Artikel Terbaru

Kelapa, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Pada Tahun Baru Hindu, diangpap menguntungkan bila melihat sebuah kelapa, maka salah satu dari matanya akan terbuka. Orang Benggala percaya bahwa buah kelapa mempunyai mata dan tidak akan pernah jatuh menimpa kepala seseorang yang lewat dibawah pohon itu. Di Gujarat, pohon Kelapa adalah keluarga Dewa. Masyarakat Muslim melemparkan kelapa yang terbelah dan limau melewati kepala sepasang pengantin untuk menakut-nakuti roh-roh jahat. Di India Barat, buah-buah kelapa dibuang ke laut pada saat mendekati musim hujan untuk memberi sesaji dan menenangkan air laut. selengkapnya

Pemujaan dan Persembahyangan

kategori: Artikel Baru
Mengamati hiruk-pikuk sementara umat beragama belakangan ini, dimana ada yang mengaku dan mengklaim diri sebagai Nabi yang kemudian didakwa sebagai penganut aliran sesat, ada majelis umat yang menjatuhkan fatwa bersalah dan pelarangan bagi yang bersembahyang menggunakan bahasa Indonesia, dan entah apa lagi nantinya, tidaklah terlalu aneh bila itu memunculkan pertanyaan di benak tak sedikit orang tentang : Apakah sesungguhnya pemujaan atau persembahyangan itu ?; Mengapa bersembahyang harus begini atau begitu, harus merujuk kitab ini ataupun kitab itu, dan yang serba harus lainnya?. selengkapnya

Pura Penataran Agung Peed

kategori: Artikel Pilihan
Secara rasional maupun para penganut kepercayaan yang hidup pada zaman Megalithik itu menaruh perhatian yang sungguh-sungguh terhadap terpeliharanya kesuburan tanaman, binatang tumbuh-tumbuhan lainnya yang ada di bumi ini. Mereka mengharapkan kesuburan senantiasa terpelihara sehinga dapat memberi kenikmatan pada kehidupan, sungai yang bening, air pancuran yang jernih akan memberi kesuburan kepada masyarakat. Kesuburan yang terpelihara dengan baik dengan usaha yang benar-benar jernih akan memberi kesuburan kepada mereka sekalian. selengkapnya

Beragam Cara Jadi Saudagar

kategori: Artikel Pilihan
Beragama itu bukanlah hanya memuja Tuhan dengan upacara-upacara keagamaan semata. Hakikat upacara agama sesungguhnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia akan dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. selengkapnya

Menyeimbangkan Dinamika Purusa dan Pradana

kategori: Artikel Pilihan
Kehidupan di bumi ini tidak bisa hanya memperhatikan dinamika kehidupan badan jasmani atau sebaliknya hanya dinamika kehidupan rohani saja. Manusia hidup di bumi ini karena terpadunya purusa dan pradana. Purusa bukan berarti laki-laki dan pradana bukanlah berarti perempuan seperti pengertian tradisi di Bali sampai dewasa ini. Setiap orang baik laki-laki maupun perempuan terbangun dari bertemunya purusa dan pradana atau raga. selengkapnya

Hukum Bertujuan Menegakkan Keadilan

kategori: Artikel Pilihan
Menegakkan hukum adalah suatu upaya agar norma-norma hidup dapat menjadi landasan berbuat benar dan baik bagi setiap anggota masyarakat. Norma hukum bersumber dari norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan. Norma hukum itu adalah norma hidup dengan sanksi yang tegas dan nyata bagi pelanggar-pelanggarnya. Pemerintahan negara yang tegas menghukum para penjahat dan memberi penghargaan atau hadiah kebahagiaan kepada rakyat yang berbuat baik, benar dan berjasa, memberikan kontribusi pada kemajuan pada kehidupan di negaranya. selengkapnya

Pembinaan Moral di Desa Pakraman

kategori: Artikel Pilihan
Moral sangat penting bagi setiap orang, setiap masyarakat, dan setiap bangsa. Karena moral mencerminkan kepribadian seseorang, masyarakat dan bangsa. Secara etimologis moral berarti adat atau cara hidup. Dengan demikian ada persesuaian pengertian antara moral dan etika. Bahwa istilah moral dan etik menunjukkan cara berbuat yang menjadi adat istiadat di dalam masyarakat. Etik lebih menitik beratkan pada sistem norma, sedangkan moral lebih menitik beratkan pada soal perbuatan dan prilaku manusia. selengkapnya

Balidwipa, Baliyajna, dan Balihita

kategori: Artikel Baru
Bhutayajna adalah korban suci atau persembahan kepada Siwa dalam aspeknya sebagai Bhutapati, pengauasa unsur-unsur pembentuk alam semesta (bhuta). Bhutayajna mempunyai dimensi filosofis, ritual, agama, sosial dan budaya dilaksanakan di dalam rangka mewujudkan balihita, jagaddhita, sarwaprani hita yaitu kesejahteraan, kerahayuan, kedamaian masyarakat dan alam lingkungan secara kolektif dan moksa, yaitu penyatuan Jivatman dengan Siwa, Realitas Tertinggi dalam perspektif tujuan individu. selengkapnya

Nasib Mereka yang Wajib Diperhatikan Oleh Negara

kategori: Artikel Baru
Kehidupan beragama Hindu itu bukan hanya sembahyang dan menyelenggarakan upacara yandya semata. Sembahyang dan upacara yadnya adalah media untuk menanamkan nilai-nilai suci agama ke dalam lubuk hati umat untuk selanjutnya tergerak mewujudkan nilai-nilai suci agama itu dalam kehidupan empiris. Kalau hal itu tidak dilanjutkan setelah Sembahyang dan upacara yadnya berakhir, maka kegiatan itu akan sia-sia belaka. selengkapnya