Artikel Terbaru

Gerakan Pencerdasan Generasi Berkarakter Pancasila

kategori:
Pencerdasan berarti proses, cara, perbuatan mencerdaskan. Pendidikan adalah salah satu bentuk upaya menuju pencerdasan dan pendewasaan peserta didik. Pendidikan adalah usaha membentuk insan-insan akademis yang berfikir mandiri dan dapat bertanggung jawab atas tindakan yang diperbuatnya. Melalui pendidikan diharapkan dapat tercipta kehidupan yang lebih baik bagi diri insan tersebut, juga keluarga, masyarakat, bangsa, dan peradaban manusia. selengkapnya

Cara Bhakti dari Masa ke Masa

kategori: Artikel Baru
Tujuan beragama (dharma) disebutkan "Moksartham jagaddhita ya ca iti dharmah" yaitu untuk mendapat Moksah (kelepasan, kebebasan atau kesempurnaan roh) dan jagaddhita (kesejahteraan umat manusia, kedamaian dan kelestarian dunia beserta isinya). Hidup manusia pada hakekatnya adalah mengejar pengetahuan, itulah cita-cita sesungguhnya karena kesenangan bukanlah tujuan, melainkan pengetahuan, kesenangan selalau akan berakhir, tidak kekal dan pada keseluruhan kerja kita berpusat pada ilmu pengetahuan, demikianlah falsafah orang Hindu. Setiap terpenuhinya suatu kesenangan akan segera disusul oleh keinginan yang lain, sementara suka dan duka adalah pengalaman dan sebagai guru yang terbaik, manusia tentu banyak belajar dari perbuatannya entahlah itu perbuatan yang asubha karma (kurang baik) maupun perbuatan yang subha karma (baik). selengkapnya

Yoga Bagi Masyarakat Modern

kategori: Artikel Baru
Gejala yang nampak dalam masyarakat modern dewasa ini adalah perhatian yang begitu besar terhadap ajaran Yoga. Masyarakat modern mencari kedamaian di tengah-tengan ketergesaan dan otomatisasi. Mereka ingin mendapatkan inti hakekat manusia dalam suasana yang serba pragmatis dan praktis. Sesungguhnya persoalan besar manusia bukanlah masalah-masalah ekonomi, politik atau tekhnologi, tetapi justru tetap suatu pertanyaan yang ada di kedalaman hati manusia itu sendiri, yaitu bagaimana mengerti keberadaan manusia yang terbatas ini, tentang tujuan hidup dan nilai hidup, serta cara untuk mendapatkannya. selengkapnya

Benar dan Salah

kategori: Artikel Baru
Benar dan salah atau Dharma dan Adharma adalah istilah yang sifatnya relatif. Amat sulit untuk mendefenisikan istilah ini secara tepat. Bahkan orang-orang yang bijak pun dalam keadaan tertentu kadang-kadang kebingungan dalam mendapatkan makna apakah benar dan salah itu. Itulah sebabnya mangapa Sri Krsna menyabdakan dalam Gita sebagai berikut: selengkapnya

Yoga Ilmu Batiniah

kategori: Artikel Baru
Setiap jiwa mengandung daya keillahian.Tujuannya ialah untuk memperlihatkan keillahian yang ada di dalam batin kita,dengan jalan mengontrol sifat-sifat kita, jasmaniah dan batiniah. Praktekkanlah ini melalui kerja, atau bakti, atau latihan-latihan batin, mempelajari filsafat-filsafat, dengan jalan satu, atau lebih dari praktek-praktek tersebut di atas-dan capailah kebebasan. Ini adalah keseluruhan dari agama. Doktrin atau dogma,atau upacara-upacara, buku-buku, tempat-tempat pemujaan, bentuk-bentuk lainnya, hanyalah soal-soal detail dan mengambil tempat nomor dua. selengkapnya

