Artikel Terbaru

Wanitaning Wanita

kategori: Artikel Baru
Sejak bahasa Indonesia dilegitimasi sebagai bahasa Negara dan bahasa Nasional, ada dua leksikon bahasa Indonesia digunakan menggambarkan manusia berjenis kelamin bukan laki-laki (imaskulin), yaitu 'wanita ' dan 'perempuan ' (femi-nim). Disamping itu, ada kata 'dara ', 'gadis ', dan 'perawan ' untuk menyebut wanita atau perempuan yang belum dewasa. Awalnya, para linguis memperdebatkan penggunaan dua kata tersebut dengan argumennya masing-masing. Ada yang lebih cenderung menggunakan kata 'wanita', kelompok lain yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisyahbana lebih memilih kata 'perempuan'. Sampai sekarang, kedua kata tersebut digunakan secara bebas. selengkapnya

Drupadi

kategori: Artikel Baru
Dewi Drupadi galau, sedih berlinang air mata. Harapan hidupnya pupus ketika dir-inya dipertaruhkan di meja perjudian. Keputusan suaminya, Yudistira, yang menjadikannya taruhan dalam perjudian dengan Duryadana, nyaris membuatnya putus asa. Tindakan suaminya tergolong luar biasa, aneh, dan sulit diterima akal sehat oleh seorang istri yang setia penuh cinta. Sialnya, Panca Pandawa kalah permainan dadu karena akal bulus Sakuni. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Ekalawya

kategori: Artikel Pilihan
Ekalawya nama seorang anak lelaki yang tidak tahu babad keluarganya. Tidak tahu babad artinya tidak tahu “siapa” dirinya. Lebih lanjut, berarti tidak punya identitas keleluhuran. Identitas yang satu itu pada masanya adalah sebuah harga mati. Maksudnya, banyak orang dinilai [dihargakan] seperti mati tanpa punya identitas yang satu itu. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Rahwana Bagian Empat

kategori: Artikel Pilihan
Kekalahan Rahwana pertama-tama adalah kehendak pengarang. Tapi pengarang tidaklah sendirian dalam memutuskan kekalahan Rahwana. Karena di belakang otak pengarang ada sindikat yang terdiri dari tradisi, ajaran, moral, mazhab, audiens, norma, etika, aturan, lembaga, dan bahkan dewa-dewa. Semua itu bekerja dengan caranya masing-masing, sangat halus, dan lama kelamanaan menjadi pandangan dunia pengarang. Semua itulah yang menghendaki seorang Rahwana harus kalah. Harus dimatikan. Dan sebelum dimatikan, ia masih harus dihajar. Bukan hanya fisiknnya, juga propertinya, kerajaannya, dan benda-benda termasuk orang-orang kesayangannya. Selesai? selengkapnya

Vibrasi Doa Bisma di Pagi Hari

kategori: Artikel Pilihan
Udara dingin menyelimuti kota Hastinapura. Raja Sentanu masih diperaduan bersama Dewi Satyawati, mereka enggan keluar bilik, karena kondisi dingin memang selalu tak ramah di akhir bulan Kartika. Namun di sudut kerajaan yang asri, saat subuh menjelang pagi itu terasa amat menyejukkan, sebab pancaran api pemujaan telah menyala, menghangatkan suasana, untuk menyongsong sang surya. Bau harum asap kayu cendana memberikan pertanda bahwa doa dan mantra sedang diuncarkan untuk menginisiasi roda kehidupan yang mulai berputar. selengkapnya

Pendidikan Anak Usia Dini dalam Keluarga

kategori: Artikel Baru
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) - early chilhood education adalah pendidikan yang ditujukan bagi anak-anak usia prasekolah dengan tujuan agar anak dapat mengembangkan potensinya sejak dini, sehingga mereka dapat berkembang secara wajar sebagai anak. Tujuan PADU adalah agar anak memperoleh rangsangan intelektual, sosial, dan emosional sesuai dengan tingkat usianya. Hal ini perlu ditekankan, agar PADU tidak te/gelincir pada praktek-praktek bernuansa akademik sebagaimana terjadi di sebagian Taman Kanak-kanak (TK) dewasa ini. selengkapnya

Klaim Sepotong Surga

kategori: Artikel Baru
Seorang pemuda Hindu bertanya kepada temannya yang seorang Muslim, "Jika Anda berbuat sesuai dengan ajaran Al Qur'an, lalu mendapat 'upah' dari Allah berupa tempat yang 'super istimewa' bernama 'surga', apakah mungkin Anda akan berjumpa dengan saya di sana?" Karena kurang mengerti dengan maksud pertanyaan itu, teman emuda itu balik bertanya, "Maksud Anda? Begini...., jika saya juga berbuat sesuai dengan ajaran Weda, apakah mungkin nanti saya akan berada satu tempat dengan Anda di Surga itu? Teman si Pemuda itu kemudian menjawab, "Tidak mungkin! Hanya orang-orang Muslim yang akan berada satu tempat dengan saya. Hanya mereka yang menyembah Allah yang bisa masuk surga! Jika ingin masuk surga Anda mesti masuk Islam terlebih dahulu!" Bibir pemuda itu mendadak bergetar, lidahnya kelu. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Rahwana Bagian Tiga

kategori: Artikel Pilihan
Rahwana lelaki kompleks. Psikiater mungkin sepakat menyebutnya mengalami mental disorder. Wajah memang raksasa banget, tapi seleranya tinggi, selera dewa-dewa. Ketinggian selera itu ia tunjukkan dengan menyendera isteri titisan dewa Wishnu untuk dijadikan pelayan asmaranya. Dari segi ini saja sudah kelihatan ia kontroversial. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Rahwana Bagian Dua

kategori: Artikel Pilihan
Keberhasilan Shita bertahan dan mempertahankan kesuciannya adalah kegagalan Rahwana. Begitu yang nampak dari cerita. Tapi seorang pembaca yang berpikir akan segera tahu, ada keberhasilan lain yang tidak dimunculkan ke permukaan cerita. Yaitu keberhasilan Rahwana. Ia berhasil tidak memaksakan kehendak. Ia berhasil mencegah diri melakukan tindak kekerasan sesksual. Ia berhasil mengendalikan diri, mengendalikan nafsu, dan mengendalikan amarah. Karena beliau terbukti tidak memperkosa Shita. Begitu yang kita ketahui dari cerita. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Rahwana

kategori: Artikel Pilihan
RAHWANA! Seorang maharaja sakti yang tidak kekurangan perempuan di negerinya, melarikan isteri orang? Ya. Memang begitu di dalam cerita. Tidak lebih dan tidak kurang. Yang dilarikan bukan isteri sembarang orang, tapi istri titisan Dewa Wishnu, yang turun ke dunia untuk menyelamatkan Dharma, Rama. Seburuk itukah nasib titisan Dewa Wishnu yang dari jauh turun ke dunia, dan sampai di dunia isteri beliau dilarikan orang? Ya memang begitu di dalam cerita. Dewa juga manusia. Bermacam kejadian bisa menimpanya. Tak beda dengan kita. selengkapnya