Artikel Terbaru

Candi Prambanan sebagai Saksi Sejarah

kategori: Artikel Baru
Candi ini tidak saja berisi arca Siwa Mahadewa yang tebesar, Arca Siwa Mahaguru, Ganesha, Durga, Nandini, tetapi juga berisi relief mahakawya Ramayana dan Kresnayana yang tiada taranya. Arca dan relief hasil sentuhan tangan-tangan halus para seniman terhadap batu-batu andesit yang keras. Maka religiusitas dan estetika manunggal di sini, di candi Prambanan. selengkapnya

Gatutkaca Sraya

kategori: Artikel Pilihan
Gatut Kaca berserah diri untuk melaksanakan kepentingan Bimaniu. Gatut Kaca Seraya : Artinya bahwa Gatut Kaca, berserah diri untuk melaksanakan segala upaya, untuk menikahkan Bimaniu dengan Diah Siti Sundari putri Sri Kreshna dari kerajaan Dwarawati. Bimaniu juga dinikahkan Gatut Kaca, dengan Diah Utari putri maha raja Matswapati asal kerajaan Wirata. Penyelarasan madu dua istri : Diah Siti Sundari dan Diah Utari, sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan kebijaksa-naan Bimaniu sendiri. selengkapnya

"Neraka" Menurut Garuda Purana

kategori: Artikel Pilihan
Ketika seseorang meninggal dunia utusan Dewa Yama sebagai yamadhuta dengan wajah yang menyeramkan, menakutkan dan sekaligus penuh wibawa akan datang menjemput roh orang yang meninggal tersebut untuk dibawa menghadap Dewa Yama. Segera setelah dibacakan catatan Sang Hyang Suratma, Dewa Yama mengambil keputusan roh orang tersebut mendapat sorga atau neraka. Apabila diputuskan mendapat neraka, maka Ia akan dibawa ke neraka untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya semasa hidup. selengkapnya

Candi-candi Agung di Kaki Gunung Merapi

kategori: Artikel Baru
Sekalipun telah diketahui gunung Merapi begitu aktip dan membahayakan kehidupan di lereng dan kakinya, maka umat Hindu di masa lalu tetap memilih dataran subur di kaki gunung sebagai tempat membangun peradaban. Cerita tentang terjadinya gunung-gunung di Jawa sebagaimana disuratkan didalam kitab Tahtu-pagelaran memang menarik untuk kita kaji. Ceritera tersebut tidak saja mewartakan kehadiran gunung-gunung itu tetapi juga kehadiran para dewa yang kemudian mengajarkan berbagai pengetahuan dan keterampilan kepada umat manusia. selengkapnya

Mengeksistensikan Kesucian Pura Besakih

kategori: Artikel Baru
Pura Besakih dalam Lontar Padma Bhuwana disebut sebagai: Huluning Bali Rajya. Artinya, Pura Besakih adalah hulunya Pulau Bali. Pura Besakih juga sebagai Pura Rwa Bhineda yaitu sebagai Pura Purusa dan Pura Batur sebagai Pura Pradana. Artinya, sebagai Pura Purusa Pura Besakih sebagai jiwa spiritualnya daerah Bali. Pura Besakih juga sebagai Pura Sad Winayaka atau salah satu dari Sad Kahyangan yang paling utama. Pura Sad Winayaka itu sebagai jiwa dalam menggerakkan unsur-unsur Sad kerti menjaga di terpadusecara sinergis harmonis. selengkapnya

Brahmana Itu Bertani

kategori: Artikel Baru
Bhagawan Domya didatangi oleh tiga calon muridnya yaitu Sang Utamanyu, Sang Arunika, dan Sang Weda. Ketiganya menyatakan keinginannya untuk berguru kepada Bhagawan Domya. Sebelum memberikan pelajaran kepada calon muridnya Bhagawan Domya melakukan Upanayana, yaitu menguji sang murid dengan berbagai aktivitas. Ternyata Bhagawan Domya menugaskan murid-muridnya yaitu : Sang Utamanyu melakukan aktivitas bertani, Sang Arunika menggembala sapi, dan Sang Weda memasak. Bagi sementara orang pekerjaan seperti itu mungkin dianggap mudah, namun bagi Bhagawan Domya dengan lekerjaan inilah beliau dapat menguji karakter muridnya. selengkapnya

Kepahlawanan Guru dalam Pandangan Hindu

kategori: Artikel Baru
Dalam konteks sosial kemasyarakatan, guru punya posisi sangat strategis. Oleh karenanya sosok guru senantiasa mendapat perhatian berbagai kalangan. Dari pemerintah, ahli pendidikan, LSM, juga dari tokoh agama untuk menghargai peran guru dalam konteks pembangunan suber daya manusia, guru sering dipandang sebagai orang yang perlu ditiru dan digugu. Saking strategisnya peran guru dalam kehidupan masyarakat, sampai-sampai guru diberi julukan "pahlawan tanpa tanda jasa". selengkapnya

kategori: Artikel Baru
Sejarah mencatat bahwa perjuangan umat Hindu melawan penjajah terkonsentrasi di Bali, keterlibatan pejuang Bali dalam melawan kolonialisme Belandal Gusti Agung Jelantik dalam Perang Jagaraga, Tjokorda Mantuk Ring Rana memimpin Perang Puputan Badung, Ida Tjokorda Istri Kanya memimpin Perang Puputan Klungkung, dan I Gusti Ngurah Rai yang memimpin Perang Puputan Margarana. Perang melawan pemerintah kolonial ini menunjukkan peran penting masyarakat Bali (umat Hindu) dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. selengkapnya

Kemerdekaan dan Karmaphala

kategori: Artikel Baru
Kemerdekaan lebih sering dipahami sebagai hak daripada kewajiban. Seseorang dikatakan merdeka, bila memiliki hak penuh mengendalikan dan mengatur dirinya tanpa bergantung pada orang lain. Begitu pula suatu negara dan bangsa dikatakan merdeka, bila memiliki hak penuh mengendalikan dan mengatur sebagian dan/atau keseluruhan wilayahnya tanpa bergantung pada negara dan bangsa lain. selengkapnya