Artikel Terbaru

Mencari dan Mendalami Isi Kosong

kategori: Artikel Baru
Hidup seperti bermain bola. Kita kejar beramai-ramai. Kita perebutkan. Kita tendang. Lalu, kembali kita kejar, dan seterusnya. Demikian sebuah pengandaian hidup dalam Geguritan Darmapada. Karya sastra geguritan, yang tahun penulisannya belum terjejaki itu, saya baca di sebuah perpustakaan lontar di Denpasar, sekitar sepuluh tahun silam. selengkapnya

Beringin, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Dalam Purana diceritakan tentang Savitri yang kehilangan suaminya setahun setelah pernikahannya. Suaminya meninggal dibawah pohon Beringin dan dengan memuja pohon ini, Savitri berhasil menghidupkan suaminya kembali. Legenda ini telah mengawali munculnya sebuah upacara Puja khusus yang dilaksanakan pada hari Vat Savitri dimana pada saat itu para wanita berpuasa dan berjalan mengelilingi pohon Beringin. selengkapnya

Pahala dalam Mengupayakan Kebahagian Orang Lain

kategori: Artikel Baru
Hidup untuk mengabdi pada orang lain (para upakara) sesungguhnya bukanlah suatu pengorbanan yang sia-sia. Dalam mengabdi untuk memperjuangkan kepentingan demi kebahagiaan orang lain sesungguhnya kita membuka pintu untuk menerima karunia Tuhan. Umat manusia diciptakan oleh Tuhan tidak semata-mata sebagai makhluk individu, tetapi sekaligus sebagai makhluk sosial. Artinya, manusia baru bias hidup normal sebagai manusia jika hidup bersama dengan manusia lainnya dalam suatu masyarakat. Ini artinya, ciri-ciri kemanusiaan itu akan muncul jika manusia itu hidup bersama dengan sesamanya. Hidup bersama dengan sesama manusia dalam suatu masyarakat akan membahagiakan apabila dalam kebersamaan itu untuk saling mengabdi. Hakikat manusia adalah sama dan berbeda. Memang tidak ada manusia yang persia sama dengan manusia lainnya. Dalam diri manusia ada perbedaan satu dengan yang lain. selengkapnya

Pinandita Sepatutnya Merdeka dari Tujuh Kemabukan

kategori: Artikel Baru
Posisi Pinandita dan Pandita Dwijati dalam kehidupan umat Hindu di Nusantara ini umumnya dicitrakan sebagai pengantar upacara yadnya semata. Melihat Pinandita (Pandita) maka kesan umat pada umumnya selalu dikaitkan dengan adanya penyelenggaraan suatu ritual atau upacara yadnya atau ada suatu kegiatan upacara yadnya di suatu pura. Karena setiap tempat pemujaan atau pura, sanggah atau merajan ada Pinandita (Pemangku)-nya dan sebagai pemuput upacara yadnya adalah Pandita Dwijati. selengkapnya

Hadapi Tiga Perkara Hidup dengan Bijak

kategori: Artikel Baru
Hidup ini adalah persoalan. Selesaikanlah secara cerdas dan bijak. Oleh karena itu setiap orang terus berupaya untuk merumuskan persoalan hidupnya. Kalau tepat caranya merumuskan persoalan hidup itu maka akan lebih tepat untuk menentukan konsep dan langkah untuk mengatasinya. Adanya manusia lahir ke dunia ini karena belum sempurna. Kalau sudah sempurna tentunya sudah bersatu dengan Tuhan. Karena hidup ini memang rangkaian persoalan. Persoalan hidup muncul, juga karena setiap orang punya cita-cita berupa harapan hidup. Karena orang yang tidak punya cita-cita sama dengan mati. Tetapi cita-cita tanpa kerja sama dengan mimpi. selengkapnya

Gunakan Fasilitas Hidup dengan Cerdas

kategori: Artikel Baru
Hidup membutuhkan berbagai fasilitas. Fasilitas itu ada dalam bentuk materi maupun non-materi. Tuhan telah menciptakan alam dan ilmu pengetahuan untuk didayagunakan oleh manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Alam dan ilmu pengetahuan itu dikelola oleh manusia untuk mendapatkan materi dan nonmateri yang memberi sarana dan fasilitas hidup. selengkapnya

Yang Dikalahkan Asmara Dua

kategori: Artikel Baru
Smara Ratih yang tanpa tubuh mengembara di dunia dari hati ke hati. Di setiap persinggahan hati mereka bekerja, membangkitkan rindu, mendorong-dorong agar terjadi pertemuan. Tidak setiap yang memujanya akan disinggahi. Dan tidak setiap yang tidak memujanya tidak akan disinggahi. Ia benar-benar hidup. Ia tahu di hati mana mesti menabur benih. Dan mereka tidak mengatakan rahasianya. Orang yang mengetahui rahasia itu, bukan karena membaca, bukan pula karena tidak membaca. Bukan karena puasa, bukan pula karena tidak puasa. Tidak ada jalan, kecuali Smara Ratih itulah jalan selengkapnya

Pisang, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Menurut legenda, pohon pisang membuahi dirinya sendiri tanpa penyerbukan silang. Maka pohon tersebut dianggap sebagai perwujudan Dewi Parwati. Di India Timur, di panggung-panggung pernikahan terdapat batang-batang pohon pisang pada sudut-sudutnya. Di daerah Ghat barat, pohon pisang dipercaya sebagai Nanda Dewi. Perwujudannya diukir pada batang pisang dan pada Bulan Kartika dihanyutkan ke sungai. Dalam Kitab Mahabharata, Kadalivana atau kebun pisang di Sungai Kubera-pushkarni adalah kediaman Dewa Kera Hanuman. selengkapnya

Mencari Kebenaran Sang Diri

kategori: Artikel Baru
Sebelum membahas "Kebenaran Sang Diri" dari dimensi Hindu, nampaknya menarik untuk mempelajari makna keberadaan manusia di dunia ini dari pemikiran-pemikiran Sartre. Filsuf Perancis, yang berdiri tegak mengusung teori filsafat eksistensialis. Apa yang menarik dari pemikirannya? Banyak, namun dalam sketsa dari "Sebuah Teori Emosi" tentang filsafatnya, manusia dihadapkan pada suatu realitas antara "ada dan ketiadaan". selengkapnya

Mengendalikan Nafsu Seks, Menurut Ajaran Hindu

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu mengajarkan agar umat Hindu mengarahkan tujuan hidupnya pada empat tujuan hidup yang disebut Dharma, Artha, Kama, dan Moksha. Kama adalah dorongan hidup atau keinginan yang harus diwujudkan berdasarkan Dharma dan Artha. Swami Satya Narayana Kama menjadi salah satu tujuan hidup bukan berarti hidup ini mengikuti keinginan atau hawa nafsu. Kama sebagai tujuan hidup untuk mengubah Kama itu dari Wisaya Kama menuju Sreya Kama. Dari dorongan hidup untuk memenuhi tuntutan hawa nafsu (wisaya) beralih secara bertahap menuju Sreya Kama untuk membangun keinginan untuk dekat dengan Tuhan berdasarkan kasih sayang dan keikhlasan. selengkapnya