hakikatnya memuat konsep-konsep kebenaran yang hakiki. Konsepsi itu dituangkan dalam kitab-kitab suci, baik dalam bentuk kakawin maupun tutur. Di samping itu bagi umat Hindu di Bali cara yang lazim, juga digunakan sebagai usaha menjembatani diri mereka dengan kebenaran yang tertinggi (Tuhan) adalah melalui yadnya. Agama Hindu yang sekarang diwarisi di Bali adalah sebuah perpaduan akulturatif antara tradisi kecil (budaya Bali) dengan tradisi besar (Hindu) yang datang dari India. Oleh karena agama Hindu merupakan hasil akulturasi maka beberapa tradisi lokal masih tetap bertahan hingga saat ini. Masuknya agama Hindu lebih banyak bersifat mempermulia apa yang telah ada di Bali. selengkapnya

Ajaran Saraswati di Era Globalisasi

kategori: Hari Suci
Hari suci Sarasswati adalah hari suci bagi agama hindu untuk memuja shakti personafikasi Tuhan sebagai pencipta (Brahma). Dalam kontes tradisi beragama, Dewai Saraswati adalah objek pemujaan dalam kaitannya dengan seni dan ilmu pengetahuan. Setidaknya ada dua pendapat tentang perayaan hari suci Saraswati, pendapat pertama menyatakan bahwa Saraswati merupakan peringatan atas turunya ilmu pengetahuan. Yang kedua ada yang menyatakan sebagai turunya Weda, kitab suci agama Hindu. selengkapnya

Dasa Mala

kategori: Artikel Baru
"Om Pakulun serda paduka Bhatara Surya Chandra Asunggam tirtha kamandalu, utpeti bhatara Gangga, Stmratan mancur muncrat, angilangaken dasa malaning jadma Kenem spanmg dewa, manusa wisesa, tirtha hening tan pamignaning Sang Hyang Saraswati Om Gangga Sindhu spatika ya rmmah". selengkapnya

Agama Merupakan Benteng Keluarga Bahagia

kategori: Artikel Baru
Untuk membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera, kekal, peranan agama menjadi sangat penting. Ini sesuai dengan apa yang tersirat dalam Kitab Suci Veda “Moksartham Jagat hita ya ca iti dharma”, artinya agama atau dharma bertujuan untuk membina kehidupan yang sehjahtera lahir dan bathin. Dlam hubungan ini ajaran agama tidak cukup hanya diketahui dan dipahami tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam anggota keluarga, sehingga benar-benar dapat mencerminkan suatu kehidupan yang penuh dengan ketentraman, kedamaian dan keamanan, yang dijiwai oleh dan tuntunan agama. selengkapnya

Makna Nyepi Dalam Kehidupan Berbisnis

kategori: Hari Suci
Berbisnis itu sesungguhnya suatu pilihan, hidup untuk mengembangkan din menjadi abdi masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama. Dan pengabdian para pembisnis kepada masyarakat itulah pembisnis diharapkan memperoleh kesejahteraan hidup yang layak. Hal ini yang disebut memutar roda yadnya atau cukin yadnya. Kalau usaha bisnis itu tidak mendapatkan citra baik dalam masyarakat maka usaha usaha bisnis itu tidak akan laku. Dalam diri manusia ada dua dorongan yang selalu bertarung untuk saling menguasai diri manusia. Ada kecenderungan kekerasan yang disebabkan panca klesa dan ada dorongan kedewaan untuk mengutarakan citta. selengkapnya

Perlu Ketetapan Hati Menegakkan Catur Warna

kategori: Artikel Pilihan
Sesungguhnya permasalahan Catur Warna tidak begitu mementingkan adanya bhisama dari Sabha Pandita PHDI Pusat. Karena menurut ketentuan Manawa Dharmasastra XII.108 sampai dengan 114 bahwa yang patut dibhisamakan oleh Brahmana Sista yang duduk di Parisada adalah hal-hal (dharma) yang belum jelas dinyatakan dalam kitab suci. Mengenai filosofi dan konsepsi Catur Warna sesungguhnya sudah sangat jelas dalam kitab suci maupun kitab-kitab susastranya. Karena tradisi kasta yang bertentangan dengan ajaran Catur Warna demikian dalamnya masuk ke dalam tradisi umat Hindu maka banyak pihak mengusulkan agar pengertian Catur Warna yang benar menurut kitab suci dibhisamakan. Langkah ini semata-mata untuk lebih menegaskan bahwa apa yang diajarkan dalam kitab suci mengenai Catur Warna itulah yang benar. selengkapnya

Tat Twam Asi Di Panggung Politik

kategori: Artikel Pilihan
Jambala Upanisad memiliki kalimat yang patut dicatat di sini: tvam va ahatn asmi bhagavo devate aham va tvam asi (Aku adalah dikau, O Tuhan Yang Maha Agung, dan Dikau adalah Aku). Apa yang tersirat di sini memiliki makna yang sama dengan Tat Twam Asi. Di samping itu dalam Jaiminiya Upanisad ada disuratkan bahwa ketika yang meninggal mencapai pintu Matahari, pertanyaan diajukan: Siapakah dikau? bila dijawab dengan nama pribadi atau keluarga, maka yang bersangkutan akan terkena lagi hukum karma. Bila dijawab dengan: "Diriku adalah sinar dari-Mu, Aku datang kepada-Mu sinar surga". Lalu Prajapati menjawab: "Dikau adalah sama dengan Aku, Aku adalah sama dengan Dikau. Masuklah". selengkapnya

Prinsip Bisnis Membangun Kesejahteraan Yang Adil

kategori: Artikel Pilihan
Mahatma Gadni menyatakan bahwa bisnis tanpa moral dapat menimbulkan dosa sosial. Pebisnis yang tidak memiliki moral akan berbisnis dengan meninggalkan prinsip-prinsip bisnis yang normative. Karena itu dalam Bhagavata Purana VII.XI. sloka 153 dinyatakan bahwa seorang Waisya Varna (pengusaha) wajib berbhakti pada Tuhan dan guru rokhaninya (Deva gurvachyate bhaktis). Waisya Varna wajib juga mendalami ajaran suci Weda (Astikyam udyamo nityam). Dengan ber-bhakti pada Tuhan dan mendalami kitab suci seorang pebisnis akan kuat berpegang pada prinsip-prinsip bisnis yang dibenarkan oleh norma-norma bisnis yang berlaku. selengkapnya

Makna Bersatunya Panah Arjuna dengan Dewa Indra

kategori: Artikel Pilihan
Dalam cerita Arjuna Tapa diceritakan bahwa dalam menghadapi perang Brata Yudha, Arjuna ahli panah penengah Pandawa ini melakukan olah tapa untuk mendapatkan senjata panah. Salah satu tempat Arjuna bertapa adalah di Gunung Indrakila. Karena Arjuna dengan bertapa yang serius itulah akhirnya mendapatkan beberapa panah sakti sebagai salah satu sarana memenangkan perang dalam Brata Yudha. Karena keberhasilan dari Arjuna inilah nampaknya menjadi pendorong Raja Jayasakti mendirikan Pura Indrakila. Dengan kesaktian hasil dari olah tapa itulah yang akan membawa kemenangan sang raja dalam memimpin negara kerajaan. selengkapnya