Artikel Terbaru

Puri dan Purohita

kategori: Artikel Baru
Puri atau istana seorang raja adalah tempat tinggal seorang pemimpin atau penguasa. Keindahan sebuah puri di dalam kakawin Ramayana, karya sastra tertua dan terindah dalam jenis kakawin dilukiskan sebagai benkut: adalah sebuah puri bagaikan istana Hyang Indra, dipenuhi oleh orang-orang suci dan susila, puri itu bernama Ayodya, begitu termasyur. Keindahan sorga dikalahkan oleh keindahan puri Ayodya, orang-orang yang ada di dalamnya senantiasa bersuka cita, baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau. selengkapnya

Mantra dan Yantra

kategori: Artikel Baru
Yajna berasal dari bahasa Sansekerta, terbentuk dan akar kata yaj berarti memuja, menyembah. Pemujaan atau penyembahan tersebut ditumbuhkan untuk mencangkup aspek-aspek kehidupan yang beragam serta aksistensi kehidupan sebagai suatu kesatuan. Secara sepintas yajna terlihat sebagai suatu ritualistik, tetapi sesungguhnya di dalamnya terkandung aspek sosiologis, kosmologis dan religio-filosofis. selengkapnya

Disiplin Menurut Panca Niyama

kategori: Artikel Baru
Ajaran kedisiplinan dalam Panca Niyama ini terdiri dari saucha (menjaga dan meningkatkan kesucian badan serta pikiran), santosha (menjaga rasa damai dan rasa puas diri), tapa (ketekunan dan usaha keras dalam melakukan suatu pekerjaan), svadhyaya (hasrat untuk menuntut ilmu), dan ishvara panindhana (memuja Tuhan sesuai ajaran agama yang ada). selengkapnya

Keunikan Arca Ganesha Bhairawa Karangkates

kategori: Artikel Baru
Arca Ganesha ini terletak di belakang Kompleks Wisama Perum Jasa Tirta, Desa Karangkates, Malang. Lokasi situs Ganesha memang tidak bisa dilihat dari jalan utama jurusan Malang-Blitar, karena, di sana juga tidak ada papan nama yang menunjukkan jalan menuju ke situs tersebut. Namun, jika bertanya kepada warga sekitar, maka akan langsung ditunjukkan arahnya. Untuk menuju arca Ganesha ini dari arah Kota Malang, hendaknya jangan melalui jalan yang melintas di atas Bendungan Karangkates, tetapi lurus saja mengikuti jalan raya, setelah itu terdapat sebuah masjid di sisi kanan jalan. selengkapnya

Pengorbanan Suci untuk Kesejahteraan Bersama

kategori: Upacara
Konsep persembahan dan yadnya ini juga sinkron dengan tiga tujuan dalam mengamalkan ajaran agama. Pertama, untuk meningkatkan kualitas diri pribadi. Kualitas diri ini adalah sehat jasmani dan rohani, tenang dalam menghadapi berbagai gejolak hidup, memiliki ilmu pengetahuan yang cukup lewat pendidikan yang memadai. Ini disebut Swa Artha. Yang kedua disebut Para Artha, yaitu mengabdi kepada sesama manusia ciptaan Tuhan. Tolong menolong berdasarkan kasih dan dilandasi dengan punia yang tulus ikhlas (lascarya). selengkapnya

Empat Macam Tujuan Memuja Tuhan

kategori: Artikel Pilihan
Memuja Aku, dalam hal ini adalah Tuhan Yang Maha Esa, memang perbuatan yang baik. Sebaik-baiknya orang tak ada yang lebih baik dari pada ingat selalu memuja Hyang Widhi. Tetapi bagaimana orang yang sedang memuja Tuhan itu, apa yang ingin diraihnya, pamerih apa yang ingin diperolehnya, akan membedakan kualitas dari pemujaan itu sendiri. Catur Widha Bhajante atau empat macam (jenis) para bhakta dalam memuja Tuhan mempunyai karakter masing-masing dan menunjukkan pula status kerohanian bhakta itu. selengkapnya

Hewan yang Dibunuh untuk Yadnya

kategori: Upacara
Seringkali ada yang bertanya, apakah boleh hewan dibunuh untuk dipersembahkan sebagai yadnya dalam ritual Hindu? Pertanyaan ini muncul beberapa tahun terakhir, sesuatu yang tak pernah ditanyakan di masa lalu. Pertanyaan muncul karena ada “aliran dalam Hindu” yang ketat dalam melaksanakan prinsip ahimsa (tak boleh menyakiti apalagi membunuh) yang disertai pula prinsip vegetarian yang kuat selengkapnya

Goa Selomangleng Tempat Pertapaan Sang Dewi Kili Suci

kategori: Artikel Baru
Goa Selomangleng adalah sebuah situs goa peninggalan jaman kerajaan Kadiri yang terletak di kaki gunung Klothok, sekitar 7 Km arah Barat Kota Kediri, tepatnya di Desa Waung, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur. Lokasinya hanya berjarak beberapa meter dengan Museum Airlangga Kediri dan Bukit Maskumambang yang terdapat makam Eyang Boncolono. selengkapnya

Tapa Brata Menyucikan Atma

kategori: Artikel Baru
Atma adalah bagian dari parama atma, jadi memang selalu dalam keadaan suci. Kalau dianalogikan atma itu adalah sinar surya, sedang surya itu sendiri parama atma, maka sinar itu tak akan pernah kotor, selalu suci. Tetapi sinar itu bisa tidak diterima dengan baik di alam semesta atau samar-samar, tidak terang benderang. Penyebabnya ada awan yang menutupinya, bisa awan ringan dan tipis yang segera terbang, tetapi bisa awan gelap berupa mendung. Sinar itu sendiri tetap saja suci bersih, apalagi mataharinya. selengkapnya

Delapan Butir Kewajiban Asasi Manusia

kategori: Artikel Baru
Kecenderungan untuk menuntut hak dan, bila mungkin, melarikandiri dari kewajiban merupakan fenomena yang jamak dan bisa dengan mudah teramati di sekeliling kita. Dalam bentuknya yang halus, mungkin sekali kecenderungan ini juga hadir didalam kehidupan kita sendiri. Kita bisa saja lebih bersemangat bila diajak membicarakan hak-hak kita sebagai warga negara atau pekerja misalnya, ketimbang membicarakan kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi. Keengganan kita untuk membicarakan kewajiban menunjukkan kecenderungan ini dengan jelas. selengkapnya