Artikel Terbaru

Niskama Karma

kategori: Artikel Baru
Bhagavad Gita menyerukan perbuatan tanpa pamerih, niskama karma, lebih dari sekedar kebajikan atau subha karma. Sebagai ajaran moral-etik luhur, dalam Karma Yoga dapat kita temukan jurus-jurus altruistis sejati. Seperti telah disinggung sebelumnya, motivasi yang melatari tindakan, merupakan unsur penentu kwalitas dari perbuatan itu sendiri. Para pekerja institusi-institusi sosial kemasyarakatan misalnya, kendati mereka tidak digaji dalam melakukan tindakan bajik, namun bilamana mereka melakukannya dengan harapan agar 'disebut sebagai orang-orang bajik', maka secara kwalitatif ini belum dapat disebut sebagai tanpa pamerih (niskama). selengkapnya

Panca Nidana

kategori: Artikel Baru
Di dalam beberapa kitab Ayur-veda dikatakan bahwa untuk mengetahui suatu penyakit secara jelas (nirnaya), baik dalam menegakkan diagnosis (rupa nidana) maupun prognosis (vyddhi laksana), diperlukan suatu pengetahuan khusus. Pengetahuan ini mencakup tentang proses perjalanan penyakit sampai penyembuhannya, yakni mulai dari penyebab penyakit (etiologi), proses perjalanan penyakit sampai prognosisnya. selengkapnya

Ratnakara Tersadarkan Oleh Kidung Suci Puja-puji Rama

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu telah mengenalkan adanya Catur Yuga (empat zaman) yaitu: Kerthayuga, Tretayuga, Dwa-parayuga dan Kaliyuga. Dalam melakukan Yajna (pemujaan/upacara kurban suci) umat Hindu pada setiap yuga (zaman) caranya berbeda-beda mengingat situasi dan kondisi pada setiap zaman adalah juga berbeda-beda, manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya juga berbeda sesuai dengan zamannya, zaman dulu dan sekarang jelas berbeda, dulu manusia hidup dari berburu binatang, lalu bercocok tanam, kemudian menuju industrialisasi dan perdagangan. selengkapnya

Kita Hidup Bukan untuk Kehidupan Ini

kategori: Artikel Baru
Jadi jelaslah bahwa manusia memiliki kelebihan yaitu kemampuan untuk berpikir (idep), di sinilah letak keutamaannya. Dengan Idep yang dimiliki hendaknya manusia mampu memanfaatkannya untuk hal-hal kebaikan (subha karma) bukan sebaliknya. Dalam hal inilah manusia dituntut untuk mampu berwiweka (memilih baik dan buruk), dengan wiweka manusia akan senantiasa berada pada rel dharma, serta akan mampu memahami apa sebenarnya hakekat dari hidup ini. Jika dicermati, direnungi dan dihayati hakekat dari hidup ini adalah kita hidup bukan untuk kehidupan yang semu ini (maya), melainkan kita hidup untuk terbebas dari kehidupan ini (moksa), dengan jalan berbuat kebaikan dengan landasan dharma. selengkapnya

Kerja Sebagai Yajna

kategori: Artikel Pilihan
Kerja merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap insan Hindu. Siapa pun tidak bisa lepas dari kerja. Karena kerja tidak hanya mencakup aspek fisik tetapi juga mental. Kalau ada insan Hindu tidak mau bekerja, ia sesungguhnya telah menelantarkan, menyia-nyiakan dirinya sendiri, sebab Tuhan sendiri tidak pernah berhenti bekerja, Ia selalu dan selalu bekerja. Bhagavadgita (Gita) 3.10 menyatakan bahwa pada awalnya, setelah menciptakan umat manusia dengan yajna, Tuhan Pencipta bersabda, „Dengan yajna ini kamu akan menyebar. Biarlah ini menjadi sapi perah keinginan-keinginanmu". selengkapnya

Perlunya Wiweka dalam Era Modernisasi

kategori: Artikel Baru
Segala keberhasilan yang dicapai oleh manusia melalui usahanya yang maksimal kadang kala membawa manusia itu lupa terhadap hakekatnya, sehingga sering terjadi kekwatiran dikalangan umat beragama bahwa kemajuan tehnologi adalah merupakan penyebab-penyebab kemunduran kegiatan umat beragama. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena kurang siapnya diri kita untuk menghadapi kemajuan-kemajuan tersebut yang dihadapkan kepada kita maka daripada itu kita sebagai umat Hindu dituntut agar mampu meningkatkan kwalitas baik mental maupun spiritual. selengkapnya

Problematika Keagamaan Generasi Muda

kategori: Artikel Pilihan
Makna agama dalam pandangan generasi muda, "sementara" ini masih dianggap sebagai suplemen yang hanya sewaktu-waktu dibutuhkan, baru kemudian diikutsertakan untuk memecahkan segala persoalan yang dialami. Dalam banyak hal, peran agama belum tampak mendominasi, terlebih sebagai motor penggerak segala aktivitas berkehidupan dalam rangka pencapaian tujuan hidup. Meskipun sangat disadari bahwa, masa muda adalah dunia yang penuh gejolak, penuh ego-emosional, termasuk tantangan situasi konkrit yang bertalian dengan "dunia asmara". selengkapnya

Brata Saat Hamil Menghimpun Energi Baik

kategori: Artikel Baru
Orang Bali mewarisi segepok sistem nilai dalam kehidupannya dan sering aturan tidak tertulis tersebut dipandang sebagai etika saja. Bahkan yang lebih memprihatinkan berbagai larangan dalam bertindak dianggap suatu kepanatikan saja tanpa manfaat yang jelas. Keberadaannya ditaati hanya karena merupakan kebiasaan para leluhur dan tidak ada daya menganalisis berdasarkan aspek kecerdasan. Ulah semacam ini menghasilkan kepatuhan beku, dibingkai tahayulisme tak berbobot apa-apa. Seperti halnya sewaktu ibu-ibu sedang mengandung janin bayi, mereka ditradisikan untuk pantang terhadap sejumlah hal termasuk juga bagi bapak-bapak yang istrinya hamil. selengkapnya

Beragam Peninggalan Purbakala di Pura Puseh

kategori: Artikel Baru
Pura Puseh adalah salah satu tempat unik yang masih terdapat di dalam kawasan Desa Adat Batuan di Dusun Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Pura Puseh ini berdiri megah di sisi utara Desa batuan dan terlihat sangat indah dan artistik. Pura Puseh batuan ini merupakan salah satu pura tertua yang ada di Bali yang dibangun pada 944 Ḉaka atau 1022 Masehi. selengkapnya

Tirtayatra Sebagai Yajna Utama

kategori: Artikel Pilihan
Banyak bentuk yadjna vang telah dilaksanakan oleh umat Hindu dengan tanpa disadari karena dilaksanakan dengan niskarma karma (dilakukan tanpa pamrih, dilakukan tanpa mengikatkan diri akan hasil), karma yang demikian disebut dengan karma (perbuatan) sebagai persembahan kepada Tuhan, yang biasa disebut dengan yajna (korban suci) seperti: Dewa Yajna, Resi Yajna, Pitra Yajna, Manusa Yajna dan Bhuta Yajna. Dalam dasa warsa terakhir ini makin banyak umat Hindu Indonesia melaksanakannya di bulan Oktober setiap tahunnya bertepatan dengan perayaan Divali (perayaan kembalinya Sri Rama ke Ayodya), yang maknanya merayakan kemenangan dharma melawan adharma. selengkapnya