Artikel Terbaru

Arti Sarana Persembahyangan

kategori: Upacara
Untuk melaksanakan sembahyang perlu adanya sarana sembahyang. Tanpa sarana, pelaksanaan persembahyangan rasanya bakti kita kepada Ide Sang Hyang Widhi kurang begitu hidmat. Sarana persembahyangan berasal dan isi alam semesta, berarti manusia menghaturkan suksemannig idepnya atas berlimpah ruahnya anugerah Tuhan. Sarana pada dasarnya berupa material seperti: 1. Bunga, daun, buah-buahan serta hasil bumi lainnya. 2. Api/Dupha. 3. Air (tirtha) ketiga sarana pokok tersebut mempunyai fungsi masing-masing. selengkapnya

Mereka yang Dapat Disebut ''Bhakta''

kategori: Artikel Baru
Orang yang berbhakti pada Tuhan disebut bhakta. Orang yang layak dapat disebut penyembah Tuhan yang disebut bhakta itu dinyatakan dalam pustaka suci Bhagawad Gita XII sloka 13 dan 14. Dalam Bhagawad Gita tersebut penyembah Tuhan yang baik disebut bhakta. Istilah bhakta ini dinyatakan dalam Bhagawad Gita XII. 14 baris ke 4 sbb.: Yo mad bhaktah sa me priyah. Artinya, ia sesungguhnya bhakta-Ku yang terkasih. Mereka yang disebut bhakta itu adalah yang samtusta atau selalu puas secara rokhani mensyukuri kenyataan hasil kerja yang dilakukan. selengkapnya

Sekta dan Sampradaya dalam Agama Hindu

kategori: Artikel Baru
Denominasi Hindu yang utama adalah Waisnavaisme, Sivaisme dan Saktaisme. Perbedaan terletak pada istadewata yang dipuja, derajat dari jalan untuk mencapai tujuan (pandangan masing-masing atas tiga yoga). Siva Siddhanta memberikan nilai yang sama jenis yoga. Vaisnava mengganggap karma dan jnana sebagai tangga untuk jalan bhakti. Sementara Smarta berpendapat moksha hanya dicapai melalui jnana yoga. selengkapnya

Catur Asrama untuk Pencegahan HIV/AIDS

kategori: Artikel Pilihan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mampu mengubah pola pikir dan tatanan kehidupan manusia. Jika pada zaman dahulu wawasan pemikiran manusia masih bersifat kedaerahan, belakangan ini hasil-hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong seseorang untuk berpikir dengan wawasan seluas-luasnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong pengembangan sarana transportasi, sehingga mampu memenuhi segala keinginan manusia untuk menjelajahi seluruh belahan dunia. Semua kemajuan tersebut pada akhirnya telah membawa dampak pada pola pikir/kecenderungan yang menganggap dunia ini sebagai satu-kesatuan yang integral, di mana antara satu belahan dunia dengan belahan dunia lainnya tidak lagi dibatasi oleh kondisi geografis yang selama ini menjadi pembatas dalam komunikasi antarorang-orang di satu wilayah tertentu dengan pihak-pihak yang berdiam pada wilayah tertentu lainnya. Kecenderungan ini dikenal dengan istilah kecenderungan global. selengkapnya

Uang dan Keadilan

kategori: Artikel Pilihan
Pada zaman Kali ini banyak oknum pejabat tidak menggunakan jabatannya untuk melayani rakyat. Padahal, rakyat memberikan mereka hidup dengan berbagai fasilitas hidup yang umumnya melebibi kebutuhan hidupnya yang wajar. Meskipun sudah demikian berlebihan, jabatan yang diberikan itu disalahgunakan juga untuk memperkaya diri. selengkapnya

Syarat Yadnya Berpahala Mulia

kategori: Upacara
Melakukan suatu kegiatan agama Hindu seperti melakukan yadnya tidak bisa terpisah-pisah. Beryadnya seharusnya dilakukan secara terpadu antara pikiran, perkataan dan perilaku. Ketiga hal itu wajib dilakukan tanpa mengistimewakan salah satunya. Kadang ada yang menyatakan bahwa yang penting pelaksanaan, bukan omongan saja. Ada juga yang menyatakan yang utama pikiran kita sudah baik. Ada juga yang menyatakan ucapan yang utama. Sesungguhnya ketiga hal itu memiliki kedudukan yang setara dan wajib terpadu. selengkapnya

Ilmu Pengetahuan Pembangkit Kesadaran Umat

kategori: Hari Suci
Umat Hindu memuja Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan setiap 210 hari sekali, yakni pada hari Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Perayaan hari raya Saraswati yang jatuh pada hari ini, apabila dicermati bermakna simbolik bahwa Sang Hyang Widhi dipercaya sebagai sumber ilmu pengetahuan. selengkapnya

Yadnya, Bentuk Keterpanggilan Orang Bali

kategori: Upacara
Belakangan ini beberapa orang Bali mulai mengeluh kalau menyambut hari raya Bali. Mengeluh beratnya beban yang harus dipikul, fisik maupun materi. Membayangkan pekerjaan bertumpuk yang harus diselesaikan. Bisa tidak bisa harus selesai. Mereka mulai marah, merengut dan pada hari H di mana semua persiapan telah selesai, bukan kebahagiaan yang diperoleh. Anggota keluarga lainnya pada diam karena lelah dan jengkel mengingat kemarahan yang dilontarkannya. Akan teruskah tiap hari raya disambut dengan merasa beban? Bisakah merasakan bahwa Tuhan, leluhur tidak pernah minta disajikan yang ''wah,'' yang termegah? Yang diajarkan dan yang diharapkan, ''Dengan cara apa pun kamu sembah Aku, Aku terima''. selengkapnya

Membangun Keseimbangan Alam dan Manusia

kategori: Artikel Baru
Berbakti pada Tuhan harus didayagunakan untuk memotivasi diri masing-masing untuk memperlakukan alam dan manusia menurut hukum rta dan dharma. Tuhan telah menciptakan alam dengan hukum rta-nya. Sepanjang manusia tidak merusak dinamika hukum rta itu maka alam akan senantiasa lestari dan selalu menyediakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di bumi ini. Demikian juga sesama manusia wajib hidup untuk saling beryadnya sesuai dengan swadharma masing-masing. selengkapnya

Membangun Manusia Seutuhnya

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu tidak melihat manusia dari sudut pandang rohani semata. Manusia harus digerakkan secara utuh dengan segala totalitasnya. Kalau badan kereta yang rusak, maka kereta itupun tidak dapat berjalan dengan baik oleh unsur yang lainnya. Demikian juga kuda yang menarik kereta haruslah kuda yang sehat. Di samping sehat, juga tidak binal sehingga dapat dikendalikan dengan mudah. selengkapnya