Artikel Terbaru

Hadapi Tiga Perkara Hidup dengan Bijak

kategori: Artikel Baru
Hidup ini adalah persoalan. Selesaikanlah secara cerdas dan bijak. Oleh karena itu setiap orang terus berupaya untuk merumuskan persoalan hidupnya. Kalau tepat caranya merumuskan persoalan hidup itu maka akan lebih tepat untuk menentukan konsep dan langkah untuk mengatasinya. Adanya manusia lahir ke dunia ini karena belum sempurna. Kalau sudah sempurna tentunya sudah bersatu dengan Tuhan. Karena hidup ini memang rangkaian persoalan. Persoalan hidup muncul, juga karena setiap orang punya cita-cita berupa harapan hidup. Karena orang yang tidak punya cita-cita sama dengan mati. Tetapi cita-cita tanpa kerja sama dengan mimpi. selengkapnya

Gunakan Fasilitas Hidup dengan Cerdas

kategori: Artikel Baru
Hidup membutuhkan berbagai fasilitas. Fasilitas itu ada dalam bentuk materi maupun non-materi. Tuhan telah menciptakan alam dan ilmu pengetahuan untuk didayagunakan oleh manusia guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Alam dan ilmu pengetahuan itu dikelola oleh manusia untuk mendapatkan materi dan nonmateri yang memberi sarana dan fasilitas hidup. selengkapnya

Yang Dikalahkan Asmara Dua

kategori: Artikel Baru
Smara Ratih yang tanpa tubuh mengembara di dunia dari hati ke hati. Di setiap persinggahan hati mereka bekerja, membangkitkan rindu, mendorong-dorong agar terjadi pertemuan. Tidak setiap yang memujanya akan disinggahi. Dan tidak setiap yang tidak memujanya tidak akan disinggahi. Ia benar-benar hidup. Ia tahu di hati mana mesti menabur benih. Dan mereka tidak mengatakan rahasianya. Orang yang mengetahui rahasia itu, bukan karena membaca, bukan pula karena tidak membaca. Bukan karena puasa, bukan pula karena tidak puasa. Tidak ada jalan, kecuali Smara Ratih itulah jalan selengkapnya

Pisang, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Menurut legenda, pohon pisang membuahi dirinya sendiri tanpa penyerbukan silang. Maka pohon tersebut dianggap sebagai perwujudan Dewi Parwati. Di India Timur, di panggung-panggung pernikahan terdapat batang-batang pohon pisang pada sudut-sudutnya. Di daerah Ghat barat, pohon pisang dipercaya sebagai Nanda Dewi. Perwujudannya diukir pada batang pisang dan pada Bulan Kartika dihanyutkan ke sungai. Dalam Kitab Mahabharata, Kadalivana atau kebun pisang di Sungai Kubera-pushkarni adalah kediaman Dewa Kera Hanuman. selengkapnya

Mencari Kebenaran Sang Diri

kategori: Artikel Baru
Sebelum membahas "Kebenaran Sang Diri" dari dimensi Hindu, nampaknya menarik untuk mempelajari makna keberadaan manusia di dunia ini dari pemikiran-pemikiran Sartre. Filsuf Perancis, yang berdiri tegak mengusung teori filsafat eksistensialis. Apa yang menarik dari pemikirannya? Banyak, namun dalam sketsa dari "Sebuah Teori Emosi" tentang filsafatnya, manusia dihadapkan pada suatu realitas antara "ada dan ketiadaan". selengkapnya

Mengendalikan Nafsu Seks, Menurut Ajaran Hindu

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu mengajarkan agar umat Hindu mengarahkan tujuan hidupnya pada empat tujuan hidup yang disebut Dharma, Artha, Kama, dan Moksha. Kama adalah dorongan hidup atau keinginan yang harus diwujudkan berdasarkan Dharma dan Artha. Swami Satya Narayana Kama menjadi salah satu tujuan hidup bukan berarti hidup ini mengikuti keinginan atau hawa nafsu. Kama sebagai tujuan hidup untuk mengubah Kama itu dari Wisaya Kama menuju Sreya Kama. Dari dorongan hidup untuk memenuhi tuntutan hawa nafsu (wisaya) beralih secara bertahap menuju Sreya Kama untuk membangun keinginan untuk dekat dengan Tuhan berdasarkan kasih sayang dan keikhlasan. selengkapnya

Pohon Beri (Bidara), Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Baru
Pohon Beri adalah sebuah bagian dari ceritera rakyat di India Utara, khu-susunya di daerah Punjabi. Dianggap bahwa tidak baik menanam pohon ini di dalam rumah karena diperkirakan dapat membuat penghuninya berselisih. Suku Dukhban jani atau suku "Kesedihan" memindahkan pohon yang ada pada Kuil Emas di Amritsar yang dipuja oleh Suku Sikh. selengkapnya

Drupada dan Karma

kategori: Artikel Baru
Hakekat wayang sebagai simbul perwatakan manusia tampaknya agak sulit untuk dimengerti. Hal ini karena cerita wayang yang menggambarkan sikap hidup manusia yang beraneka ragam. Walaupun demikian, ke-anekaragaman itu sebenarnya telah diatur dengan jelas oleh dechotomi-dechotomi yang nyata. Sebutan tokoh pewayangan yang berbudi luhur misalnya, munculnya sebutan ini karena adanya tokoh berbudi angkara: tokoh pemberani karena adanya tokoh yang berwatak pengecut; tokoh yang jujur karena adanya tokoh yang berwatak penipu; dan sebagainya. selengkapnya

Makanlah Setelah Beryadnya

kategori: Artikel Baru
Upacara masaiban dalam tradisi umat Hindu di Bali sudah berlangsung sejak ratusan tahun. Namun sampai sekarang masih ada banyak perbedaan persepsi di kalangan umat Hindu tentang upacara sederhana itu. Upacara masaiban adalah tradisi untuk melakukan persembahan berupa sesajen atau banten setelah selesai memasak. Sesajen masaiban itu berbentuk sejumput nasi dengan menggunakan alas sepotong daun pisang atau sarana lain. Nasi itu dilengkapi lauk-pauk yang ada atau dengan sedikit garam saja. selengkapnya

Membangun Kesucian dengan Yoga

kategori: Artikel Pilihan
Kawasan suci adalah upaya menata ruang agar masyarakat dengan ruang yang ada dalam kawasan itu termotivasi untuk melakukan halhal yang disebut perilaku suci. Yang disebut perilaku suci itu adalah perilaku berdasarkan rta dan dharma. Rta adalah perilaka yang mematuhi dinamika hukum alam sehingga alam itu tidak terganggu hak azasi alaminya. Kawasan suci itu adalah ruang yang dapat berfungsi untuk mendorong umat manusia untuk berperilaku suc; sesuai dengan dharma. Perilaku berdasarkan rta adalah perilaku yang menjaga eksistensi alam menurut hak azasi alaminya. Sedangkan perilaku berdasarkan dharma adalah senantiasa menjaga dinamika perilaku berada pada garis dharma. Misalnya tidak merusak eksistensi Tri Chanda sebagaimana dinyatakan dalam mantra Rg Weda. selengkapnya