Artikel Terbaru

Jihad Melawan Egoisme

kategori: Artikel Pilihan
Pada saat MUI menyerukan umat Islam di Indonesia agar berjihad membantu saudara-saudaranya umat muslim Afganistan melawan Amerika, saya diberondong dengan berbagai pertanyaan oleh seorang pemuda Hindu. Dia menanyakan, apakah di Hindu ada ajaran tentang solidaritas terhadap sesama umat Hindu, model "ukhuwah Islamiah" bagi umat Muslim? Pertanyaan senada juga disampaikan oleh pemuda lain pada saat FPI menyerukan jihad ke Ambon untuk membela umat Islam. Sepengetahuan saya, dalam ajaran Hindu tidak ada semangat eksklusif yang mengarahkan agar kita merasa berbeda, apalagi merasa lebih unggul, lebih istimewa, dibandingkan dengan umat agama lain. Semangat yang perlu dibina adalah semangat satu kemanusiaan dalam artian kita semua bersaudara (vasudaiwa kutum bhakam). Bukan karena seagama kita menjadi bersaudara, bukan juga karena berbeda agama kita menjadi musuh!. selengkapnya

Dana Punia Kepada Yang Tepat

kategori: Artikel Baru
Sebagai warga negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar, dalam sila yang kedua dari Pancasila dirumuskan tentang hal-hal yang meyangkut kemanusian. Dalam usaha untuk mencapai hal tersebut kita sebagai umat Hindu dituntut agar dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Kegiatan-kegiatan seperti tersebut diatas dapat dilaksanakan dengan melakukan manusa yadnya, yang didasari dengan ketulusan dan keikhlasan hati agar tercapainya kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia melalui dana punya. Melalui dana punya kita dapat melaksanakan kegiatan sosial yang dapat dijadikan suatu upaya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, alam lingkungan, Rsi dan guru. Pendekatan itu diwujudkan dalam berbagai bentuk pemberian baik yang berupa materi maupun jasa. selengkapnya

Kelahiran dan Kematian

kategori: Artikel Baru
Kelahiran dan kematian merupakan dua kata yang berkorelasi dalam tatanan agama Hindu, namun batasan yang tidak jelas membentuknya .menjadi dua proses yang nyaris tanpa jeda dan spasi, karena dalam agama Hindu mengisyaratkan bahwa apa yang pernah terlahirkan pasti akan menemui kematian, begitu pula sebaliknya apa yang sudah "mati" maka akan terlahir kembali (Samsara) mengikuti hukum semesta (Rta) selama pisau pemutus siklus ini belum mampu memotong dua proses ritual semesta ini. selengkapnya

Pandangan Agama Hindu Terhadap Judi dalam Kaitannya dengan Tabuh Rah

kategori: Artikel Baru
Salah satu yang menyebabkan Kehancuran masyarakat Bali diakibatkan oleh kemerosotan moral dan iman. Di tengah-tengah era reformasi, dimana masyarakat Bali mengalami penderitaan yang berkepanjangan. Untuk itu peran moral dan iman sangat menentukan untukmenuju kehidupan yang modern dan sejahtra. Dalam GBHN banyak diuraikan tentang kebijaksanaan pembangunan suatu Bangsa ditujukan kepada pembangunan manusia seutuhnya, dalam arti pembangunan material dan pembangunan mental spiritual. selengkapnya

Yang Memuji dan Menghina Keduanya Kawan

kategori: Artikel Baru
Lahir ke dunia ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk memperbaiki diri agar bisa tahap demi tahap menjadi sempurna terus akhirnya kembali bersatu dengan Tuhan. Kalau sudah sempurna tentunya tidak lagi kembali menjelma ke dunia karena telah bersatu dengan Tuhan. Ini artinya tidak ada manusia yang tidak punya cacat cela di dunia iniSemua manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kalau lahir sebagai manusia masih lebih mulia dari pada lahir sebagai hewan dan tumbuhan. selengkapnya

Agama Harusnya Membuat Hidup Bahagia dan Rukun

kategori: Artikel Baru
Agama disabdakan oleh Tuhan untuk menuntun umat manusia agar bisa hidup sejahtera, bahagia dan akrab rukun dengan sesama ciptaan Tuhan. Kalau ada berbagai pihak dalam menjalankan ajaran Agama yang dianutnya justru membuat dia semakin miskin dan juga semakin tidak akrab dan rukun, itu bukanlah salahnya Agama yang dianutnya. Ada upacara agama yang sepertinya kalau tidak dilakukan sebesar dan seruwet itu seperti itu hidup menjadi terancam. Ada umat beragama memandang temannya yang tidak seperti dia melakukan agama yang dianut akan menyebabkan Tuhan akan marah dan mengancam hidupnya. selengkapnya

Tuhan dalam Persepsi Masyarakat Hindu Toraja Barat

kategori: Artikel Pilihan
Tuhan, merupakan tema pokok dalam filsafat Ketuhanan dan teologi yang keduanya memiliki persepsi masing-masing. Perbedaannya terletak pada bagaimana menerima Tuhan sebagai obyek kajian. Filsafat menerima Tuhan berdasarkan pendekatan fikir atau rasional sedangkan Teologi berdasarkan keimanan. Di kalangan para filosof, perdebatan tentang Tuhan termasuk hubungannya dengan ciptaan telah lama menjadi perbincangan. Dalam filsafat Ketuhanan terdapat berbagai teori tentang Tuhan, mulai dari Animisme, Dinamisme, Totemisme, Politheisme, Natural Politheisme, Henotheisme (Kathenoisme, Pantehis-me, Monotheisme) (terdiri atas " Monotheisme Imanent dan Monotheisme Trancendent), hingga Monisme. selengkapnya

Tuhan dalam Persepsi Masyarakat Hindu Toraja Barat

kategori: Artikel Pilihan
Tuhan, merupakan tema pokok dalam filsafat Ketuhanan dan teologi yang keduanya memiliki persepsi masing-masing. Perbedaannya terletak pada bagaimana menerima Tuhan sebagai obyek kajian. Filsafat menerima Tuhan berdasarkan pendekatan fikir atau rasional sedangkan Teologi berdasarkan keimanan. Di kalangan para filosof, perdebatan tentang Tuhan termasuk hubungannya dengan ciptaan telah lama menjadi perbincangan. Dalam filsafat Ketuhanan terdapat berbagai teori tentang Tuhan, mulai dari Animisme, Dinamisme, Totemisme, Politheisme, Natural Politheisme, Henotheisme (Kathenoisme, Pantehis-me, Monotheisme) (terdiri atas " Monotheisme Imanent dan Monotheisme Trancendent), hingga Monisme. selengkapnya

Pangandaran, Sebuah Gambaran Singkat Tentang Hukum Hindu Alukta

kategori: Artikel Baru
Salah saru wacana yang cukup aktual di kalangan masyarakat Hindu hingga tahun 2003 lalu adalah pengadilan Hindu di Indonesia. Satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah terkait dengan meteri hukum Hindu itu sendiri, mengingat konsep dan pelaksanaan hukum yang mengatur masyarakat Hindu selama ini mengikuti budaya dan tradisi lokal masing-masing. Untuk itu, penulis akan mengemukakan gambaran singkat hukum dresta di kalangan umat Hindu Alukta di kabupaten Mamasa Propinsi Sulawesi Selatan. selengkapnya