Artikel Terbaru

Daksina Satu Syarat Satwika Yadnya

kategori: Upacara
Ketika kita menyebut daksina, dalam benak orang Bali yang awam akan terbayang satu bentuk jejahitan yang berbentuk serobong (silinder) terbuat dari daun kelapa yang sudah tua, dan isinya berupa beras, uang, kelapa, telur itik dan lain-lain. Ya, daksina tersebut adalah sesajen yang dibuat untuk tujuan kesaksian spiritual. Daksina adalah lambang Hyang Guru (Dewa Siwa) dan karena itu digunakan sebagai saksi Dewata. Sebenarnya pengertian daksina secara umum adalah suatu penghormatan dalam bentuk upacara dan harta benda atau uang kepada pendeta/ pemimpin upacara. Penghormatan ini haruslah dihaturkan secara tulus ikhlas. Persembahan ini sangat penting dan bahkan merupakan salah satu syarat mutlak agar yadnya yang diselenggarakan dapat disebut berkwalitas (satwika yadnya). selengkapnya

Air Sebagai Sumber Kesucian

kategori: Artikel Baru
Air merupakan suatu benda yang tidak bisa dipisahkan dari mahluk hidup dan kehidupan di muka bumi ini, yang merupakan sumber kehidupan bagi seluruh mahluk hidup tidak terkecuali. Begitu pula tanah sebagai tempat untuk berpijak semua mahluk hidup yang berfungsi sebagai ibu pertiwi tempat kembalinya segala sesuatu untuk melebur dan memusnah-kan segala kekotoran yang ada di muka bumi ini dan menjadi sumber air. Sehingga air merupakan segala bagi mahluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan serta manusia sehari-hari sangat membutuhkan, bahkan untuk lebih lengkap dalam tubuh diperlukan ukuran tertentu, sehingga organ tubuh berfungsi dengan baik, karena mahluk hidup kalau tanpa air maka sangat menderita hidupnya karena kekeringan. selengkapnya

Peranan Agama dalam Kehidupan Berkeluarga

kategori: Artikel Baru
Dalam upaya membentuk keluarga bahagia, sehat, sejahtera dan kekal, peranan agama menjadi sangat penting. Ini sesuai dengan rumusan sloka yang disuratkan dalam ajaran Weda, yaitu "Moksartham Jagathitaya Ca Iti Dharma", artinya bahwa agama atau dharma itu bertujuan membina kehidupan yang sejahtera dan bahagia, atau bahagia secara lahir dan bathin. Dalam hubungan ini, ajaran agama tidak cukup hanya diketahui dan dipahami saja, akan tetapi harus diamalkan oleh setiap anggota keluarga, sehingga kehidupan dalam keluarga benar-benar dapat mencerminkan suatu kehidupan yang penuh dengan ketentraman, keamanan dan kedamaian, yang dijiwai oleh ajaran dan tuntunan agama. selengkapnya

Keutamaan Seorang Ibu

kategori: Artikel Baru
Hormat sembah bhakti pada ibu yang menuntun, mendidik tiada henti-nya laksana pohon beringin yang selalu memberikan perlindungan kesejukan tetap kokoh tanpa mengharapkan hasil, bak anak berada dipangkuan ibu yang dibelai rambutnya diberi siraman cerita membuat anak tenang, bahagia, damai hingga lupa dalam keheningan sebuah nasehat kata lembut, menyentuh rasa. Sungguh mulia kasih sayangmu ibu. Dengan apa aku membalas budhi kasihmu ibu? Senantiasa hormat itulah ucap Sarasamuscaya, apakah itu cukup. Ipidan meme taen nyatwa dugas ngelekadang iraga sekadi megantungan bok akatih (dulu ibu bercerita waktu melahirkan kita, bagaikan bergantung memakai rambut 1 batang). selengkapnya

