Artikel Terbaru

Palasa, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Disebutkan berkali-kali dalam kitab suci Weda bahwa tiga rangkaian daunnya melambangkan Tritunggal Hindu dengan Brahma pada sisi kiri, Wisnu di tengah, dan Siwa pada sisi kanan. Ketika seorang anak laki-laki menjadi seorang Sadhu, ia diberi daun Palasa untuk dimakan dan tongkat yang terbuat dari kayu pohon Palasa. Bunga-bunga Palasa digunakan untuk membuat pewarna tidak permanen yang berwarna kuning muda atau oranye merah pekat. Para pemuja Siwa dan Wisnu mewarnai dahi mereka dengan pewarna tersebut. Dalam ceritera Mahabharata. Penasehat Jamadagni melaksanakan upacara persembahan bagi Dewa-Dewa di Palasvana atau hutan Palasa, suatu upacara yang diikuti oleh seluruh sungai. selengkapnya

Drestarastra: Ibarat Pohon yang Berbuah Keburukan

kategori: Artikel Pilihan
Tokoh Drestarasta digambarkan sebagai seorang tokoh yang sejak lahirnya sudah mempunyai cacat jasmani (buta)/berwatak tenang, pendengarannya sangat peka, dan mempunyai pejasaan yang tajam. Namun dalam hidupnya, ia selalu dihantui rasa cemas dan khawatir. Di samping itu, tidak sedikit sederetan tokoh-tokoh yang baik dan bijaksana hanya menyudutkannya. Hal ini karena perbuatan putra-putranya. Oleh sebab itu, tokoh Drestarastra dianggap sebagai "Pohon" yang berbuah keburukan. selengkapnya

Kekuatan Doa dan Praktek Religius

kategori: Artikel Baru
Hidup bisa menjadi saat-saat yang suram dan tidak mengenakan. Saat akal pikiran kita jauh dari Tuhan dan lekat dengan hal-hal duniawi. Ini tidak berarti bahwa kita harus menarik diri dari hal-hal yang bersifat duniawi. Namun penekanan utama sebaiknya diberikan kepada Tuhan dan memahami-Nya. Jika kita tidak memperhatikan ini, pencapaian duniawi menjadi tak berarti sama sekali. Siapapun yang tidak memberikan perhatian yang layak pada kehidupan bathiniah tidak dapat menikmati keduniawian (Jagadhita). selengkapnya

Spiritualitas Bagi Kedamain Dunia

kategori: Artikel Baru
Adalah suatu kesia-siaan atau kebodohan bila kita mencoba untuk mengukur besaran "niskala" dalam persepsi "sekala". Sebaliknya, kita akan melihat sisi astralnya atau sisi halusnya, bila sebuah fenomena sekala diamati dengan kacamata niskala. Spiritualitas, bertautan dengan yang bersifat metafisis atau niskala. Ini mesti jelas dulu bagi yang hendak melangkahkan kakinya ke dunia spiritual. selengkapnya

Misteri Mpu Kuturan

kategori: Artikel Pilihan
Mpu Kuturan adalah sebuah nama yang dikenal luas oleh masyarakat umat Hindu di Bali khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya. Beliau hadir di Bali pada pemerintahan Udayana Warmadewa. Dikenal lewat sejumlah prasasti yang dikeluarkan oleh raja tersebut. Namun disamping itu dalam sejumlah lontar "Mpu Kuturan", kita mengenal juga seorang Mpu Kuturan yang berasal dari Majapahit. selengkapnya

Caru, Benarkah Untuk Melestarikan Alam

kategori: Upacara
Umat Hindu banyak sekali mempergunakan simbul-simbul dalam mengekspresikan keyakinannya kepada Hyang Widhi Wasa. Salah satunya adalah melalui upacara yadnya berupa Caru. Caru adalah salah satu bentuk Bhuta Yadnya yang dalam pelaksanaannya mempergunakan binatang sebagai korban. Secara filosofis caru dilaksanakan untuk mengharmoniskan alam. Realitas yang nampak dalam upacara ini mempergunakan binatang-binatang sebagai korban. Jumlah binatang yang dijadikan korban tergantung pada tingkatan yadnya yang dilaksanakan. selengkapnya

Melenyapkan Rasa Takut

kategori: Artikel Baru
"Berani karena benar, takut karena salah". Jadi rasa takut itu ditimbulkan oleh perbuatan yang salah. Oleh karena itu untuk melenyapkan rasa takut kita tak boleh salah. Perbuatan yang salah adalah perbuatan yang melanggar hukum. Pernyataan takut berbuat salah ini pernah diucapkan oleh Sutasoma. Ceritranya sebagai di bawah ini. selengkapnya

Anugerah dalam Bhakti

kategori: Artikel Baru
Diantara empat jalan (marga), jalan bhakti ini dapat disebut sebagai jalan yang amat diminati oleh manusia. Manusia-manusia besar yang menunjukkan cinta-kasih tinggi dan penuh dedikasi terlahir dari jalan ini. Bunda Teresa dan Mahatma Gandhi adalah dua diantara para bhakta yang paling termasyur, abad lalu. Gandhi juga disebut-sebut sebagai Karma-Margi yang baik, disamping Swami Viveka-nanda. Jesus, dalam ajaran-ajaran luhurnya amat menekankan pada Cinta-kasih ini, seperti juga banyak Nabi-Nabi umat manusia lainnya. selengkapnya

Rwa Bhineda: Memahami Makna Suka dan Duka

kategori: Artikel Baru
Kegelapan atau kebingungan itu ada dua macam yaitu gelap pikiran berarti berpikiran tak tenang dan gelap hati berarti berperasaan gelisah. Orang yang kegelapan disebut orang yang dalam keadaan duka. Lawan dari kegelapan itu adalah terang yaitu terang pikiran yang berarti berpikiran tenang dan terang hati berarti berperasaan senang (suka). Biasanya yang disebut rwa bhineda dalam agama Hindu adalah suka duka. selengkapnya

Memaknai Hari Raya Keagamaan

kategori: Artikel Pilihan
Hari raya keagamaan seyogianya dijadikan momen meningkatkan daya spiritual untuk meningkatkan kualitas prilaku sehari-hari. Memaknai hari raya keagamaan kita berusaha menekan angka-angka negatif dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam keadaan hari raya angka pelanggaran lalu lintas diupayakan agar menurun dengan meningkatkan kepatuhan umat akan peraturan dan etika berlalu lintas. Dengan demikian angka kecelakaan akan menurun. Berusaha menekan marah sebagai wujud memaknai hari raya keagamaan. selengkapnya