Artikel Terbaru

Hoax di Medan Kurukshetra

kategori: Artikel Pilihan
Bima mengangkat gadanya tinggi-tinggi. Dengan perasaan sedih ia mengumpulkan kekuatan untuk kemudian menghantamkan gada saktinya itu ke kepala gajah bernama "Aswatama". Gajah setia dan perkasa itupun ambruk. Mati. Inilah "fakta" yang sengaja diciptakan oleh Bima agar ia dapat berteriak "Aswatama telah matiiiiiii.....". selengkapnya

Sikap Nyangut dalam Representasi Kehidupan Sosial

kategori: Artikel Baru
Nyangut!!! Begitu biasanya orang Bali memberi istilah bagi mereka yang pikirannya bertentangan dengan tuannya. Dia seolah memihak musuh akibat pikirannya itu. Tidak ada yang tahu persis, entah apa ide dasarnya sehingga I Sangut justru ditempatkan di posisi “Wang Kebot”. Di posisi mana biasanya Ki Dalang menempatkan para pembuat onar macamnya Rahwana dalam serial Ramayana. Atau Korawa dalam ephos Mahabharata. selengkapnya

Sisupala Si Tukang Hina

kategori: Artikel Pilihan
Dari itihasa Mahabharata, tersebutlah kisah di Kerajaan Chedi. Rajanya bernama Damagosa di dampingi permaisuri Srutasrawa. Keluarga kerajaan ini masih terikat kekerabatan dengan Vasudewa Krisna. Damagosa dan Srutasrawa memiliki seorang putra bernama Sisupala, yang lahir dengan tiga mata dan empat lengan. Karena keanehan itu, orangtuanya berniat untuk membuangnya, namun sabda dari langit mencegah mereka untuk melakukan hal tersebut karena Sisupala ditakdirkan untuk hidup sampai dewasa. selengkapnya

PASRAMAN: Kecerdasan Moral Budi Pekerti

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu meyakini kitab Ramayana merupakan kisah nyata yang menceritakan raja agung Prabu Rama dari Dinasti Surya atau Suryawangsa. Prabu Rama mewarisi tahta ayahandanya Prabu Dasarata yang mendirikan Kerajaan Kosala dengan ibu kota Ayodya Pura. selengkapnya

Memaknai Siwalatri di Zaman Globalisasi

kategori: Hari Suci
Umat Hindu setiap tahun merayakan hari raya Siwaratri sebagai malam perenungan dan pemujaan kepada Sang Hyang Siwa. Siwaratri (malam Siwa) yang jatuh pada Panglong Ping 14 Sasih Kapitu menjadi momentum intropeksi diri dan penyadaran. Tetapi banyak terjadi salah pemaknaan tentang Siwaratri (malam Siwa) sebagai malam peleburan dosa. Sesungguhnya dosa dari setiap manusia tidak bisa dilebur, tetapi mampu dinetralisir dengan perbuatan baik. selengkapnya

Pagar Gaib Laksamana

kategori: Hari Suci
Setelah gagal merayu pria tampan yang ditemuinya di hutan belantara Dandaka, Sarpakanaka dengan tangisan yang dibuat2 menemui kakaknya, Rahwana, di balairung istana Alengka. Cintanya kini berubah menjadi benci, ia ingin kakaknya yang sakti mandraguna itu mewakili dirinya memberikan rasa sakit pada Laksmana, pria yang menolaknya dengan kasar itu. Mata bathin pria tampan itu mampu menembus penyamarannya meski ia telah mengubah wujudnya menjadi wanita cantik. selengkapnya

Mendulang Berlian Mahā Śivarātri dalam Kesederhanaan

kategori: Hari Suci
Siva Mahadeva selalu digambarkan dalam keadaan bermeditasi dengan kalungan raja ular Nagasesa di lehernya atau duduk dalam sikap memberkahi bersama Dewi Parvati. Perwujudan Siva-Parvati yang paling banyak dipuja di India Selatan dan di negara-negara Asia adalah Linga Yoni. Pada hari Maha Sivaratri, Siva Mahadeva dipuja dalam bentuk Siva Linga atau Linga Yoni. selengkapnya

'Kerajaan' Ashram Sang Mahatma

kategori: Artikel Baru
Guna pencariannya akan kebenaran, Mahatma Gandhi berinisiatif untuk mendirikan Ashram di pinggiran kota Ahmedabad, Gujarat, India. Pada awalnya Ashram ini bernama Satyagraha Ashram yang didirikan pada tanggal 25 Mei 1915 di Kocharab, sebuah bungalo milik Jivanlal Desai. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 17 Juni 1917 Ashram dipindahkan dengan alasan Gandhi memerlukan lahan yang lebih luas untuk areal pertanian dan peternakan. selengkapnya

Falsafah Hidup Suku Dayak

kategori: Artikel Baru
Suku Dayak merupakan salah satu suku besar yang ada di Indonesia. Suku Dayak menempati hampir sebagian besar Pulau Kalimantan dan tersebar juga di Malaysia. Seperti suku-suku lain, suku Dayak juga memiliki ideologi yang mengikat mereka sebagai sebuah pandangan hidup. Layaknya Indonesia yang memiliki Bhinneka Tunggal Ika, suku Dayak juga memiliki ideologi Adil Ka'Talino Bacuramin Ka'Saruga Basengat Ka'Jubata. Sebuah ideologi yang dipegang teguh oleh para pemuka-pemuka adat dan diwariskan kepada generasi-generasi muda Dayak. selengkapnya