Artikel Terbaru

Tujuh Langkah Meraih

kategori: Artikel Baru
Mencapai anugerah Tuhan yang utama itu disebut Nisreyasakaram param dalam Manawa Dharmasastra XII.83 yang dikutip di atas. Nisreyasakaram param itu adalah kerja yang dilakuknan dengan ketu-lusikhlasan sangat dalam yang akan mampu meraih Anugrah Tuhan berupa kehidupan yang aman damai sejahtera di dunia Sekala dan mencapai Surga bahkan sampai Moksha di alam Niskala: Anugerah itu akan dicapai dengan melakukan tujuh hal yang tergolong Nisreyasakaram param seperti yang dinyatakan dalam kutipan Sloka di atas. selengkapnya

Subak, Epos Ramayana, dan Zaman Kaliyuga

kategori: Hari Suci
Libur Nyepi, saya membuang jauh-jauh buku teks tentang subak dan pertanian, yang selama ini saya tekuni. Bacaan saya alihkan pada buku-buku Agama Hindu. Di rak buku, saya menemukan buku karya Pak Tjok Rai Sudartha, tentang Kepemimpinan Hindu Asta Brata Sebuah nasihat kepemimpinan, yang diamanatkan oleh Sri Rama kepada Pangeran Wibisana (bukan kepada Pangeran Bharata). Hal itu dilakukan, beberapa saat menjelang Wibisana akan menduduki jabatan sebagai Raja Alengka kini Ceylon (Sri Lanka) selengkapnya

Majejahitan: Pewarisan Kesadaran Estetika Manusia Bali

kategori: Upacara
Setiap orang Bali, walaupun ia terlahir sebagai laki-laki, pasti pernah matanding atau majejahitan. Metanding adalah kegiatan untuk menyanding-nyandingkan atau menata berbagai bahan sesaji sehingga menjadi sebuah keutuhan sebuah banten (sesaji). Sementara majejahitan merupakan bagian dari matanding, yaitu menjahit janur dirangkai dengan berbagai bunga dan daun-daunan tertentu. Mejejahitan menghasilkan canang (merangkai janur dan warna-warni bunga dan daun). Canang dan berbagai hasil majejahitan dipersatukan dalam matanding menjadi banten. selengkapnya

Harmonis dalam Keberagaman

kategori: Hari Suci
Dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu tidak bepergian (amati lelungan), tidak bekerja (amati karya), tidak menyalakan api (amati gni), dan tidak mengumbar kesenangan (amati ielanguan), terciptalah suasana sepi dan hening di dalam keluarga. Ditambah lagi dengan mona brata (tidak berbicara) dan upawasa (puasa makan dan minum), maka semakin khidmatlah suasana penyambutan tahun baru tersebut. selengkapnya

Candi dan Relevansinya Kini

kategori: Artikel Baru
Sebagai umat Hindu dalam melaksanakan persembahyangan kita menghadaf ke arah bangunan yang disebut dengan padmasana, yaitu simbol tempat melinggihnya Sang Hyang Widhi dihadapan uiriat-Nya. Bangunan Padmasana berbentuk seperti tugu, bagian bawah terdapat hiasan kura-kura yang dililit oleh 2 ekor naga, di bagian tengah dihias dengan ukir-ukiran yang milah dan seringkaii dilengkapi dengan arca-arca di setiap sudutnya. Sedangkan - di bagian atas berbentuk kursi dengan bagian sandaran tangannya dihias dengan 2 ekor naga. selengkapnya

Nyikut Raga dengan Karmaphala

kategori: Artikel Pilihan
Karmaphala berarti buah perbuatan. Setiap perbuatan pasti akan mendatangkan hasil. Sebagaimana seorang petani yang menanam padi, maka padilah yang akan dipanen. Jika menanam jagung maka jagunglah yang akan dipetik. Demikian pula halnya setiap perbuatan baik akan menghasilkan buah yang baik, atau sebaliknya hasil yang buruk adalah akibat dari perbuatan yang buruk. Tiada satu pun di alam semesta ini akan luput dari hukum karmaphala, karena setiap kerja akan menampakkan hasilnya. Jika tidak ada sebab tak mungkin akan ada hasil. Inilah hukum sebab-akibat yang merupakan keyakinan yang sangat mendasar dalam ajaran agama Hindu. selengkapnya

Siwa Nataraja, Koreografer dan Kreativitas

kategori: Artikel Baru
Siwa Nataraja adalah Siwa dalam wujud sedang menari. Siwa adalah 'penari kesadaran kosmis. Siwa adalah rajanya penari, pencipta tari-tarian yang terindah, terdahsyat dari segala jenis tarian yang ada. Karenanya, Siwa disebut sebagai sumber dari mana kesadaran dan kreativitas kesenian menyebar (ngebek) dan kepadanya menyublin (ngingkes) di dunia ini. Siwa menari untuk kemakmuran, kesejahteraan dan kedamaian £ dunia; dan yang paling penting adalah untuk melepaskan jiwa individu dari segala ketergantungan atau belenggu duniawi atau oleh kekuatan maya (ilusi) selengkapnya

Prasada: Anugrah Nyata dari Tuhan

kategori: Upacara
Prasada adalah anugrah yang memberikan kedamaian, yang merupakan makanan suci yang sucah dipersembahkan kepada Tuhan. Selama melakukan pemujaan, para pemuja biasanya mempersembahkan nasi putih, buah-buahan, gula kelapa, dan bahan-bahan semacam itu kepada Tuhan, sesuai dengan kemampuannya. Selelah aneka makanan, minuman dan buah-buahan ini dipersembahkan kepada Tuhan, kemudian dibagikan diantara anggota keluarga, atau jika di pura akan dibagikan kepada para bhakta di pura. selengkapnya

Catur Purusa Artha dalam Serat Wedhatama

kategori: Artikel Baru
Jawa sebagai sentral perkembangan Hindu di Indonesia, telah melahirkan banyak karya-karya besar dari Resi-resi agung seperti lontar-lontar tatwa, kekawin-kekawin dan banyak lagi yang lain yang punya nuansa Religius, etis, moralis dan juga filosopis. Seiring dengan perkembangan jaman, dimana Hindu mulai digeser oleh agama-agama lain, kontribusi Hindu terhadap perkembangan tradisi di Jawa tetap besar. Ajaran-ajaran Hindu masih banyak mewarnai pola pikir para sesepuh atau penglingsir Jawa selengkapnya

Penghayatan Terhadap Kemulian Manusia

kategori: Artikel Baru
Setiap manusia di dunia ini, apapun agamanya, mempunyai tujuan hidup yang hendak dicapai. Ada yang menyebutkan agar dapat hidup bahagia di dunia ini dan bahagia juga di dunia akhirat. Ada yang mengatakan agar mendapatkan kebahagiaan di jagat raya ini dan juga kebahagiaan di nirwana. Apapun istilahnya, tujuannya adalah agar selama hidup di mercapada (dunia ini) selalu dalam keadaan bahagia, demikian pula kalau sudah meninggal (mendapatkan kebahagiaan yang abadi). Namun demikian, cara orang mencapai kebahagiaan itu sangat beragam. Karena itu pendekatannya pun berbeda-beda sesuai dengan pandangan hidup orang itu, atau katakanlah karena agama yang dianutnya selengkapnya