Artikel Terbaru

Yang Dikalahkan: Rahwana Bagian Empat

kategori: Artikel Pilihan
Kekalahan Rahwana pertama-tama adalah kehendak pengarang. Tapi pengarang tidaklah sendirian dalam memutuskan kekalahan Rahwana. Karena di belakang otak pengarang ada sindikat yang terdiri dari tradisi, ajaran, moral, mazhab, audiens, norma, etika, aturan, lembaga, dan bahkan dewa-dewa. Semua itu bekerja dengan caranya masing-masing, sangat halus, dan lama kelamanaan menjadi pandangan dunia pengarang. Semua itulah yang menghendaki seorang Rahwana harus kalah. Harus dimatikan. Dan sebelum dimatikan, ia masih harus dihajar. Bukan hanya fisiknnya, juga propertinya, kerajaannya, dan benda-benda termasuk orang-orang kesayangannya. Selesai? selengkapnya

Vibrasi Doa Bisma di Pagi Hari

kategori: Artikel Pilihan
Udara dingin menyelimuti kota Hastinapura. Raja Sentanu masih diperaduan bersama Dewi Satyawati, mereka enggan keluar bilik, karena kondisi dingin memang selalu tak ramah di akhir bulan Kartika. Namun di sudut kerajaan yang asri, saat subuh menjelang pagi itu terasa amat menyejukkan, sebab pancaran api pemujaan telah menyala, menghangatkan suasana, untuk menyongsong sang surya. Bau harum asap kayu cendana memberikan pertanda bahwa doa dan mantra sedang diuncarkan untuk menginisiasi roda kehidupan yang mulai berputar. selengkapnya

Pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga

kategori: Artikel Baru
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) - early chilhood education adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia prasekolah dengan tujuan agar anak dapat mengembangkan potensinya sejak dini, sehingga mereka dapat berkembang secara wajar sebagai anak. Tujuan PADU adalah agar anak memperoleh rangsangan intelektual, sosial, dan emosional sesuai dengan tingkat usianya. Hal ini perlu ditekankan, agar PADU tidak te/gelincir pada praktek-praktek bernuansa akademik sebagaimana terjadi di sebagian Taman Kanak-kanak (TK) dewasa ini. selengkapnya

Klaim Sepotong Surga

kategori: Artikel Baru
Seorang pemuda Hindu bertanya kepada temannya yang seorang Muslim, "Jika Anda berbuat sesuai dengan ajaran Al Qur'an, lalu mendapat 'upah' dari Allah berupa tempat yang 'super istimewa' bernama 'surga', apakah mungkin Anda akan berjumpa dengan saya di sana?" Karena kurang mengerti dengan maksud pertanyaan itu, teman emuda itu balik bertanya, "Maksud Anda? Begini...., jika saya juga berbuat sesuai dengan ajaran Weda, apakah mungkin nanti saya akan berada satu tempat dengan Anda di Surga itu? Teman si Pemuda itu kemudian menjawab, "Tidak mungkin! Hanya orang-orang Muslim yang akan berada satu tempat dengan saya. Hanya mereka yang menyembah Allah yang bisa masuk surga! Jika ingin masuk surga Anda mesti masuk Islam terlebih dahulu!" Bibir pemuda itu mendadak bergetar, lidahnya kelu. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Rahwana Bagian Tiga

kategori: Artikel Pilihan
Rahwana lelaki kompleks. Psikiater mungkin sepakat menyebutnya mengalami mental disorder. Wajah memang raksasa banget, tapi seleranya tinggi, selera dewa-dewa. Ketinggian selera itu ia tunjukkan dengan menyendera isteri titisan dewa Wishnu untuk dijadikan pelayan asmaranya. Dari segi ini saja sudah kelihatan ia kontroversial. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Rahwana Bagian Dua

kategori: Artikel Pilihan
Keberhasilan Shita bertahan dan mempertahankan kesuciannya adalah kegagalan Rahwana. Begitu yang nampak dari cerita. Tapi seorang pembaca yang berpikir akan segera tahu, ada keberhasilan lain yang tidak dimunculkan ke permukaan cerita. Yaitu keberhasilan Rahwana. Ia berhasil tidak memaksakan kehendak. Ia berhasil mencegah diri melakukan tindak kekerasan sesksual. Ia berhasil mengendalikan diri, mengendalikan nafsu, dan mengendalikan amarah. Karena beliau terbukti tidak memperkosa Shita. Begitu yang kita ketahui dari cerita. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Rahwana

kategori: Artikel Pilihan
RAHWANA! Seorang maharaja sakti yang tidak kekurangan perempuan di negerinya, melarikan isteri orang? Ya. Memang begitu di dalam cerita. Tidak lebih dan tidak kurang. Yang dilarikan bukan isteri sembarang orang, tapi istri titisan Dewa Wishnu, yang turun ke dunia untuk menyelamatkan Dharma, Rama. Seburuk itukah nasib titisan Dewa Wishnu yang dari jauh turun ke dunia, dan sampai di dunia isteri beliau dilarikan orang? Ya memang begitu di dalam cerita. Dewa juga manusia. Bermacam kejadian bisa menimpanya. Tak beda dengan kita. selengkapnya

Jihad Melawan Egoisme

kategori: Artikel Pilihan
Pada saat MUI menyerukan umat Islam di Indonesia agar berjihad membantu saudara-saudaranya umat muslim Afganistan melawan Amerika, saya diberondong dengan berbagai pertanyaan oleh seorang pemuda Hindu. Dia menanyakan, apakah di Hindu ada ajaran tentang solidaritas terhadap sesama umat Hindu, model "ukhuwah Islamiah" bagi umat Muslim? Pertanyaan senada juga disampaikan oleh pemuda lain pada saat FPI menyerukan jihad ke Ambon untuk membela umat Islam. Sepengetahuan saya, dalam ajaran Hindu tidak ada semangat eksklusif yang mengarahkan agar kita merasa berbeda, apalagi merasa lebih unggul, lebih istimewa, dibandingkan dengan umat agama lain. Semangat yang perlu dibina adalah semangat satu kemanusiaan dalam artian kita semua bersaudara (vasudaiwa kutum bhakam). Bukan karena seagama kita menjadi bersaudara, bukan juga karena berbeda agama kita menjadi musuh!. selengkapnya

Dana Punia Kepada Yang Tepat

kategori: Artikel Baru
Sebagai warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar, dalam sila yang kedua dari Pancasila dirumuskan tentang hal-hal yang meyangkut kemanusian. Dalam usaha untuk mencapai hal tersebut kita sebagai umat Hindu dituntut agar dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan seperti tersebut diatas dapat dilaksanakan dengan melakukan manusa yadnya, yang didasari dengan ketulusan dan keikhlasan hati agar tercapainya kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia melalui dana punya. Melalui dana punya kita dapat melaksanakan kegiatan sosial yang dapat dijadikan suatu upaya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, alam lingkungan, Rsi dan guru. Pendekatan itu diwujudkan dalam berbagai bentuk pemberian baik yang berupa materi maupun jasa. selengkapnya