Artikel Terbaru

Majapahit: Catatan Emas Hindu Nusantara

kategori: Artikel Baru
Kerinduan pada masa lalu seringkali mengemuka tatkala masa kini terasa gamang, rancu tidak beres. Keinginan untuk berada dalam ruang memori boleh jadi terobati oleh fragmen-fragmen kisah-kisah zaman kerajaan. Kita dibawa kealam impresionistik wacana tentang situasi dan kondisi kerajaan, terutama kisah tokoh-tokoh istana atau punggawa kerajaan-kerajaan masa lalu yang jumawa menghadapi segala tantangan hidup. selengkapnya

Pelangkiran

kategori: Artikel Baru
Sri Rsi Anandakusuma dalam Kamus Bahasa Bali, mengartikan kata plangkiran sebagai tempat sajen yang ditempatkan pada kamar (1986). Sejatinya plangkiran telah lama menjadi pilihan untuk menstanakan Ida Sang Hyang Widhi dalam berbagai manifestasinya yang paling praktis, mudah dibuat, didapat, atau ditempatkan, dan memenuhi fleksibilitas fungsi dalam kesederhanaan bentuknya. selengkapnya

Kebangkitan Yoga

kategori: Artikel Pilihan
Banyak orang yang mengira bahwa ajaran Yoga sedang bangkit. Asumsinya dapat dilihat dari semakin banyaknya orang berlatih Yoga. Mereka tentu benar jika kebangkitan yang dimaksud ditentukan dari indikasi bertambahnya orang yang mempraktikkannya, khususnya Yoga asana. Hanya masalahnya adalah apakah kebangkitan Yoga ini bisa berbanding lurus dengan kebangkitan bathin umat manusia? Apakah ada kemungkinan kebangkitan ini nasibnya sama dengan lahirnya masyarakat modern? Modernism dianggap akan mampu membalikkan keadaan masyarakat secara makro dimana masyarakatnya disinyalir akan semakin bahagia. selengkapnya

‘The Golden Management’ Hindu

kategori: Artikel Baru
Manajemen adalah suatu fenomena yang telah ada sejak adanya seseorang menggunakan orang lain untuk memenuhi keinginannya. Dalam hal seni, manajemen merupakan suatu keterampilan seseorang untuk mencapai hasil nyata sesuai dengan yang diharapkan. Jadi hakekat seni dalam menajemen adalah suatu keberhasilan yang nyata dan baik walaupun sifatnya relative (tergantung pada orang, waktu, tempat, dan keadaan). selengkapnya

Mendulang Generasi Emas di Jaman Selaka, Mungkinkah?

kategori: Artikel Baru
Terminologi generasi emas, boleh jadi hanya otopia belaka jika belum terumuskan dengan indicator yang terukur. Dan masalah ini bukan ‘barang baru’ karena diskusi tentangnya sudah lama berlangsung. Menjadi bias ketika batasan waktu untuk memetakannya juga samar. Pembabakan sejarah dengan hanya bertumpu pada angka tahun belumlah tepat, apalagi memakai periode putaran Catur Yuga. selengkapnya

'Nunas Ajengan' Dalam Tradisi Leluhur

kategori: Upacara
Tradisi “melakukan sesuatu” sebelum makan merupakan peradaban sangat kuna. Ia telah eksis pada zaman Yajur Veda paling tidak, yang berarti zaman yang sudah tidak bisa diperkirakan entah oleh ketajaman kecerdasan manusia ataupun oleh mesin paling modern sekalipun. selengkapnya

Banten Sebagai Bahasa Simbol

kategori: Upacara
BANTEN dalam lontar Yajna Prakrti memiliki tiga arti sebagai simbol ritual yang sakral. Dalam lontar tersebut banten disebutkan: "Sahananing Bebanten Pinaka Raganta Tuwi, Pinaka Warna Rupaning Ida Bhattara, Pinaka anda Bhuvana". Dalam lontar ini ada tiga hal yang dibahasakan dalam wujud lambang oleh banten yaitu: "Pinaka Raganta Tuwi" artinya banten itu merupakan perwujudan dari kita sebagai manusia. "Pinaka Warna Rupaning Ida Bhatara" artinya banten merupakan perwujudan dari manifestasi (prabhawa) Ida Hyang Widhi. Dan "Pinaka Andha Bhuvana" artinya banten merupakan refleksi dari wujud alam semesta atau Bhuvana Agung. selengkapnya

Pengekangan Indria Melalui Puasa

kategori: Artikel Baru
Ajaran Sanātana Dharma memberikan penekananan penting pada puasa karena ia merupakan dasar penting dari ajaran Veda. Upavāsa berasal dari akar upa dan vasa; Upa artinya dekat, dan vasa artinya tinggal. Upavāsa artinya praktik pengendalian diri dalam segala hal, khususnya pengendalian indria-indria dalam segala hal agar tidak tertlalu bebas bersentuhan dengan objek-objek indria, agar orang bisa datang mendekat pada Tuhan. Upavāsa yang dalam bahasa Indonesia menjadi puasa dikenal sebagai pengendalian diri terhadap makanan dan minuman. selengkapnya

Dewasa Lahirnya Panca Sila 1 Juni 1945

kategori: Artikel Pilihan
Peringatan lahirnya Pancasila, diperingati setiap tanggal 1 Juni. Salah satu tokoh yang membidani keliharan Pancasila tiada lain Bung Karno. Tentu saja Bung Karno ketika mereka-reka rumusan Pancasila serta unsur yang ada didalamnya tidak terlepas dari pemikiran akan kebudayaan Nusantara yang adi luhung dengan keanekaragaman Suku, Agama, Ras, Bahasa, Budaya, Adat dan lain sebagainya. selengkapnya