Sang Hyang Kumara

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu sebagai agama wahyu pada hakikatnya memuat konsep-konsep kebenaran yang hakiki. Konsepsi itu dituangkan dalam kitab-kitab suci, baik dalam bentuk kakawin maupun tutur. Di samping itu bagi umat Hindu di Bali cara yang lazim, juga digunakan sebagai usaha menjembatani diri mereka dengan kebenaran yang tertinggi (Tuhan) adalah melalui yadnya. Agama Hindu yang sekarang diwarisi di Bali adalah sebuah perpaduan akulturatif antara tradisi kecil (budaya Bali) dengan tradisi besar (Hindu) yang datang dari India. Oleh karena agama Hindu merupakan hasil akulturasi maka beberapa tradisi lokal masih tetap bertahan hingga saat ini. Masuknya agama Hindu lebih banyak bersifat mempermulia apa yang telah ada di Bali. selengkapnya

Ajaran Saraswati di Era Globalisasi

kategori: Hari Suci
Hari suci Sarasswati adalah hari suci bagi agama hindu untuk memuja shakti personafikasi Tuhan sebagai pencipta (Brahma). Dalam kontes tradisi beragama, Dewai Saraswati adalah objek pemujaan dalam kaitannya dengan seni dan ilmu pengetahuan. Setidaknya ada dua pendapat tentang perayaan hari suci Saraswati, pendapat pertama menyatakan bahwa Saraswati merupakan peringatan atas turunya ilmu pengetahuan. Yang kedua ada yang menyatakan sebagai turunya Weda, kitab suci agama Hindu. selengkapnya

Dasa Mala

kategori: Artikel Baru
"Om Pakulun serda paduka Bhatara Surya Chandra Asunggam tirtha kamandalu, utpeti bhatara Gangga, Stmratan mancur muncrat, angilangaken dasa malaning jadma Kenem spanmg dewa, manusa wisesa, tirtha hening tan pamignaning Sang Hyang Saraswati Om Gangga Sindhu spatika ya rmmah". selengkapnya

Agama Merupakan Benteng Keluarga Bahagia

kategori: Artikel Baru
Untuk membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera, kekal, peranan agama menjadi sangat penting. Ini sesuai dengan apa yang tersirat dalam Kitab Suci Veda “Moksartham Jagat hita ya ca iti dharma”, artinya agama atau dharma bertujuan untuk membina kehidupan yang sehjahtera lahir dan bathin. Dlam hubungan ini ajaran agama tidak cukup hanya diketahui dan dipahami tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam anggota keluarga, sehingga benar-benar dapat mencerminkan suatu kehidupan yang penuh dengan ketentraman, kedamaian dan keamanan, yang dijiwai oleh dan tuntunan agama. selengkapnya

Makna Nyepi Dalam Kehidupan Berbisnis

kategori: Hari Suci
Berbisnis itu sesungguhnya suatu pilihan, hidup untuk mengembangkan din menjadi abdi masyarakat dalam membangun kesejahteraan bersama. Dan pengabdian para pembisnis kepada masyarakat itulah pembisnis diharapkan memperoleh kesejahteraan hidup yang layak. Hal ini yang disebut memutar roda yadnya atau cukin yadnya. Kalau usaha bisnis itu tidak mendapatkan citra baik dalam masyarakat maka usaha usaha bisnis itu tidak akan laku. Dalam diri manusia ada dua dorongan yang selalu bertarung untuk saling menguasai diri manusia. Ada kecenderungan kekerasan yang disebabkan panca klesa dan ada dorongan kedewaan untuk mengutarakan citta. selengkapnya

Perlu Ketetapan Hati Menegakkan Catur Warna

kategori: Artikel Pilihan
Sesungguhnya permasalahan Catur Warna tidak begitu mementingkan adanya bhisama dari Sabha Pandita PHDI Pusat. Karena menurut ketentuan Manawa Dharmasastra XII.108 sampai dengan 114 bahwa yang patut dibhisamakan oleh Brahmana Sista yang duduk di Parisada adalah hal-hal (dharma) yang belum jelas dinyatakan dalam kitab suci. Mengenai filosofi dan konsepsi Catur Warna sesungguhnya sudah sangat jelas dalam kitab suci maupun kitab-kitab susastranya. Karena tradisi kasta yang bertentangan dengan ajaran Catur Warna demikian dalamnya masuk ke dalam tradisi umat Hindu maka banyak pihak mengusulkan agar pengertian Catur Warna yang benar menurut kitab suci dibhisamakan. Langkah ini semata-mata untuk lebih menegaskan bahwa apa yang diajarkan dalam kitab suci mengenai Catur Warna itulah yang benar. selengkapnya