Artikel Terbaru

Pasraman dan Pembentukan Karakter Bangsa

kategori: Artikel Pilihan
Berdasarkan UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 tahun 2003 terutama dalam pasal 12 ayat 4, pasal 30 ayat 5, dan pasal 37 ayat 3, maka Pemerintah RI telah menetapkan PP nomor 55 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan. Kemudian kalau dicermati kandungan isi pp nomor 55 tahun 2007 pada pasal 1 point angka 5 ada dijelaskan "Pasraman adalah satuan pendidikan keagamaan Hindu pada jalur pendidikan formal dan non formal''. Kemudian dalam pasal 8 ayat 1 dan 2 ditegaskan tentang pendidikan keagamaan, bahwa "pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis,kreatif,inovatif, dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia". selengkapnya

Makna Simbolik Tangis Bayi dan Pemujaan Sang Hyang Kumara

kategori: Artikel Baru
Kelahiran seorang bayi merupakan dambaan setiap orang. Karena itulah segala bentuk upacara keagamaan (ritual) dilakukan sebagai wujud sradha bhakti manusia. Upacara keagamaan (ritual) adalah realisasi dari Bhakti Marga. Dasar Bhakti Marga adalah rasa cinta. Cinta kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, cinta kepada anak maupun sesama, dan cinta kepada lingkungan. Getaran cinta akan mengerakkan manusia untuk berbuat. Karena adanya rasa cinta, keinginan bergerak dan berbuat, maka akan melahirkan seni. Rasa seni digejolakkan oleh getaran keagamaan menyebabkan seni simbolis. selengkapnya

Memaknai Dharma Santi

kategori: Artikel Pilihan
Mengapa memaafkan menjadi hal yang esensial pada momen Dharma Santi? Hal ini disebabkan karena untuk menggapai suasana damai (santi) salah satu jalan yang wajib dilakoni adalah dengan memaafkan. Bagaimana tidak! Sebab suasana damai tidak akan pernah terwujud bila masih ada dendam diantara kita, masih ada sekat pemisah hati kita, masih ada ketidakharmonisan diantara kita, singkatnya sebagaimana sebuah syair lagu menyatakan "jangan ada dusta diantara kita". Klise memang! Tapi sudah menjadi kenyataan sangat sedikit orang mampu untuk mewujudkannya dalam perbuatan, lebih banyak orang hanya mampu mewacanakannya saja. Sepertinya sudah bagaikan suratan takdir, bahwa memaafkan itu sangat mudah diucapkan tapi tidak mudah untuk dilaksanakan. selengkapnya

Implementasi Dharma Dalam Era Kali Yuga

kategori: Artikel Pilihan
Dharma secara umum didefinisikan sebagai kebajikan (virtue), kewajiban (duty) dan agama (religion). Dalam Santi Parwa, Rsi Bisma memberikan wejangan kepada Yudisthira, bahwa apapun yang menimbulkan pertentangan adalah adhamia, dan apapun yang menyudahi pertentangan dan membawa pada kesatuan, keharmonisan dan keselarasan adalah dharma. Segala aktivitas manusia yang menimbulkan perselisihan, keretakan, ketidak selarasan dan menimbulkan kebencian adalah adharma. Segala upaya manusia yang membantu nutuk menyahikan segalanya, mengembangkan cinta kasih kepada Tuhan dan persaudaraan unversal adalah dharma. Dharma merupakan penuntun menuju jalan kesempurnaan, penolong nutuk penyatuan langsung dengan Tuhan, sadhana untuk mencapai sifat-sifat ilahi dan merupakan jantung etika/susila Hindu selengkapnya

Nilai-Nilai Agama Hindu dan Pencerahan Manusia

kategori: Artikel Baru
Ajaran agama Hindu adalah wahyu yang bersumber dari Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Semua wahyu Tuhan dihimpun dalam kitab suci Veda, yaitu yang terdiri dari Rgveda, Samaveda, Yajurveda dan Atharvaveda. Sedangkan Veda Smrti merupakan penjabaran dari Veda Sruti yang memberikan penjelasan terhadap hal-hal tertentu yang berkenaan dengan hukum-hukum Hindu. Di samping Veda Sruti dan Smrti, ada juga yang menjelaskan berbagai pokok ajaran agama Hindu, seperti Dharmasastra, Itihasa, Purana dan sebagainya. Sesuai dengan formulanya, agama Hindu mempunyai tujuan yang sangat mulia dan konkrit, yaitu tujuan yang tidak saja meliputi aspek-aspek material, melainkan juga tujuan dalam aspek-aspek spiritual. Agama Hindu mengajarkan kepada umatnya, agar di dalam kehidupannya bersikap dan berperilaku yang baik; yakni berpikir, berkata dan berbuat untuk bertindak berpedoman pada ajaran agama. selengkapnya

