Artikel Terbaru

Bima Tokoh Jujur

kategori: Artikel Baru
Bima adalah anak kedua dari Kunti dengan Pandu, tapi Bima lahir dari peyatuan Kunti dengan Dewa Bayu atau Dewa Angin. Nama lai dari tokoh Bima adalah Raden Werkodara, Bhimasena, Bayusuta dan dalam konteks pewayangan di Bali sering disebut Anak Agung Made. Bima yang lahir dari jelmaan Dewa Bayu (Dewa tenaga nafas) ini indentik dengan simbol dari kekuatan yang dimiliki oleh tokoh Bima. Bayu atau Angin mempunyai Kekuatan untuk menghancurkan dunia mungkin hanya beberapa detik. selengkapnya

Ilmu Tak Diterapkan Menjadi Racun

kategori: Hari Suci
Perayaan Hari Raya Saraswati pada hari Saniscara Umanis Wuku Watugunung adalah sebagai perayaan untuk mengingatkan umat Hindu agar selalu mencari ilmu pengetahuan sebagai sahabat yang paling utama dalam hidup ini. Artinya, terus belajar mencari ilmu pengetahuan selama hidup di dunia ini. Sedangkan hari Banyu Pinaruh pada hari Redite Paing Wuku Sinta untuk mengingatkan agar umat Hindu mendayagunakan ilmu pengetahuan suci itu sebagai dasar menyelenggarakan kehidupan. selengkapnya

Ayurveda Sebagai Ilmu Kedokteran Hindu

kategori:
Belum banyak orang yang mengetahui bahwa Ayurweda merupakan kitab kedokteran Hindu. Ayurveda diakui para ahli kedokteran modern sebagai suatu sistem pengobatan, dalam pengertian bahwa sistematisasi dan penerapan pengetahuannya khusus mengenai kesehatan dan penyakit, terutama yang menyangkut keadaan keseimbangan dan ketidakseimbangan yang terjadi di dalam tubuh, serta bagaimana cara untuk memperbaiki dan mengen¬dalikan keadaan tidak seimbang itu agar pulih kemballi menjadi seimbang. Di dalam kitab ini ditekankan bahwa prinsip pengo-batannya adalah preventif atau pencegahan, bukan pengobatan atau terapi. selengkapnya

Demokrasi dalam Arthasastra

kategori: Artikel Baru
Atas dasar pengertian, unsur-unsur dan nilai-nilai demokrasi tersebut tulisan ini mencoba menelusuri unsur-unsur negara dalam'buku Arthasastra yang mengandung (benih) aspek atau nilai demokrasi dalam Arthasastra. Untuk itu penelusuran diawali dari pengertian negara yang didefinisikan oleh kautilya Kautnya merumuskan negara sebagai suatu kumpulan dari bermacam-macam masyarakat yang diwujudkan atas dasar prinsip-prinsip militer dan dharma negara melam-bangkan dharma yang universal, yaitu suatu perlambang yang berisikan kebebasan individu. Bagi Kautilya, dharma adalah konsep yang bersifat etis. Dalam konteks individu dharma adalah swadharma atau kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab; dalam konteks kemasyarakatan ia adalah solidaritas sosial; dalam konteks agama yang dipeluk masyarakat ia adalah realisasi diri yang disebut moksa; dan dalam konteks vyavahara, charitra dan peraturan yang diundangkan dharma adalah keadilan. Kautilya meng-anjurkaan agar negara dibangun berdasarkan empat kaki hukum: dharmasastra atau hukum suci, vyavahava atau kesaksian, caritra atau sejarah atau tradisi, dan sasana atau maklumat raja-raja. selengkapnya

