Artikel Terbaru

Dana Punia, Prioritas Beragama di Zaman Kali

kategori:
Ada lima bal yang wajib dijadikan dasar pertimbangan untuk mengamalkan agama (dharma) agar sukses (Dharmasiddhiyartha). Hal itu dinyatakan dalam Manawa Dharmasastra VII.10. Lima dasar pertimhangan itu adalah iksha, sakti, desa kala dan tattwa. Iksha adalah pandangan hidup masyarakat setempat, sakti adalah kemampuan, desa adalah aturan rohani setempat, kala (waktu) dan tattwa (hakikat kebenaran Weda). selengkapnya

Siwaratri Intisari Veda

kategori: Artikel Baru
Siwaratri adalah Malam Siwa malam perenungan pada Siwa, Tuhan Yang Maha Esa. Perayaan Siwaratri dilaksanakan pada hari "Caturdasi Tilemmg Sasih Kapitu" yang merupakan malam tergelap (malam ke-14) terjadi selama kurun waktu 1 (satu) tahun. Penggambaran tentang "kegelapan atau kebodohan" manusia mengenai pengetahuan Ketuhanan. Perihal hubungannya dengan pelaksanaan Siwaratri, kembalikan dahulu diri semasa kanak-kanak selengkapnya

Karma dan Punarbawa Bagaikan Roda Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu yang bersumber pada kitab suci Veda, memberikan tuntunan berbagai aspek kehidupan bagi umat, dalam mengarungi samudra mayapada yang penuh dengan berbagai tantangan dan kesulitan hidup. Veda merupakan himpunan wahtu Tuhan Yang Maha Esa, yang menjadi pedoman bagi umat Hindu, karena meyakini bahwa penjelmaan sebagai manusia merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik, lebih mulia dan lebih sempurna. Bila manusia tidak berupaya memperbaiki diri, tidak mampu meningkatkan kwalitas dirinya, maka mereka akan kembali menjelma ke dunia fana ini, tumimbal lahir berulang kali yang disebut dengan Punarbhawa atau inkarnasi. selengkapnya

Dana Punia "Mengapa Kita Harus Berbagi"

kategori: Artikel Pilihan
Pekerjaan yang sangat sulit untuk dilaksanakan dengan ikhlas adalah menyumbangkan sebagian dari harta yang kita miliki. Kenapa? Ya, karena kekayaan itu kita peroleh dengan susah payah. Disamping itu kita sering sangat terikat dengan apa yang kita miliki. Oleh karena itu, berat rasanya bila harus menyisihkan sebagian dari kekayaan itu untuk dibagikan kepada orang lain. Demikian antara lain yang dapat kita pelajari dari perikan sloka di atas. Bila demikian halnya, mengapa kitab-kitab suci selalu menganjurkan umat untuk selalu melakukan dana punia? Bahkan salah satu keputusan Maha Sabha PHDI Pusat yang dilaksanakan di Lombok beberapa waktu lalu, menginginkan agar kegiatan Dana Punia telah dimasyarakatkan dan ditingkatkan. selengkapnya

Berbakti Kepada Guru

kategori: Artikel Pilihan
Menyebut kata Guru terbayang dalam benak adalah dia seorang pendidik, tempat menimba ilmu pengetahuan seorang yang berdiri dldepan kelas dan mengajarkan sesuatu dan seorang yang selalu disebut bapak maupun ibu. Seorang guru adalah orang yang dituakan. Tidak perlu ditanya umurnya berapa, tetapi jika menyandang predikat guru dia adalah orang yang dituakan karena jnana werdha yaitu dianggap tua karena memiliki ilmu pengetahuan dalam bidangnya. selengkapnya

