Artikel Terbaru

Nilai-Nilai Agama Hindu dan Pencerahan Manusia

kategori: Artikel Baru
Ajaran agama Hindu adalah wahyu yang bersumber dari Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Semua wahyu Tuhan dihimpun dalam kitab suci Veda, yaitu yang terdiri dari Rgveda, Samaveda, Yajurveda dan Atharvaveda. Sedangkan Veda Smrti merupakan penjabaran dari Veda Sruti yang memberikan penjelasan terhadap hal-hal tertentu yang berkenaan dengan hukum-hukum Hindu. Di samping Veda Sruti dan Smrti, ada juga yang menjelaskan berbagai pokok ajaran agama Hindu, seperti Dharmasastra, Itihasa, Purana dan sebagainya. Sesuai dengan formulanya, agama Hindu mempunyai tujuan yang sangat mulia dan konkrit, yaitu tujuan yang tidak saja meliputi aspek-aspek material, melainkan juga tujuan dalam aspek-aspek spiritual. Agama Hindu mengajarkan kepada umatnya, agar di dalam kehidupannya bersikap dan berperilaku yang baik; yakni berpikir, berkata dan berbuat untuk bertindak berpedoman pada ajaran agama. selengkapnya

Anggara Kasih Wujud Misi Perdamaian dan Kasih Sayang

kategori: Hari Suci
Anggara secara harafiah terjemahan bebasnya adalah mengulurkan atau memberikan. Sedangkan kasih adalah adalah damai/shanti. Kasih juga bisa diartika sebagai perwujudan cinta tak bersyarat. Seperti kasih sayang orang tua kita kepada anaknya. Cinta kasih orang tua kepada anaknya tidak selalu mengharapkan imbalan. Begitulah juga seharusnya kasih sayang umat manusia kapada pencita-Nya. Tuhan (Ida Sang Hyang) memelihara umat manusia dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh-Nya secara Cuma-Cuma. Air, udara, matahari, tanah, api, tumbuh-tumbuhan, semua fasilitas itu kita nikmati secara gratis. Karena kasih-Nya yang tidak terbatas, beliau tidak pernah menuntut agar fasilitas itu dibayar oleh umat manusia. selengkapnya

Memaknai Hari Raya Galungan

kategori: Hari Suci
Hari raya Galungan memang dirayakan sebagai hari raya kemenangĀ­an Dharma melawan Adharma, kalahnya keangkaramurkaan yang oleh Mpu Sedah disebut sebagai "Kadung gulaning parangmuka" lebih jauh dijeĀ­laskan musuh yang dimaksud adalah musuh-musuh yang ada pada diri manusia yang terlebih dahulu harus dikalahkan. Musuh dimaksud adalah: kenafsuan (kama), kemarahan (kroda), keserakahan (mada),'irihati (irsya) atau semua tergolong dalam sadripu maupun Satpa Timira. selengkapnya

Daksina Satu Syarat Satwika Yadnya

kategori: Upacara
Ketika kita menyebut daksina, dalam benak orang Bali yang awam akan terbayang satu bentuk jejahitan yang berbentuk serobong (silinder) terbuat dari daun kelapa yang sudah tua, dan isinya berupa beras, uang, kelapa, telur itik dan lain-lain. Ya, daksina tersebut adalah sesajen yang dibuat untuk tujuan kesaksian spiritual. Daksina adalah lambang Hyang Guru (Dewa Siwa) dan karena itu digunakan sebagai saksi Dewata. Sebenarnya pengertian daksina secara umum adalah suatu penghormatan dalam bentuk upacara dan harta benda atau uang kepada pendeta/ pemimpin upacara. Penghormatan ini haruslah dihaturkan secara tulus ikhlas. Persembahan ini sangat penting dan bahkan merupakan salah satu syarat mutlak agar yadnya yang diselenggarakan dapat disebut berkwalitas (satwika yadnya). selengkapnya