Pentingnya Kekayaan Ilmu Pengetahuan

kategori: Artikel Baru
Sepi, sunyi........., demikian digambarkan jika ada yang terasa kurang. Bagaikan kecanduan menguyah sirih, akan terasa ada yang kurang jika belum mendapatkanya. Demikian pula dalam kehidupan berumah tangga, jika tidak memiliki keturunan terasa kurang lengkap. Lebih-lebih hidup bermasyarakat, jika tidak ada yang memimpin maka masyarakat akan kacau tanpa arah, tanpa tujuan. Lebih berat lagi adalah jika tidak memiliki artha (kekayaan) maka terasa ketiga kesunyian di atas berkumpul pada dirinya. selengkapnya

Bima Tokoh Jujur

kategori: Artikel Baru
Bima adalah anak kedua dari Kunti dengan Pandu, tapi Bima lahir dari peyatuan Kunti dengan Dewa Bayu atau Dewa Angin. Nama lai dari tokoh Bima adalah Raden Werkodara, Bhimasena, Bayusuta dan dalam konteks pewayangan di Bali sering disebut Anak Agung Made. Bima yang lahir dari jelmaan Dewa Bayu (Dewa tenaga nafas) ini indentik dengan simbol dari kekuatan yang dimiliki oleh tokoh Bima. Bayu atau Angin mempunyai Kekuatan untuk menghancurkan dunia mungkin hanya beberapa detik. selengkapnya

Ilmu Tak Diterapkan Menjadi Racun

kategori: Hari Suci
Perayaan Hari Raya Saraswati pada hari Saniscara Umanis Wuku Watugunung adalah sebagai perayaan untuk mengingatkan umat Hindu agar selalu mencari ilmu pengetahuan sebagai sahabat yang paling utama dalam hidup ini. Artinya, terus belajar mencari ilmu pengetahuan selama hidup di dunia ini. Sedangkan hari Banyu Pinaruh pada hari Redite Paing Wuku Sinta untuk mengingatkan agar umat Hindu mendayagunakan ilmu pengetahuan suci itu sebagai dasar menyelenggarakan kehidupan. selengkapnya

Ayurveda Sebagai Ilmu Kedokteran Hindu

kategori:
Belum banyak orang yang mengetahui bahwa Ayurweda merupakan kitab kedokteran Hindu. Ayurveda diakui para ahli kedokteran modern sebagai suatu sistem pengobatan, dalam pengertian bahwa sistematisasi dan penerapan pengetahuannya khusus mengenai kesehatan dan penyakit, terutama yang menyangkut keadaan keseimbangan dan ketidakseimbangan yang terjadi di dalam tubuh, serta bagaimana cara untuk memperbaiki dan mengen¬dalikan keadaan tidak seimbang itu agar pulih kemballi menjadi seimbang. Di dalam kitab ini ditekankan bahwa prinsip pengo-batannya adalah preventif atau pencegahan, bukan pengobatan atau terapi. selengkapnya

Demokrasi dalam Arthasastra

kategori: Artikel Baru
Atas dasar pengertian, unsur-unsur dan nilai-nilai demokrasi tersebut tulisan ini mencoba menelusuri unsur-unsur negara dalam'buku Arthasastra yang mengandung (benih) aspek atau nilai demokrasi dalam Arthasastra. Untuk itu penelusuran diawali dari pengertian negara yang didefinisikan oleh kautilya Kautnya merumuskan negara sebagai suatu kumpulan dari bermacam-macam masyarakat yang diwujudkan atas dasar prinsip-prinsip militer dan dharma negara melam-bangkan dharma yang universal, yaitu suatu perlambang yang berisikan kebebasan individu. Bagi Kautilya, dharma adalah konsep yang bersifat etis. Dalam konteks individu dharma adalah swadharma atau kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab; dalam konteks kemasyarakatan ia adalah solidaritas sosial; dalam konteks agama yang dipeluk masyarakat ia adalah realisasi diri yang disebut moksa; dan dalam konteks vyavahara, charitra dan peraturan yang diundangkan dharma adalah keadilan. Kautilya meng-anjurkaan agar negara dibangun berdasarkan empat kaki hukum: dharmasastra atau hukum suci, vyavahava atau kesaksian, caritra atau sejarah atau tradisi, dan sasana atau maklumat raja-raja. selengkapnya