Mengalah Menuntut Keberanian

kategori: Artikel Pilihan
Mengalah seringkali menjadi tantangan besar bagi kita. Tak semua orang berani mengalah. Untuk mengalah, bagi sementara orang juga berarti pertempuran sengit didalam. Ia tentu menimbulkan konflik batin hingga intensitas dan dalam jangka waktu tertentu. Mengalah merupakan suatu bentuk dari keberhasilan dalam 'pengendalian diri'. Memang, ada yang mempunyai watak bawaan gampang mengalah; sementara mungkin lebih banyak yang mengalami kesulitan untuk mengalah. Sesungguhnya, ia bukanlah suatu watak bawaan semata, akan tetapi dapat dilatih. Dalam konteks ini, seni mengalah juga dapat disebut sebagai seni olah batin. selengkapnya

Karma Sebagai Swadharma Menuju Kebahagiaan Bersama

kategori: Artikel Baru
Dalam kehidupan manusia tidak bisa sendirian. Antara satu orang dengan orang-orang lain saling terkait. Yang satu dengan yang lainnya saling membantu dan saling bekerja sama. Jika salah satu macet, maka yang lainnya akan berpengaruh. Bisa juga kemacetan total akan muncul. Jika hal itu terjadi, itu tak diinginkan dalam hidup kebersamaan. Untuk itu, setiap insan mesti dapat memaknai karma atau kerja itu sendiri. selengkapnya

Brahmacari: Masa Menuntut Ilmu

kategori: Artikel Baru
Dalama Agama Hindu, kehidupan dibagi berdasarkan jenjang kehidupan yang mesti dilalui sesuai dengan tingkatan-tingkatan yang disebut dengan Catur Asrama. Jenjang kehidupan manusia berdasarkan alas tatanan rohani, waktu, umur dan sifat perilaku manusia. Catur Asrama berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu dari kata Catur dan Asrama. Catur berarti empat dan Asrama berarti tempat atau lapangan "Kerohanian". Kata Asrama sering juga dikaitkan dengan jenjang kehidupan. Jenjang Kehidupan itu berdasarkan atas tatanan rohani, waktu, umur, dan sifat perilaku manusia. selengkapnya

Keagungan Karna Sebagai Ksatria dan Dermawan

kategori:
Pada hari ke-17 perang besar Bharathayudha (Mahabharatha) mendekati usai, dengan kalahnya/robohnya Karna di medan perang. Para Pandawa bergembira merayakan kemenangan besar tersebut. Sebaliknya, Kaurawa merasa kehilangan harapan sama sekali, sebab Karna adalah kstria utama andalan mereka. Para Pandawa bersuka-cita atas kalahnya lawan berat mereka. Tetapi Krishna duduk terpisah dan tampak tenggelam dalam kesedihan. Arjuna datang mendekatinya dan bertanya, kenapa beliau merasa sedih pada hari yang seyogyanya mereka patut bersuka-cita dalam menyambut kemenangan. Krishna memberitahu Arjuna bahwa Negara Bharatha telah kehilangan prajurit/ksatrianya yang sangat utama pada hari itu. Pahlawan yang telah membawa kejayaan dan nama baik Negara Bharatha, telah roboh menyedihkan. Aku merasa sedih karena Negara telah kehilangan seorang pahlawannya yang begitu besar. selengkapnya

Sanghyang Aji Saraswati Sebagai Dewi Kata-Kata

kategori: Artikel Baru
Dewi Saraswati disamping di agungkan sebagai Dewi yang menurunkan ilmu penngetahuan dan kebijaksanaan, juga di agungkan dan di sembah oleh beberapa sekta. Dewi Saraswati di dalam kasusastraan Weda juga mencantumkan bahwa Dewi Saraswati sebagai Dewi kebijakan dan ilmu pengetahuan sangat dihormati oleh para sisia di pesraman. Dalam zaman Weda Juga Hyang Saraswati diwujudkan sebagai Dewi Beji atau Tukad yang memberikan air yang melimpah sepanjang zaman kepada manusia. Lebih terkenal lagi Dewi Saraswati disebut Dewi kebijakan dan Dewi ilmu pengetahuan. selengkapnya