Artikel Terbaru

Hindu Alukta

kategori: Artikel Pilihan
Ketika kita membaca atau mendengar kepercayaan-kepercayaan yang bernaung di bawah payung Hindu di Indonesia maka ada beberapaistilah atau kata yang mengikuti kata Hindu. Ada Hindu Bali, Hindu Jawa, Hindu Kaharingan, Hindu Alukta, dan sejenisnya. Dalam analisa penulis, istilah atau kata yang mengikuti Hindu nampaknya mencoba memberikan penegasan akan konsep lokal genius di setiap daerah di mana Hindu itu dikemas menurut budaya dan tradisi masing-masing daerah. selengkapnya

Hanuman Sang Duta Pembawa Pesan Ilahi

kategori: Artikel Baru
Perang antara Rama dan Rahwana hanyalah sebuah sandiwara. Banyak sekali diantara kita yang mengira perang itu hanya dongeng berkala, tetapi kurang lebih 8,000 tahun sebelum Masehi, perang semacam itu memang ada dan harus terjadi, untuk membersihkan bumi ini dari ‘sub-human species’ bentuk kehidupan yang terciptakan karena hubungan seksual antar manusia dan binatang. Apa yang kita sebut raksasa atau ‘demon’ itu merupakan jenis kehidupan yang memang harus dilenyapkan. Bagaimana juga yang dilenyapkan hanyalah “bentuk” atau “wujud” kehidupan tersebut. selengkapnya

Pohon Shaka, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Pada suatu hari ada seorang laki-laki kaya yang mempunyai seorang putri yang cantik jelita. Banyak laki-laki yang ingin menikahinya namun ia menolak mereka semua. Gadis itu tinggal disebuah asrama bersama seluruh gadis-gadis yang sudah pantas menikah di desa itu. Hatinya telah ia berikan kepada seorang pemuda yang biasa mengunjunginya secara rahasia setiap malam di asrama tersebut dan pergi di saat fajar. Sepanjang hari, gadis itu mencari kekasihnya di desa tersebut namun ia tidak pernah menemukannya. Akhirnya ia memberitahukan orang tuanya tentang kekasihnya itu. selengkapnya

Konsep Hindu Tentang Pelestarian Lingkungan

kategori: Artikel Baru
Terkait dengan pelestarian lingkungan Gunadha dan Dharmika (t.t) mencoba mencermati berbagai krangka konseptual Hindu dalam konteks pelestarian lingkungan. Misalnya, upacara Tumpek Bubuh misalnya yang dilaksanakan pada Saniscara Kliwon wuku Wariga setiap 210 hari sekali, dapat dimaknai sebagai usaha untuk melestarikan lingkungan. selengkapnya

Pendidikan Pasraman Hindu

kategori: Artikel Baru
Pendidikan Pasraman sudah ada di Indonesia sejak zaman purba. Pada Zaman modern, keberadaannya kembali diangkat ke pentas kehidupan. Di setiap pura di seluruh Indonesia, pendidikan Pasraman, menjadi satu alternatif pendidikan agama. Siswa yang tidak mendapatkan pendidikan agama di sekolah umum, mendapatkannya di pendidikan Pasraman. selengkapnya

Bangkit Dari Keruntuhan Majapahit

kategori: Artikel Baru
Ketika Kerajaan Majapahit runtuh abad ke-14, para manggala kerajaan berucap, "Boleh saja kerajaan mereka dihancurkan, tetapi tunggu lima ratus tahun lagi anak cucu mereka akan bangkit dan menagih kembali bekas wilayah Majapahit." Itulah yang diyakini sebagian besar umat Hindu Banyuwangi, sehingga kini ada kebanggaan bagi mereka untuk kembali ke agama Hindu. selengkapnya

Candi Agung Gumuk Kancil

kategori: Artikel Pilihan
Dikisahkan, Rsi Markandya mengajak sekitar 800 pengikut menyeberang ke Bali. Sampai di pegunungan Toh Langkir, Besakih, Karangasem, sebagian besar pengikutnya meninggal akibat terserang penyakit. Setelah bermeditasi, Rsi Markandiya bersama sebagian pengikutnya kembali lagi ke lereng Raung. Keanehan muncul, pengikutnya mendadak sembuh setelah mandi di lereng Raung. “Ini kisah tentang nama Sugihwaras (sugih = kaya, waras = sehat) yang kami dapat dari Bali,” kata Hadi Pranoto, sesepuh Hindu Sugihwaras selengkapnya

Kewajiban Manusia Pada Zaman Kaliyuga

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu mengenal adanya 4 (empat) zaman yang disebut "Catur Yuga" yang terdiri dari: Krtayuga, Trta Yuga, Dwapara Yuga dan Kali Yuga. Masa kerta yuga adalah merupakan masa yang penuh kedamaian dimana pada masa tersebut tidak ada manusia yang berbuat adharma walaupun hanya dalam pikiran. Manusia pada masa itu selalu mematuhi ajaran-ajaran kebenaran dan tiada pernah menyakiti mahluk lain baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Yang ada dalam kehidupan manusia pada masa tersebut adalah : berbuat untuk kesenangan orang lain dan berjalan diatas jalannya dharma sehingga jaman tersebut sering juga dinamakan: Zamah Satya Yuga yang mengandung arti bahwa pada masa itu manusia hidup didalam kesetiaan. selengkapnya

Saksi Bangkitnya Umat Hindu di Tanah Jawa

kategori: Artikel Baru
Pada dasarnya kebesaran Pura Tawang Alun yang didirikan secara phisik tahun 1980, hanya berupa sebuah palinggih Padmasana yang tidak begitu megah. Tetapi luasnya boleh dikatakan cukup memadai. Keberadaan Pura Tawang Alun yang letaknya sangat dekat dengan pantai ini pernah mendapat cobaan secara sekala niskala. Pasalnya tahun 1993 ketika lautan Samudra Selatan memuntahkan lidah ombaknya yang ganas dan memporak-porandakan desa sekitarnya, bangunan Padmasana ini justru masih tetap berdiri kokoh. Seperti tidak tersentuh oleh apa pun. Terjangan Tsunami yang mahadasyat itu tidak mampu merobohkan bangunan saci tersebut. Ini sebuah muzisat yang tidak terpikirkan oleh manusia selengkapnya

Keris, Warisan Budaya Penuh Makna

kategori: Artikel Baru
Keris bagi kita sebagai masyarakat Indonesia bukanlah barang baru atau yang asing lagi. Akan tetapi merupakan benda yang sudah menjadi warisan budaya nenek moyang kita yang telah mengakar dalam sendi-sendi kehidupan budaya masyarakat kita, lebih-lebih bagi masyarakat Jawa khususnya yang sangat kental dengan warisan leluhur tersebut. selengkapnya