Artikel Terbaru

Filosofis Umbul-Umbul

kategori: Artikel Pilihan
Umbul-umbul adalah salah satu perangkat dalam sebuah tempat suci/Parhyangan. Dilihat dari bentuknya yang unik dan menarik memberikan inspirasi pada masyarakat untuk membuat padanannya sehingga dimungkinkan untuk digunakan dalam konteks yang bersifat profan. selengkapnya

Makna Etika Upacara Nyepi untuk Pengendalian Diri

kategori: Hari Suci
Agama Hindu untuk umat manusia yang menganut ajaran pustaka Suci Weda yang diwahyukan oleh Sang Hyang Widhi, Agama Hindu juga mempunyai kerangka yang terdiri dari: Tatwa (filsafat), Susila (etika), dan Upacara (ritual). Ketiga hal tersebut merupakan suatu kesatuan yang utuh tidakbisa dipisahkan satu sama lainnya. Filsafat, etika dan upacara harus dipahami, dihayati, dan dilaksanakan agar tujuan agama Hindu bisa tercapai. Tujuan agama Hindu itu tiada lain, untuk mencapai kedamaian rohani dan kesejahteraan hidup jasmani. Dalam pustaka suci disebut dengan Moksartham Jagadhitaya Ca iti Dharma yang artinya dharma (agama) untuk mencapai moksa dan menapai kesejahteraan hidup, moksa juga disebut juga mukti yang artinya mencapai kebebasan jiwatman atau kebahagiaan rohani yang langgeng (Upadesa: 2001, 5). selengkapnya

Dharma Membuka Dama

kategori: Artikel Baru
Dharma merupakan kata pembuka dari kitab suci Bhagawad Gita maupun Sarasamuscaya. Tentu hal ini nampaknya bukanlah suatu yang terjadi secara kebetulan atau tanpa maksud dari Sang Maha Kawi. Ada Ada suatu makna yang sangat mendalam dari kata Dharma yang ingin disampaikan melalui kitab suci Hindu ini. Telah begitu banyak dari orang-orang terpelajar yang memberi makna dharma, namun hal ini nampaknya belum cukup memberikan makna secara utuh dari kata dharma itu. Ada yang mengartikan sebagai penyangga, penopang, kewajiban, kebenaran, dan lain sebagainya. Yang terakhir dan nampaknya lebih dapat diterima adalah definisi yang diberikan oleh Drs. I Gede Sura yang menyatakan sebagai segala upaya atau usaha yang dilakukan oleh manusia dalam mencapai atau mendapatkan kerahayuan. selengkapnya

Dana Punia, Prioritas Beragama di Zaman Kali

kategori:
Ada lima bal yang wajib dijadikan dasar pertimbangan untuk mengamalkan agama (dharma) agar sukses (Dharmasiddhiyartha). Hal itu dinyatakan dalam Manawa Dharmasastra VII.10. Lima dasar pertimhangan itu adalah iksha, sakti, desa kala dan tattwa. Iksha adalah pandangan hidup masyarakat setempat, sakti adalah kemampuan, desa adalah aturan rohani setempat, kala (waktu) dan tattwa (hakikat kebenaran Weda). selengkapnya

Siwaratri Intisari Veda

kategori: Artikel Baru
Siwaratri adalah Malam Siwa malam perenungan pada Siwa, Tuhan Yang Maha Esa. Perayaan Siwaratri dilaksanakan pada hari "Caturdasi Tilemmg Sasih Kapitu" yang merupakan malam tergelap (malam ke-14) terjadi selama kurun waktu 1 (satu) tahun. Penggambaran tentang "kegelapan atau kebodohan" manusia mengenai pengetahuan Ketuhanan. Perihal hubungannya dengan pelaksanaan Siwaratri, kembalikan dahulu diri semasa kanak-kanak selengkapnya

Karma dan Punarbawa Bagaikan Roda Kehidupan

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu yang bersumber pada kitab suci Veda, memberikan tuntunan berbagai aspek kehidupan bagi umat, dalam mengarungi samudra mayapada yang penuh dengan berbagai tantangan dan kesulitan hidup. Veda merupakan himpunan wahtu Tuhan Yang Maha Esa, yang menjadi pedoman bagi umat Hindu, karena meyakini bahwa penjelmaan sebagai manusia merupakan kesempatan emas untuk memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik, lebih mulia dan lebih sempurna. Bila manusia tidak berupaya memperbaiki diri, tidak mampu meningkatkan kwalitas dirinya, maka mereka akan kembali menjelma ke dunia fana ini, tumimbal lahir berulang kali yang disebut dengan Punarbhawa atau inkarnasi. selengkapnya

Dana Punia "Mengapa Kita Harus Berbagi"

kategori: Artikel Pilihan
Pekerjaan yang sangat sulit untuk dilaksanakan dengan ikhlas adalah menyumbangkan sebagian dari harta yang kita miliki. Kenapa? Ya, karena kekayaan itu kita peroleh dengan susah payah. Disamping itu kita sering sangat terikat dengan apa yang kita miliki. Oleh karena itu, berat rasanya bila harus menyisihkan sebagian dari kekayaan itu untuk dibagikan kepada orang lain. Demikian antara lain yang dapat kita pelajari dari perikan sloka di atas. Bila demikian halnya, mengapa kitab-kitab suci selalu menganjurkan umat untuk selalu melakukan dana punia? Bahkan salah satu keputusan Maha Sabha PHDI Pusat yang dilaksanakan di Lombok beberapa waktu lalu, menginginkan agar kegiatan Dana Punia telah dimasyarakatkan dan ditingkatkan. selengkapnya

Berbakti Kepada Guru

kategori: Artikel Pilihan
Menyebut kata Guru terbayang dalam benak adalah dia seorang pendidik, tempat menimba ilmu pengetahuan seorang yang berdiri dldepan kelas dan mengajarkan sesuatu dan seorang yang selalu disebut bapak maupun ibu. Seorang guru adalah orang yang dituakan. Tidak perlu ditanya umurnya berapa, tetapi jika menyandang predikat guru dia adalah orang yang dituakan karena jnana werdha yaitu dianggap tua karena memiliki ilmu pengetahuan dalam bidangnya. selengkapnya

Mengalah Menuntut Keberanian

kategori: Artikel Pilihan
Mengalah seringkali menjadi tantangan besar bagi kita. Tak semua orang berani mengalah. Untuk mengalah, bagi sementara orang juga berarti pertempuran sengit didalam. Ia tentu menimbulkan konflik batin hingga intensitas dan dalam jangka waktu tertentu. Mengalah merupakan suatu bentuk dari keberhasilan dalam 'pengendalian diri'. Memang, ada yang mempunyai watak bawaan gampang mengalah; sementara mungkin lebih banyak yang mengalami kesulitan untuk mengalah. Sesungguhnya, ia bukanlah suatu watak bawaan semata, akan tetapi dapat dilatih. Dalam konteks ini, seni mengalah juga dapat disebut sebagai seni olah batin. selengkapnya

Karma Sebagai Swadharma Menuju Kebahagiaan Bersama

kategori: Artikel Baru
Dalam kehidupan manusia tidak bisa sendirian. Antara satu orang dengan orang-orang lain saling terkait. Yang satu dengan yang lainnya saling membantu dan saling bekerja sama. Jika salah satu macet, maka yang lainnya akan berpengaruh. Bisa juga kemacetan total akan muncul. Jika hal itu terjadi, itu tak diinginkan dalam hidup kebersamaan. Untuk itu, setiap insan mesti dapat memaknai karma atau kerja itu sendiri. selengkapnya