Artikel Terbaru

Manusia Mahluk dalam Persimpangan

kategori: Artikel Baru
Naluri merupakan bagian dari kebinatangan, akal-budi merupakan bagian dari kedewataan atau keilahian. Semakin sering dan semakin cenderung seseorang menggunakan nalurinya, ciri dari semakin kuat kebinatangannya. Seperti halnya naluri, intuisipun memberi kepekaan kepada manusia. Bedanya, kalau kepekaan yang diberikan oleh naluri bertumpu pada kondisi fisikal dan kinerja indriawi, maka kepekaan dari intuisi bertumpu pada kondisi spiritual dan kinerja rokhani. Kalau naluri lebih dibutuhkan guna tetap bertahan hidup (survival-insting), maka intuisi dibutuhkan untuk meningkatkan martabat-kelahiran. selengkapnya

Merdeka Menurut Hindu

kategori: Artikel Baru
Merdeka itu harapan dan cita-cita setiap orang dan setiap bangsa. Cuma merdeka itu memiliki dimensi yang amat luas dan kompleks. Merdeka tidaklah dapat disamakan dengan hidup bebas tanpa batas dan tanpa tanggung jawab. Merdeka itu kebebasan yang dibatasi oleh norma-norma agar kebebasan itu diarahkan untuk menegakan kebenaran dan kebaikan disertai dengan tanggung jawab. Kemerdekaan itu hak setiap bangsa. Namun hak timbul karena kewajiban. Kemerdekaan itu tidak diperoleh tanpa melakukan kewajiban. selengkapnya

Peran Agama dalam Resosialisasi Korban Narkoba (NAPZA)

kategori: Artikel Baru
Indonesia pada mulanya hanya sebagai tempat transit peredaran narkoba, kemudian berubah telah menjadi tempat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba bahkan telah menjadi sumber pembuatannya sebagaimana terungkapnya adanya pabrik pembuatan extasy. Perkembangan baik kuantitatif maupun kualitatif penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba semakin meningkat sampai pada tingkat membahayakan. Bahaya narkoba (Napza) mengancam kelangsungan hidup dan kehidupan serta pembangunan Nasional. selengkapnya

Menuju Perang Puputan

kategori: Artikel Baru
Perang Puputan jika dilihat dari pandangan strategi modern tampaknya merupakan suatu perbuatan yang sia-sia (konyol). Namun walaupun demikian perang puputan pernah dilakukan oleh raja-raja di Bali, seperti raja Badung dan raja Klungkung dalam usahanya untuk memahami latar belakang mengapa raja Badung melakukan perang puputan, maka perlu dipahami ide-ide pemikiran seorang tokoh, dalam hubungan ini ajaran-ajaran filsafat yang dianut oleh raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung. selengkapnya

Diri Yang Bukan - Diri

kategori: Artikel Baru
Apa yang kita sebut sebagai kepribadian seseorang adalah segena proponen yang membentuk tataran fisiko-mentalnya berikut segenap interaksi yang terjadi di dalamnya. Ia sebetulnya jauh lebih luas dan lebih dalam dari sekedar tingkahlaku dan budi-pekerti, seperti yang umumnya dimengerti. Ia juga menyangkut minat dan bakat, kecendrungan dan kegandrungan, bahkan karakter atau sifat dan naluri, kecerdasan, pencerapan, ingatan, pengetahuan, pemahaman, pandangan hidup dan kesadaran akan kehidupan itu sendiri secara keseluruhan. selengkapnya

Pendidikan Agama Hindu di Luar Bali, Haruskah Bali Sentris?

kategori: Artikel Baru
Sebagai mahasiswa yang berasal dari luar Bali (transmigran, yang nota bene adalah Hindu etnis Bali), penulis merasa sangat sulit sekali untuk memahami dan mengerti materi pendidikan yang ada dalam buku-buku pelajaran agama Hindu tersebut, apalagi saudara-saudara kita yang beragama Hindu non Bali. Misalnya: Hindu etnis India di Sumatera Utara, Hindu etnis Dayak (Kaharingan) di Kalimantan, Hindu etnis Batak Karo di Sumatera, Hindu etnis Toraja dan Bugis di Sulawesi, Hindu etnis Ambon di Maluku, Hindu etnis Jawa dan Sunda di Jawa, dan Hindu etnis-etnis lain yang ada di luar Bali. selengkapnya

Epistemologi Jawa: Sebuah Rekonstruksi Makna

kategori: Artikel Baru
Jawa adalah salah satu pulau yangpernah menjadi pusat kebudayaan dunia di masa silam. Sebagai sebuah pusat kebudayaan, Jawa memberikan banyak kesempatan dalam berbagai kegiatan olah pikir dan asah budi. Tidak sedikit pemikir-pemikir Jawa bermunculan waktu itu. Berbagai konsep dan hasil perenungan Jawa sudah banyak ditelorkan. Produk pemikiran ini juga tersebar ke mana-mana. selengkapnya

Jnyana, Karma dan Bhakti Bagaikan Gula Batu

kategori: Artikel Pilihan
Tuntunan beragama Hindu yang disebut Jnyana, Karma dan Bhakti, sering menjadi ajang beda pendapat di kalangan umat Hindu sendiri. Ketiga ajaran untuk menuntun umat yang beragama Hindu dalam melakukan kahidupan-nya beragama. Kalau berbeda itu tidak dipertentangkkan, justru baik karena saling memperkaya wawasan beragama Hindu itu sendiri. Tetapi ada juga hal itu dipertentangkan. Seperti upacara yadnya, hanyalah jalan bhakti dan karma tidak ada jnyana-nya. selengkapnya

Pahala Melaksanakan Sepuluh Norma Hidup

kategori: Artikel Baru
Sepuluh Dharma Laksana itu, Dhritih adalah sikap hidup yang mantap dan konsentrasi dalam menjalan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Latihan konsentrasi bukan semata-mata untuk tujuan rokhani mencapai Moksha. Dalam melakukan tugas-tugas duniawi juga dilakukan dengan penuh konsentrasi untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut secara profesional dan bertanggung jawab. Sesungguhnya latihan meditasi atau Dhyana itu hasilnya untuk meningkatkan keluhuran moral dan menguatkan daya tahan mental. selengkapnya