Artikel Terbaru

Yudistira Simbol Kebenaran

kategori: Artikel Pilihan
Yudistira adalah putra Kunti yang lahir dari penyatuan Kunti dengan Dewa Darma (dewa keadilan, dewa kebenaran). Kunti mengundang Dewa Uarma memang atas saran Pandu untuk bisa mempunyai anak. Kunti mampu mengundang semua dewayang dikehendaki, karena ia mempunyai mantra rahasia anugrah seorang pertapa yang bernama Durwasa. selengkapnya

Pahala Anak Patuh Kepada Orang Tua

kategori: Artikel Baru
Dalam melakukan apa saja, seyogianya seorang anak terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari ayah dan ibunya. Serta senantiasa melakukan sesuatu yang membahagiakan gurunya. Selama masih hidup, ayah dan ibu hendaknya didudukkan sebagai guru oleh anak-anaknya. selengkapnya

Cinta Kasih

kategori: Artikel Baru
Kata cinta kasih berasal dari kata "cinta" dan "kasih". Hal ini merupakan dua pasangan kata dimana satu dengan yang lainnya saling berhubungan. Secara harfiah kata cinta mengandung pengertian suka sekali, sayang benar, terpikat atau kasih sekali, ingin sekali, berharap sekali, rindu dan kasih sayang. Sedangkan kata "kasih" mengandung pengertian perasaan sayang karena suka atau cinta, juga berarti belas kasihan. Jadi kata cinta kasih ini mengandung pengertian adalah suatu kerinduan yang mendalam atau rasa kasih sayang yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam. selengkapnya

Ilmu Sumber Penyucian Yang Paling Utama

kategori: Artikel Pilihan
HARI Raya Saraswati adalah hari raya untuk mengingatkan umat Hindu untuk memuja Tuhan sebagai sumber dan pencipta ilmu pengetahuan. Pemujaan Tuhan sebagai pencipta ilmu pengetahuan untuk memotivasi umat agar senantiasa mencari ilmu untuk memeli-hara dan mengembangkan ilmu pengetahuan tersebut. selengkapnya

Renungan Menyambut Hari Suci Siwaratri

kategori: Hari Suci
Apabila kita membaca secara seksama sumber-sumber kitab suci yang memuat ajaran tentang Siwaratri seperti Siwa Purana, Padma Purana, Skanda Purana, Garuda Purana, di samping kitab Siwaratri Kalpa sendiri, segera kita mengetahui bahwa ada landasan tattwa yang mendasari ajaran tersebut. Sejumlah kata kunci dalam kaitannya dengan Siwaratri misalnya turu (tidur), tutur (sadar), lupa (lupa), papa (kesengsaraan), punya (kemuliaan), tapa (pengendalian diri), dan brata (janji diri) selengkapnya

Pohon Sami, Rambut Dewa Brahman

kategori: Artikel Pilihan
Prosopis dalam bahasa Yunani beram tidak jelas. Spicigera diambil aan nama Adrian Von der Spigel seorang dokter pada abad keenambelas, Bahasa Sansekerta Shami artinya (buah) polong. Weda memberkati pohon Shami dengan sifat yang mengandung api. Sebuah legenda dalam Reg Weda menceriterakan bahwa Pururavas, leluhur raja-raja dari ras Bulan, termasuk Kurawa dan Pandawa, membuat api yang mula-mula dari zaman purba dengan menggosokkan dua buah cabang pohon yaitu Shami dan Ashvatta (Ficus Religiosa) bersama-sama. selengkapnya

Pohon Kapuk, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
seperti lengan-lengan yang terentang. Kenyataannya pohon tersebut terlihat seperti sebuah tempat lilin yang bercabang-cabang dengan posisi terbalik. Kulit kayu pada tanaman yang masih muda berwarna hijau dan batangnya dilapisi dengan duri-duri tajam yang berbentuk kerucut. Setelah usianya tua, kulit kayunya berubah warna menjadi abu-abu muda. Daun-daunnya berbentuk seperti ujung tombak, tersusun seperti jari-jari tangan, dan berguguran sebelum pohon ini berbunga. batangnya. selengkapnya

Hari Raya Nyepi dalam Perspektif Tri Hita Karana

kategori: Hari Suci
Hari suci atau hari raya merupakan hari yang diperingati secara istimewa berdasarkan keyakinan umat Hari suci atau hari raya mempunyai makna dan fungsi yang sangat penting sebagai penuntun dalam mengarungi dunia kehidupan ini. Hari Raya Nyepi merupakan Hari Raya yang dilaksanakan setiap tahun yaitu sehari setelah Tileming Sasih Kesanga. selengkapnya

Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Sebuah legenda dalam Wisnu Purana menceriterakan tentang seorang raja yang mempunyai seorang putri yang cantik jelita dan lemah lembut bernama Parijata. Sang Putri telah jatuh cinta kepada Dewa Surya, Sang Matahari. "Tinggal kan kerajaanmu dan jadilah milikku." kata Sang Matahari dengan penuh hasrat. Dengan penuh kepatuhan Parijata menanggalkan jubah kebangsa-wanannya dan mengikuti kekasihnya. Namun Sang Matahari mulai bersikap dingin setelah ia bosan kepada Parijata dan kemudian segera terbang kembali ke langit meninggalkan Sang Putri. selengkapnya

Yang Dikalahkan Asmara

kategori:
Kedudukan Kama-Ratih di kerajaan Indraloka tidaklah tinggi. Dalam bahasa sekarang bisa disebut menengah ke bawah. Karena itu, suami-isteri itu bisa disuruh-suruh oleh dewa-dewa atasannya. Jenis suruhan tentu disesuaikan dengan bidang keahliannya, yaitu asmara. Misalnya, ketika Dewi Uma sangat merindukan suaminya, Shiwa, yang sedang bertapa, ia menyuruh Dewa Kama untuk melakukan suatu mission impossible. Misinya adalah membuat Shiwa merindukan isterinya, sehingga ia pulang. selengkapnya