Air Sebagai Sumber Kesucian

kategori: Artikel Baru
Air merupakan suatu benda yang tidak bisa dipisahkan dari mahluk hidup dan kehidupan di muka bumi ini, yang merupakan sumber kehidupan bagi seluruh mahluk hidup tidak terkecuali. Begitu pula tanah sebagai tempat untuk berpijak semua mahluk hidup yang berfungsi sebagai ibu pertiwi tempat kembalinya segala sesuatu untuk melebur dan memusnah-kan segala kekotoran yang ada di muka bumi ini dan menjadi sumber air. Sehingga air merupakan segala bagi mahluk hidup, baik tumbuhan maupun hewan serta manusia sehari-hari sangat membutuhkan, bahkan untuk lebih lengkap dalam tubuh diperlukan ukuran tertentu, sehingga organ tubuh berfungsi dengan baik, karena mahluk hidup kalau tanpa air maka sangat menderita hidupnya karena kekeringan. selengkapnya

Peranan Agama dalam Kehidupan Berkeluarga

kategori: Artikel Baru
Dalam upaya membentuk keluarga bahagia, sehat, sejahtera dan kekal, peranan agama menjadi sangat penting. Ini sesuai dengan rumusan sloka yang disuratkan dalam ajaran Weda, yaitu "Moksartham Jagathitaya Ca Iti Dharma", artinya bahwa agama atau dharma itu bertujuan membina kehidupan yang sejahtera dan bahagia, atau bahagia secara lahir dan bathin. Dalam hubungan ini, ajaran agama tidak cukup hanya diketahui dan dipahami saja, akan tetapi harus diamalkan oleh setiap anggota keluarga, sehingga kehidupan dalam keluarga benar-benar dapat mencerminkan suatu kehidupan yang penuh dengan ketentraman, keamanan dan kedamaian, yang dijiwai oleh ajaran dan tuntunan agama. selengkapnya

Keutamaan Seorang Ibu

kategori: Artikel Baru
Hormat sembah bhakti pada ibu yang menuntun, mendidik tiada henti-nya laksana pohon beringin yang selalu memberikan perlindungan kesejukan tetap kokoh tanpa mengharapkan hasil, bak anak berada dipangkuan ibu yang dibelai rambutnya diberi siraman cerita membuat anak tenang, bahagia, damai hingga lupa dalam keheningan sebuah nasehat kata lembut, menyentuh rasa. Sungguh mulia kasih sayangmu ibu. Dengan apa aku membalas budhi kasihmu ibu? Senantiasa hormat itulah ucap Sarasamuscaya, apakah itu cukup. Ipidan meme taen nyatwa dugas ngelekadang iraga sekadi megantungan bok akatih (dulu ibu bercerita waktu melahirkan kita, bagaikan bergantung memakai rambut 1 batang). selengkapnya

Sang Hyang Kumara

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu sebagai agama wahyu pada hakikatnya memuat konsep-konsep kebenaran yang hakiki. Konsepsi itu dituangkan dalam kitab-kitab suci, baik dalam bentuk kakawin maupun tutur. Di samping itu bagi umat Hindu di Bali cara yang lazim, juga digunakan sebagai usaha menjembatani diri mereka dengan kebenaran yang tertinggi (Tuhan) adalah melalui yadnya. Agama Hindu yang sekarang diwarisi di Bali adalah sebuah perpaduan akulturatif antara tradisi kecil (budaya Bali) dengan tradisi besar (Hindu) yang datang dari India. Oleh karena agama Hindu merupakan hasil akulturasi maka beberapa tradisi lokal masih tetap bertahan hingga saat ini. Masuknya agama Hindu lebih banyak bersifat mempermulia apa yang telah ada di Bali. selengkapnya

Ajaran Saraswati di Era Globalisasi

kategori: Hari Suci
Hari suci Sarasswati adalah hari suci bagi agama hindu untuk memuja shakti personafikasi Tuhan sebagai pencipta (Brahma). Dalam kontes tradisi beragama, Dewai Saraswati adalah objek pemujaan dalam kaitannya dengan seni dan ilmu pengetahuan. Setidaknya ada dua pendapat tentang perayaan hari suci Saraswati, pendapat pertama menyatakan bahwa Saraswati merupakan peringatan atas turunya ilmu pengetahuan. Yang kedua ada yang menyatakan sebagai turunya Weda, kitab suci agama Hindu. selengkapnya

Dasa Mala

kategori: Artikel Baru
"Om Pakulun serda paduka Bhatara Surya Chandra Asunggam tirtha kamandalu, utpeti bhatara Gangga, Stmratan mancur muncrat, angilangaken dasa malaning jadma Kenem spanmg dewa, manusa wisesa, tirtha hening tan pamignaning Sang Hyang Saraswati Om Gangga Sindhu spatika ya rmmah". selengkapnya