Artikel Terbaru

Beragam Cara Jadi Saudagar

kategori: Artikel Pilihan
Beragama itu bukanlah hanya memuja Tuhan dengan upacara-upacara keagamaan semata. Hakikat upacara agama sesungguhnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia akan dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. selengkapnya

Menyeimbangkan Dinamika Purusa dan Pradana

kategori: Artikel Pilihan
Kehidupan di bumi ini tidak bisa hanya memperhatikan dinamika kehidupan badan jasmani atau sebaliknya hanya dinamika kehidupan rohani saja. Manusia hidup di bumi ini karena terpadunya purusa dan pradana. Purusa bukan berarti laki-laki dan pradana bukanlah berarti perempuan seperti pengertian tradisi di Bali sampai dewasa ini. Setiap orang baik laki-laki maupun perempuan terbangun dari bertemunya purusa dan pradana atau raga. selengkapnya

Hukum Bertujuan Menegakkan Keadilan

kategori: Artikel Pilihan
Menegakkan hukum adalah suatu upaya agar norma-norma hidup dapat menjadi landasan berbuat benar dan baik bagi setiap anggota masyarakat. Norma hukum bersumber dari norma agama, norma kesusilaan dan norma kesopanan. Norma hukum itu adalah norma hidup dengan sanksi yang tegas dan nyata bagi pelanggar-pelanggarnya. Pemerintahan negara yang tegas menghukum para penjahat dan memberi penghargaan atau hadiah kebahagiaan kepada rakyat yang berbuat baik, benar dan berjasa, memberikan kontribusi pada kemajuan pada kehidupan di negaranya. selengkapnya

Pembinaan Moral di Desa Pakraman

kategori: Artikel Pilihan
Moral sangat penting bagi setiap orang, setiap masyarakat, dan setiap bangsa. Karena moral mencerminkan kepribadian seseorang, masyarakat dan bangsa. Secara etimologis moral berarti adat atau cara hidup. Dengan demikian ada persesuaian pengertian antara moral dan etika. Bahwa istilah moral dan etik menunjukkan cara berbuat yang menjadi adat istiadat di dalam masyarakat. Etik lebih menitik beratkan pada sistem norma, sedangkan moral lebih menitik beratkan pada soal perbuatan dan prilaku manusia. selengkapnya

Balidwipa, Baliyajna, dan Balihita

kategori: Artikel Baru
Bhutayajna adalah korban suci atau persembahan kepada Siwa dalam aspeknya sebagai Bhutapati, pengauasa unsur-unsur pembentuk alam semesta (bhuta). Bhutayajna mempunyai dimensi filosofis, ritual, agama, sosial dan budaya dilaksanakan di dalam rangka mewujudkan balihita, jagaddhita, sarwaprani hita yaitu kesejahteraan, kerahayuan, kedamaian masyarakat dan alam lingkungan secara kolektif dan moksa, yaitu penyatuan Jivatman dengan Siwa, Realitas Tertinggi dalam perspektif tujuan individu. selengkapnya

Nasib Mereka yang Wajib Diperhatikan Oleh Negara

kategori: Artikel Baru
Kehidupan beragama Hindu itu bukan hanya sembahyang dan menyelenggarakan upacara yandya semata. Sembahyang dan upacara yadnya adalah media untuk menanamkan nilai-nilai suci agama ke dalam lubuk hati umat untuk selanjutnya tergerak mewujudkan nilai-nilai suci agama itu dalam kehidupan empiris. Kalau hal itu tidak dilanjutkan setelah Sembahyang dan upacara yadnya berakhir, maka kegiatan itu akan sia-sia belaka. selengkapnya

Mencari dan Mendalami Isi Kosong

kategori: Artikel Baru
Hidup seperti bermain bola. Kita kejar beramai-ramai. Kita perebutkan. Kita tendang. Lalu, kembali kita kejar, dan seterusnya. Demikian sebuah pengandaian hidup dalam Geguritan Darmapada. Karya sastra geguritan, yang tahun penulisannya belum terjejaki itu, saya baca di sebuah perpustakaan lontar di Denpasar, sekitar sepuluh tahun silam. selengkapnya

Beringin, Rambut Dewa Brahma

kategori: Artikel Pilihan
Dalam Purana diceritakan tentang Savitri yang kehilangan suaminya setahun setelah pernikahannya. Suaminya meninggal dibawah pohon Beringin dan dengan memuja pohon ini, Savitri berhasil menghidupkan suaminya kembali. Legenda ini telah mengawali munculnya sebuah upacara Puja khusus yang dilaksanakan pada hari Vat Savitri dimana pada saat itu para wanita berpuasa dan berjalan mengelilingi pohon Beringin. selengkapnya

Pahala dalam Mengupayakan Kebahagian Orang Lain

kategori: Artikel Baru
Hidup untuk mengabdi pada orang lain (para upakara) sesungguhnya bukanlah suatu pengorbanan yang sia-sia. Dalam mengabdi untuk memperjuangkan kepentingan demi kebahagiaan orang lain sesungguhnya kita membuka pintu untuk menerima karunia Tuhan. Umat manusia diciptakan oleh Tuhan tidak semata-mata sebagai makhluk individu, tetapi sekaligus sebagai makhluk sosial. Artinya, manusia baru bias hidup normal sebagai manusia jika hidup bersama dengan manusia lainnya dalam suatu masyarakat. Ini artinya, ciri-ciri kemanusiaan itu akan muncul jika manusia itu hidup bersama dengan sesamanya. Hidup bersama dengan sesama manusia dalam suatu masyarakat akan membahagiakan apabila dalam kebersamaan itu untuk saling mengabdi. Hakikat manusia adalah sama dan berbeda. Memang tidak ada manusia yang persia sama dengan manusia lainnya. Dalam diri manusia ada perbedaan satu dengan yang lain. selengkapnya

Pinandita Sepatutnya Merdeka dari Tujuh Kemabukan

kategori: Artikel Baru
Posisi Pinandita dan Pandita Dwijati dalam kehidupan umat Hindu di Nusantara ini umumnya dicitrakan sebagai pengantar upacara yadnya semata. Melihat Pinandita (Pandita) maka kesan umat pada umumnya selalu dikaitkan dengan adanya penyelenggaraan suatu ritual atau upacara yadnya atau ada suatu kegiatan upacara yadnya di suatu pura. Karena setiap tempat pemujaan atau pura, sanggah atau merajan ada Pinandita (Pemangku)-nya dan sebagai pemuput upacara yadnya adalah Pandita Dwijati. selengkapnya