Artikel Terbaru

Artha

kategori: Artikel Baru
Artha merupakan milik, artha benda, kekayaan, segala material sebagai sadhana bagi umat Hindu. Artha juga diartikan tujuan. Cara mendapatkan artha adalah dengan cara kebaikan berlandaskan dharma dan snkerta, dengan cara bekerja yang ulet, bekerja yang rajin, bekerja sebagai buruh, bekerja sebagai pegawai negeri sipil maupun sebagai pegawai swasta, dengan cara berjualan/berdagang, dengan cara mohon bantuan kepada yang iklas membantu dan sebagainya. selengkapnya

“Tenget”-nya Pura Petitenget

kategori: Artikel Baru
Pura Petitenget berlokasi di tempat strategis, tak jauh dari pinggir Pantai Petitenget, pantai yang berpasir putih. Di jaba sisi terdapat tempat parkir yang cukup luas. Memasuki areal pura, pemedek melewati jalan di sebelah selatan pura dan keluar melalui jalan utara pura. Di halaman terluar pura berdiri wantilan yang cukup besar. selengkapnya

Nyepi: Mengintip saldo "rekening" kehidupan

kategori: Hari Suci
Perbuatan baik akan mendatangkan pahala yang baik, sedangkan perbuatan yang tidak baik pasti mendatangkan pahala yang juga tidak baik. Sisa atau saldo hasil perbuatan (karmaphala) setiap makhluk berupa sancita karmaphala akan menjadi takdirnya dalam kehidupan berikutnya. selengkapnya

Ogoh-ogoh Gaya Khas Hindu "MELAWAN" Setan

kategori: Upacara
Sejak beberapa tahun terakhir, umat Hindu di Bali yang kemudian diikuti juga oleh umat Hindu diluar Bali, setiap datangnya hari raya Nyepi selalu mengadakan pawai ogoh-ogoh atau pawai figur simbolis Bhuta Kala yang diadakan sehari sebelum hari raya Nyepi tiba atau hari peringatan Tahun Baru Saka.Tahun ini hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 07 Maret 2008 berarti pawai ogoh-ogoh diadakan pada tgl 06 Maret 2008. Pawai ogoh-ogoh sesungguhnya adalah pawai budaya. Hanya saja karena acara pawai budaya tsb bernafaskan Tattwa atau Filsafat Hindu alias merupakan implementasi dari konsep agama Hindu dalam memerangi segala bentuk kekuatan negatif abstrak (niskala), mengingat figur ogoh-ogoh tsb merupakan personifikasi dari berbagai jenis mahkluk alam bawah yang dipercaya membawa aura negatif yang dalam bahasa Hindu disebut Bhuta Kala (bhs. Jawa: Buto Kolo) atau bahasa umumnya biasa disebut setan, sehingga dengan demikian secara kacamata Hindu pawai ogoh-ogoh tsb bukanlah budaya murni sebagaimana pengertian umum yang berkonotasi sekuler. selengkapnya