Anggara Kasih Wujud Misi Perdamaian dan Kasih Sayang

kategori: Hari Suci
Anggara secara harafiah terjemahan bebasnya adalah mengulurkan atau memberikan. Sedangkan kasih adalah adalah damai/shanti. Kasih juga bisa diartika sebagai perwujudan cinta tak bersyarat. Seperti kasih sayang orang tua kita kepada anaknya. Cinta kasih orang tua kepada anaknya tidak selalu mengharapkan imbalan. Begitulah juga seharusnya kasih sayang umat manusia kapada pencita-Nya. Tuhan (Ida Sang Hyang) memelihara umat manusia dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh-Nya secara Cuma-Cuma. Air, udara, matahari, tanah, api, tumbuh-tumbuhan, semua fasilitas itu kita nikmati secara gratis. Karena kasih-Nya yang tidak terbatas, beliau tidak pernah menuntut agar fasilitas itu dibayar oleh umat manusia. selengkapnya

Memaknai Hari Raya Galungan

kategori: Hari Suci
Hari raya Galungan memang dirayakan sebagai hari raya kemenangĀ­an Dharma melawan Adharma, kalahnya keangkaramurkaan yang oleh Mpu Sedah disebut sebagai "Kadung gulaning parangmuka" lebih jauh dijeĀ­laskan musuh yang dimaksud adalah musuh-musuh yang ada pada diri manusia yang terlebih dahulu harus dikalahkan. Musuh dimaksud adalah: kenafsuan (kama), kemarahan (kroda), keserakahan (mada),'irihati (irsya) atau semua tergolong dalam sadripu maupun Satpa Timira. selengkapnya

Daksina Satu Syarat Satwika Yadnya

kategori: Upacara
Ketika kita menyebut daksina, dalam benak orang Bali yang awam akan terbayang satu bentuk jejahitan yang berbentuk serobong (silinder) terbuat dari daun kelapa yang sudah tua, dan isinya berupa beras, uang, kelapa, telur itik dan lain-lain. Ya, daksina tersebut adalah sesajen yang dibuat untuk tujuan kesaksian spiritual. Daksina adalah lambang Hyang Guru (Dewa Siwa) dan karena itu digunakan sebagai saksi Dewata. Sebenarnya pengertian daksina secara umum adalah suatu penghormatan dalam bentuk upacara dan harta benda atau uang kepada pendeta/ pemimpin upacara. Penghormatan ini haruslah dihaturkan secara tulus ikhlas. Persembahan ini sangat penting dan bahkan merupakan salah satu syarat mutlak agar yadnya yang diselenggarakan dapat disebut berkwalitas (satwika yadnya). selengkapnya

Air Sebagai Sumber Kesucian

kategori: Artikel Baru
Air merupakan suatu benda yang tidak bisa dipisahkan dari mahluk hidup dan kehidupan di muka bumi ini, yang merupakan sumber kehidupan bagi seluruh mahluk hidup tidak terkecuali. Begitu pula tanah sebagai tempat untuk berpijak semua mahluk hidup yang berfungsi sebagai ibu pertiwi tempat kembalinya segala sesuatu untuk melebur dan memusnah-kan segala kekotoran yang ada di muka bumi ini dan menjadi sumber air. Sehingga air merupakan segala bagi mahluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan serta manusia sehari-hari sangat membutuhkan, bahkan untuk lebih lengkap dalam tubuh diperlukan ukuran tertentu, sehingga organ tubuh berfungsi dengan baik, karena mahluk hidup kalau tanpa air maka sangat menderita hidupnya karena kekeringan. selengkapnya

Peranan Agama dalam Kehidupan Berkeluarga

kategori: Artikel Baru
Dalam upaya membentuk keluarga bahagia, sehat, sejahtera dan kekal, peranan agama menjadi sangat penting. Ini sesuai dengan rumusan sloka yang disuratkan dalam ajaran Weda, yaitu "Moksartham Jagathitaya Ca Iti Dharma", artinya bahwa agama atau dharma itu bertujuan membina kehidupan yang sejahtera dan bahagia, atau bahagia secara lahir dan bathin. Dalam hubungan ini, ajaran agama tidak cukup hanya diketahui dan dipahami saja, akan tetapi harus diamalkan oleh setiap anggota keluarga, sehingga kehidupan dalam keluarga benar-benar dapat mencerminkan suatu kehidupan yang penuh dengan ketentraman, keamanan dan kedamaian, yang dijiwai oleh ajaran dan tuntunan agama. selengkapnya