Artikel Terbaru

Anoman Dharma Duta Agung

kategori: Artikel Pilihan
Ketika Sri Rama dalam kebingungan mencari istrinya, Sita yang diculik oleh raja raksasa Ravana. Anoman datang menghaturkan sembah bhakti dengan menjadi duta Rama untuk menemui Sita di negeri raksasa, Alengka. Dengan kemampuannya kera cerdas ini menyelinap masuk istana raja Ravanayang dikenal sakti mandraguna. Dan akhirnya berhasil menemui Dewi Sita serta menyampaikan pesan Rama kepadanya. Tapi apa daya akhirnya putra Dewa Bayu itu tertangkap oleh pasukan raksasa yang dipimpin oleh Indrajit, sang putra mahkota dari kerajaan Alengka Pura. selengkapnya

Hindu dan Teologi Pembebasan dalam Konteks Kekinian

kategori: Artikel Baru
Istilah teologi pembebasan (liberation teology) mula menemukan momentum sejak Gustavo Guitierrez mempelopori gerakan pembebasan bagi kaum tertindas di Amerika Latin menjelang akhir abad ke-20. Ketika itu Guiterrez merumuskannya dalam bentuk pembebasan belenggu sosial, ekonomi, politik, dehumanisasi dan pembebasn dari segala dosa sebagai akibat hegemoni kebuasan (pemerintah dan gereja). selengkapnya

Keyakinan dan Pengetahuan Reinkarnasi

kategori: Artikel Baru
Para intelektual muda Hindu yang tinggal di luar Bali terlebih lagi di belahan dunia barat memang patut kita akui keuletannya. Mereka tidak mudah percaya tentang sesuatu dengan begitu saja, bahwa mereka memang lebih tekun dan mempelajari tentang prinsip-prinsip. Reinkarnasi secara lebih mendalam, mereka terus mencari hal-hal yang mendukung keyakinannya, tentang kepercayaan atau keyakinan tentang adanya Reinkarnasi atau Punarbhawa, tentang penjelmaan-penjelmaan di masa yang lalu, sekarang dan yang akan datang. selengkapnya

Jiwa dan Wija

kategori: Artikel Baru
Upacara besar seperti Karya Ekadasa Rudra, Panca Balikrama, ataupun Bhatara Turun Kabeh yang diselenggarakan di Pura Agung Besakih terangkai dengan upacara di "Bale Paselang", disebut "Bhatara Tedun ke Paselang". Bale Paselang disebut juga "Smara Bhawana" karena di sini terjadi proses penciptaan seisi jagat. selengkapnya

Nyanyian Cinta Dewi Satyawati

kategori: Artikel Baru
Perkawinan adalah sebuah tangga untuk menggapai salah satu sisi siklus hidup manusia, sebelum masuk ke dalam nirvikalpa mounam (menunggal dengan keheningan). Sebab di bingkai itu terjadi transformasi berkelanjutan dengan dua arah yang sering tak terbatas. Tubuh adalah wahana dari pergulatan yang tak pernah berhenti kecuali mati. Ruang itu menghadirkan sejuta fenomena, yang ditandai oleh jeda perubahan. Misalnya, adaptasi akan melahirkan stabilitas, kemudian stagnasi yang dilanjutkan dengan degradasi dan disintegrasi serta inkubasi, yang pada akhirnya menuju sebuah proses menggapai vivekachundamani (permata wiweka). selengkapnya

Tumpeng, Wujud Kearifan Tradisional

kategori: Artikel Pilihan
Tumpeng adalah sesajian khas masyarakat Jawa yang senantiasa kita jumpai dalam berbagai upacara, seperti slametan, kenduri, bersih desa, maupun syukuran. Bahkan dewasa ini nasi tumpeng tidak hanya digunakan untuk upacara keagamaan yang bersifat sakral, tetapi juga untuk perayaan-perayaan yang bersifat profan, seperti hari ulang tahun, syukuran awal pembuaan film, syukuran pembukaan tempat usaha, dan lain-lain. Nasi yang dibentuk kerucut ini biasa diletakkan di atas tampah (nampan dari anyaman bambu berbentuk bulat) dengan dikelilingi lauk pauk dan sayuran di sekelilingnya. Barangkali semua orang bisa mengatakan bahwa nasi tumpeng adalah simbol dari sebuah gunung, namun mungkin hanya sedikit orang yang bisa memahami mengapa simbol gunung menjadi begitu dominan di dalam tradisi sesaji Jawa. selengkapnya

Migrasi Galungan

kategori: Hari Suci
Galungan adalah ritual keagamaan Hindu yang dilaksanakan secara rutin setiap Budha Kliwon Dungulan. Rutinitas ini menandai terjadinya perulangan religiusitas. Artinya, umat Hindu telah lama melaksanakan hari raya Galungan yang dihadirkan kembali pada ruang-waktu sakral. Kehadiran Yang Sakral dalam ritual agama menegaskan ciri religiusnya sekaligus membedakannya denaan aktivitas rutin lainnya yang bersifat profan. Oleh karena itu. perayaan Galungan dapat dipahami dalam dimensi religiusitas umat Hindu se-hingga tidak menjadi tradisi yang kaku dan beku. apalagi nihil makna. selengkapnya

Berkaca Pada Penjor

kategori: Artikel Baru
Mitos Toh Langkir sebagai penguasa gunung tertinggi di Bali sering didengar, begitu pula dengan cerita Anjani sebagai pemilik Rinjani. Toh Langkir maupun Anjani, keduanya adalah analog ayah dan ibu. Sebab, ibu menjadi dasar pemujaan sementara ayah menjadi tujuan pemujaan. Dasar dan tujuan tidaklah dapat dipisahkan keduanya merupakan dualisme yang tidak dapat berdiri sendiri. selengkapnya

Sejarah Wayang Beber

kategori: Artikel Pilihan
Awal mula pewayangan adalah Wayang Watu (batu) pada abad ke 9, atau wayang yang terukir pada dinding relief candi-candi, kemudian berkembang menjadi wayang rontal. Hal ini terdapat pada Serat Sastramiruda tertulis Sengkalan Gambaring Wayang Wolu, yang berarti 861 Saka atau 939 Masehi. selengkapnya