Artikel Terbaru

Kita Hidup Bukan untuk Kehidupan Ini

kategori: Artikel Baru
Jadi jelaslah bahwa manusia memiliki kelebihan yaitu kemampuan untuk berpikir (idep), di sinilah letak keutamaannya. Dengan Idep yang dimiliki hendaknya manusia mampu memanfaatkannya untuk hal-hal kebaikan (subha karma) bukan sebaliknya. Dalam hal inilah manusia dituntut untuk mampu berwiweka (memilih baik dan buruk), dengan wiweka manusia akan senantiasa berada pada rel dharma, serta akan mampu memahami apa sebenarnya hakekat dari hidup ini. Jika dicermati, direnungi dan dihayati hakekat dari hidup ini adalah kita hidup bukan untuk kehidupan yang semu ini (maya), melainkan kita hidup untuk terbebas dari kehidupan ini (moksa), dengan jalan berbuat kebaikan dengan landasan dharma. selengkapnya

Kerja Sebagai Yajna

kategori: Artikel Pilihan
Kerja merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap insan Hindu. Siapa pun tidak bisa lepas dari kerja. Karena kerja tidak hanya mencakup aspek fisik tetapi juga mental. Kalau ada insan Hindu tidak mau bekerja, ia sesungguhnya telah menelantarkan, menyia-nyiakan dirinya sendiri, sebab Tuhan sendiri tidak pernah berhenti bekerja, Ia selalu dan selalu bekerja. Bhagavadgita (Gita) 3.10 menyatakan bahwa pada awalnya, setelah menciptakan umat manusia dengan yajna, Tuhan Pencipta bersabda, „Dengan yajna ini kamu akan menyebar. Biarlah ini menjadi sapi perah keinginan-keinginanmu". selengkapnya

Perlunya Wiweka dalam Era Modernisasi

kategori: Artikel Baru
Segala keberhasilan yang dicapai oleh manusia melalui usahanya yang maksimal kadang kala membawa manusia itu lupa terhadap hakekatnya, sehingga sering terjadi kekwatiran dikalangan umat beragama bahwa kemajuan tehnologi adalah merupakan penyebab-penyebab kemunduran kegiatan umat beragama. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena kurang siapnya diri kita untuk menghadapi kemajuan-kemajuan tersebut yang dihadapkan kepada kita maka daripada itu kita sebagai umat Hindu dituntut agar mampu meningkatkan kwalitas baik mental maupun spiritual. selengkapnya

Problematika Keagamaan Generasi Muda

kategori: Artikel Pilihan
Makna agama dalam pandangan generasi muda, "sementara" ini masih dianggap sebagai suplemen yang hanya sewaktu-waktu dibutuhkan, baru kemudian diikutsertakan untuk memecahkan segala persoalan yang dialami. Dalam banyak hal, peran agama belum tampak mendominasi, terlebih sebagai motor penggerak segala aktivitas berkehidupan dalam rangka pencapaian tujuan hidup. Meskipun sangat disadari bahwa, masa muda adalah dunia yang penuh gejolak, penuh ego-emosional, termasuk tantangan situasi konkrit yang bertalian dengan "dunia asmara". selengkapnya

Brata Saat Hamil Menghimpun Energi Baik

kategori: Artikel Baru
Orang Bali mewarisi segepok sistem nilai dalam kehidupannya dan sering aturan tidak tertulis tersebut dipandang sebagai etika saja. Bahkan yang lebih memprihatinkan berbagai larangan dalam bertindak dianggap suatu kepanatikan saja tanpa manfaat yang jelas. Keberadaannya ditaati hanya karena merupakan kebiasaan para leluhur dan tidak ada daya menganalisis berdasarkan aspek kecerdasan. Ulah semacam ini menghasilkan kepatuhan beku, dibingkai tahayulisme tak berbobot apa-apa. Seperti halnya sewaktu ibu-ibu sedang mengandung janin bayi, mereka ditradisikan untuk pantang terhadap sejumlah hal termasuk juga bagi bapak-bapak yang istrinya hamil. selengkapnya

Beragam Peninggalan Purbakala di Pura Puseh

kategori: Artikel Baru
Pura Puseh adalah salah satu tempat unik yang masih terdapat di dalam kawasan Desa Adat Batuan di Dusun Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Pura Puseh ini berdiri megah di sisi utara Desa batuan dan terlihat sangat indah dan artistik. Pura Puseh batuan ini merupakan salah satu pura tertua yang ada di Bali yang dibangun pada 944 Ḉaka atau 1022 Masehi. selengkapnya

Tirtayatra Sebagai Yajna Utama

kategori: Artikel Pilihan
Banyak bentuk yadjna vang telah dilaksanakan oleh umat Hindu dengan tanpa disadari karena dilaksanakan dengan niskarma karma (dilakukan tanpa pamrih, dilakukan tanpa mengikatkan diri akan hasil), karma yang demikian disebut dengan karma (perbuatan) sebagai persembahan kepada Tuhan, yang biasa disebut dengan yajna (korban suci) seperti: Dewa Yajna, Resi Yajna, Pitra Yajna, Manusa Yajna dan Bhuta Yajna. Dalam dasa warsa terakhir ini makin banyak umat Hindu Indonesia melaksanakannya di bulan Oktober setiap tahunnya bertepatan dengan perayaan Divali (perayaan kembalinya Sri Rama ke Ayodya), yang maknanya merayakan kemenangan dharma melawan adharma. selengkapnya

Drona Guru Pembangkit Rasa 'Jengah' Para Siswa

kategori: Artikel Baru
Tokoh-tokoh Mahabharata tidak saja merupakan salah satu sumber pencarian nilai-nilai yang umat diperlukan bagi kelangsungan hidup bangsa, tetapi juga merupakan salah satu wahana atau alat pendidikan watak yang baik sekali, terutama melalui tokoh-tokoh sentral. Pertunjukan wayang atau jenis pertunjukan yang lain dengan mengambil lakon Mahabharata itu sendiri sebenarnya merupakan alat pendidikan watak yang menawarkan metode pendidikan yang amat menarik. Hal ini karena wayang melalui tokoh-tokoh sentral dari lakon-lakon tertentu mengajarkan ajaran dan nilai-nilai yang secara dogmatis tidak sebagai suatu indoktrinasi, tetapi ia menawarkan ajaran-ajaran dan nilai-nilai itu kepada penonton (masyarakat dan individu-individu). selengkapnya

Kunti Tokoh Ibu Negarawan

kategori: Artikel Baru
Tokoh-tokoh pewayangan menurut nilai simbolis-filosofis yang sangat kaya dan luas penafsirannya. Lebih-lebih terhadap tokoh yang berstatus lelaki. Hal ini dapat dibenarkan karena kaum lelaki di dalam budaya Hindu jauh lebih mendapatkan kehormatan daripada kaum wanita. Namun tidak berarti kaum wanita tidak perlu diperhitungkan, dibicarakan baik di dalam dunia politik maupun dunia keagamaan. selengkapnya

Semua Sistem Keyakinan Ciptaan Tuhan

kategori: Artikel Pilihan
Berbagai bentuk sistem keyakinan pada Tuhan di bumi ini adalah ciptaan Tuhan. Bentuk sistem keyakinan itu ada yang berbentuk agama ada yang berbentuk sistem spiritual untuk menempuh jalan Tuhan dengan tidak menyebut dirinya sebagai agama. Menurut Sloka Bhagawad Gita VII.21 di atas sesungguhnya semuanya adalah ciptaan Tuhan. Bahkan ada orang di dunia ini yang menyatakan dirinya tidak beragama, tetapi ber-Tuhan. selengkapnya