Artikel Terbaru

Uang dan Keadilan

kategori: Artikel Pilihan
Pada zaman Kali ini banyak oknum pejabat tidak menggunakan jabatannya untuk melayani rakyat. Padahal, rakyat memberikan mereka hidup dengan berbagai fasilitas hidup yang umumnya melebibi kebutuhan hidupnya yang wajar. Meskipun sudah demikian berlebihan, jabatan yang diberikan itu disalahgunakan juga untuk memperkaya diri. selengkapnya

Syarat Yadnya Berpahala Mulia

kategori: Upacara
Melakukan suatu kegiatan agama Hindu seperti melakukan yadnya tidak bisa terpisah-pisah. Beryadnya seharusnya dilakukan secara terpadu antara pikiran, perkataan dan perilaku. Ketiga hal itu wajib dilakukan tanpa mengistimewakan salah satunya. Kadang ada yang menyatakan bahwa yang penting pelaksanaan, bukan omongan saja. Ada juga yang menyatakan yang utama pikiran kita sudah baik. Ada juga yang menyatakan ucapan yang utama. Sesungguhnya ketiga hal itu memiliki kedudukan yang setara dan wajib terpadu. selengkapnya

Ilmu Pengetahuan Pembangkit Kesadaran Umat

kategori: Hari Suci
Umat Hindu memuja Dewi Saraswati sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan setiap 210 hari sekali, yakni pada hari Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Perayaan hari raya Saraswati yang jatuh pada hari ini, apabila dicermati bermakna simbolik bahwa Sang Hyang Widhi dipercaya sebagai sumber ilmu pengetahuan. selengkapnya

Yadnya, Bentuk Keterpanggilan Orang Bali

kategori: Upacara
Belakangan ini beberapa orang Bali mulai mengeluh kalau menyambut hari raya Bali. Mengeluh beratnya beban yang harus dipikul, fisik maupun materi. Membayangkan pekerjaan bertumpuk yang harus diselesaikan. Bisa tidak bisa harus selesai. Mereka mulai marah, merengut dan pada hari H di mana semua persiapan telah selesai, bukan kebahagiaan yang diperoleh. Anggota keluarga lainnya pada diam karena lelah dan jengkel mengingat kemarahan yang dilontarkannya. Akan teruskah tiap hari raya disambut dengan merasa beban? Bisakah merasakan bahwa Tuhan, leluhur tidak pernah minta disajikan yang ''wah,'' yang termegah? Yang diajarkan dan yang diharapkan, ''Dengan cara apa pun kamu sembah Aku, Aku terima''. selengkapnya

Membangun Keseimbangan Alam dan Manusia

kategori: Artikel Baru
Berbakti pada Tuhan harus didayagunakan untuk memotivasi diri masing-masing untuk memperlakukan alam dan manusia menurut hukum rta dan dharma. Tuhan telah menciptakan alam dengan hukum rta-nya. Sepanjang manusia tidak merusak dinamika hukum rta itu maka alam akan senantiasa lestari dan selalu menyediakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup di bumi ini. Demikian juga sesama manusia wajib hidup untuk saling beryadnya sesuai dengan swadharma masing-masing. selengkapnya

Membangun Manusia Seutuhnya

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu tidak melihat manusia dari sudut pandang rohani semata. Manusia harus digerakkan secara utuh dengan segala totalitasnya. Kalau badan kereta yang rusak, maka kereta itupun tidak dapat berjalan dengan baik oleh unsur yang lainnya. Demikian juga kuda yang menarik kereta haruslah kuda yang sehat. Di samping sehat, juga tidak binal sehingga dapat dikendalikan dengan mudah. selengkapnya

Omkara Panggilan Tuhan yang Pertama

kategori:
Penempatan bangunan suci di kiri-kanan Kori Agung atau Candi Kurung di Pura Penataran Agung Besakih memiliki arti yang mahapenting dan utama dalam sistem pemujaan Hindu di Besakih. Karena dalam konsep Siwa Paksa, Tuhan dipuja dalam sebutan Parama Siwa, Sada Siwa dan Siwa sebagai jiwa agung alam semesta. Sebutan itu pun bersumber dari Omkara Mantra. Apa dan seperti apa filosofi upacara dan bentuk bangunan di pura itu?. selengkapnya

Hidup Ini Berenang di Lautan Madu dan Racun

kategori: Artikel Baru
Semua ciptaan Tuhan kena hukum Rwa Bhineda. Tidak ada yang mutlak jelek dan mutlak baik. Apakah yang ada di dalam diri mansia atau bhuwana alit maupun yang ada di alam semesta atau bhuwana agung. Manusia sebagai ciptaan Tuhan sudah diberikan widya dan wiweka yaitu ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk menganalisis. selengkapnya

Kamboja, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Kemampuan pohon ini untuk berbunga bahkan ketika ia sudah tidak berakar telah menjadikannya sebagai sebuah simbol kehidupan yang kekal. Dengan alasan ini umat Buddha dan Muslim menanam pohon tersebut didekat kuburan-kuburan pada kematian mereka. Kenyataan bahwa patung Sang Buddha diukir dari kayu pohon tersebut. Umat Hindu menganggapnya sebagai salah satu pohon tersuci dan menanamnya didekat pura-pura dengan bunga-bunganya yang dipersembahkan bagi Kamadewa, Dewa Cinta, dan adalah sebuah kesialan bila memotongnya. selengkapnya

Pada Hakekatnya Kita Semua Sama

kategori: Artikel Baru
Pada hakekatnya kita semua sama. Mahavakya "Tat tvam asi" menegaskan itu. Akan tetapi secara faktual, mengapa kita berbeda-beda satu-sama-lain? Mengapa ada laki-laki dan perempuan, ada yang pintar dan ada yang bodoh, ada yang cantik dan ada yang jelek, ada yang cacat dan yang sempurna, ada yang lahir dari rahim seorang ratu dan ada terlahir dari rahim pengemis, ada yang mulia ada yang nista, dan sejenisnya? Apa yang menyebabkan secara faktual kita berbeda satu-sama-lain? Apa yang menyebabkan terjadi penyimpangan dari hakekat itu? selengkapnya