Okestra Kasih Sayang Dewi Gangga

kategori: Artikel Baru
Interval kehidupan manusia amat pendek (kadi kedapning kilat). Jika^oleh dibandingkan dengan umur alam semesta, maka umur manusia tidak lebih besar dari waktu yang dibutuhkan elektron untuk mengelilingi inti atom, sebuah satuan waktu yang teramat singkat. Namun dalam jeda itu kehidupan manusia sering hadir dengan warna yang khas untuk mengkonstruksi pelangi peradaban dunia, yang kadang cerah, indah dan mempesona, namun sering juga hadir dengan warna kelabu. selengkapnya

Konsep Taksu dalam Berkesenian dan Kreativitas Seni

kategori: Artikel Pilihan
Jika ditanya apa yang menjadi penentu keberhasilan sebuah pergelaran atau penciptaan seni, hampir dapat dipastikan warga masyarakat Hindu-Bali akan menjawabnya dengan taksu. Masyarakat Bali pada umumnya memandang taksu sebagai kekuatan yang dapat memberi kecerdasan dan kewibawaan kepada pemiliknya Jiwa dan daya pikat bagi karya seni' Pergelaran atau ciptaan seni yang kemasukan taksu akan menjadi hidup dan berjiwa sehingga dapat menggetarkan perasaan para penikmatnya. Sebaliknya, tanpa taksu semuanya itu akan menjadi hampa dan hambar sehingga sulit untuk dinikmati. selengkapnya

Perselingkuhan Kekuasaan dalam Itihasa

kategori: Artikel Pilihan
Ramayana sejatinya banyak memberikan makna khususnya perilaku Rahwana berkuasa sebagai raja. Melalui kekuasaannya Rahwana menculik Sita untuk dijadikan istri, perbuatan ini tentu sangat bertentangan dengan ajaran Dharma. Persistiwa ini sebagai cikal bakal pecahnya perang di Alengka. Sebelum perang dimulai Rahwana berusaha menyeling Sugriwa melalui utusannya. Sang utusan menyampaikan; bahwa Rahwana akan memberikan jabatan yang bagus dan berbagai jenis kekayaan asal mau bergabung dengan Rahwana. Walaupun dengan bermacam jenis siasat liciknya, Sugriwa tetap bertahan kepada pendirian yaitu berpihak kepada Rama. Sugriwa dalam wujud jasmaniah berupa kera mampu berpikir cerdas spiritual, ia begitu setia kepada sahabat yang sangat memegang teguh ajaran Dharma, sehingga ia tidak mudah untuk disogok, mengorbankan kehormatan untuk mendapatkan berbagai macam kekuasaan maupun harta benda. selengkapnya

Yudistira Simbol Kebenaran

kategori: Artikel Pilihan
Yudistira adalah putra Kunti yang lahir dari penyatuan Kunti dengan Dewa Darma (dewa keadilan, dewa kebenaran). Kunti mengundang Dewa Uarma memang atas saran Pandu untuk bisa mempunyai anak. Kunti mampu mengundang semua dewayang dikehendaki, karena ia mempunyai mantra rahasia anugrah seorang pertapa yang bernama Durwasa. selengkapnya

Pahala Anak Patuh Kepada Orang Tua

kategori: Artikel Baru
Dalam melakukan apa saja, seyogianya seorang anak terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari ayah dan ibunya. Serta senantiasa melakukan sesuatu yang membahagiakan gurunya. Selama masih hidup, ayah dan ibu hendaknya didudukkan sebagai guru oleh anak-anaknya. selengkapnya

Cinta Kasih

kategori: Artikel Baru
Kata cinta kasih berasal dari kata "cinta" dan "kasih". Hal ini merupakan dua pasangan kata dimana satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Secara harfiah kata cinta mengandung pengertian suka sekali, sayang benar, terpikat atau kasih sekali, ingin sekali, berharap sekali, rindu dan kasih sayang. Sedangkan kata "kasih" mengandung pengertian perasaan sayang karena suka atau cinta, juga berarti belas kasihan. Jadi kata cinta kasih ini mengandung pengertian adalah suatu kerinduan yang mendalam atau rasa kasih sayang yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. selengkapnya