Artikel Terbaru

Makna Sesajen dalam Ma'toratu

kategori: Artikel Baru
Agama Hindu Alukta memandang upacara keagamaan, diantaranya, sebagai suatu upaya untuk membangun dan melestarikan hubungan yang harmonis, tidak hanya dengan Puang Matua (Tuhan), Dewata (Dewa), Bombo Tomate (Leluhur), Tomasagala (Roh halus), dengan alam, tetapi juga dengan sesamanya. Keharmonisan dengan sesama manusia diwujudkan dalam upacara keagamaan yang disebut ma'toratu atau ma'tosae. Upacara ini dilaksanakan tatkala ada tamu yang pertama kali berkunjung ke suatu keluarga tertentu atau ke suatu kampung. Selain itu, juga tatkala ada bayi baru lahir. selengkapnya

Tugas Ilmuan Membersihkan Bahasa dengan Pikiran

kategori: Artikel Baru
Untuk mencegah adanya enam bahaya domistik seperti ketidakadilan, ke-sewenang-wenangan, arogansi kekuasaan, arogansi kekayaan, arogansi intelektual dan keberingasan sosial semuanya itu menjadi tugas semua pihak. Untuk mencegaTi agar jangan ada pihak-pihak yang merasa benar sendiri. Kenyataan yang masih jauh dari kebenaran tidak mudah memprosesnya untuk mencapai kebenaran. Dalam hidup ini selalu ada proses merubah kenyataan menuju harapan yang dicita-citakan. selengkapnya

Galungan dan Durga Puja

kategori: Artikel Baru
Hari Raya Galungan menempati posisi yang istimewa di dalam sistem rerainan agama Hindu di Bali. Hari raya ini dilaksanakan setiap 210 hari atau setiap wuku Dungulan (Galungan), tepatnya Buddha Kliwon Dungulan, enam bulan menurut sistem kalender Wuku (Kalender Jawa-Bali). Sering dikatakan sebagai rerainan gumi dan tidak kena sebelan atau cuntaka oleh adanya kamatian. Umat Hindu menyambut hari ini dengan serangkaian upacara sejak Tumpek Wariga hingga Buddha Keliwon Pahang. Jadi, rentang waktunya 42 hari. Ketika Galungan bertepatan dengan tilem atau purnama, maka Galungan mendapatkan perhatian yang khusus. Artinya, pelaksanaannya tidak hanya memperhatikan sistem kalender wuku, tetapi sistem kalender solar-lunar (surya-chandra pramana). selengkapnya

Kontroversi Tajen dalam Upacara Agama Hindu di Bali

kategori: Artikel Pilihan
Ada dua hal yang menjadi alasan tajen bertentangan dengan agama Hindu. Pertama, tajen adalah judian. Agama Hindu dengan tegas menampik judian. Kedua, tajen adalah perbuatan yang mengandung unsur himsa karma (perbuatan menyakiti makhluk lain); dalam hal ini ayam. Maka jelaslah, baik dari sudut sosial maupun filosofi tajen bertentangan dengan agama Hindu. selengkapnya

Pentingnya Menu Vegetarian Saat Bersekolah

kategori: Artikel Baru
Seperti diketahui tubuh manusia terdiri elemen padat, cair dan gas. Yaitu (bumi), apah (air), teja (api), vayu (udara) dan akasha (eter/gas). Ini yang disebut pancha-mahabutha. Elemen tubuh manusia ini dalam ayurweda disebut dosha : vata (vayu/ udara), pitta (panas/agni) dan kapha (zat cair/padat). Manusia yang sehat saat ketiga unsur dosha itu dalam keadaan stabil secara fisik. Yang lain menyebut sehat sebagai keseimbangan satwam, rajas, tamas. Sehat dalam ayurweda disebutkan: "sama dosha, sama agnisca, sama dathu malakriya. Prasanam atmaen-driyah, manah". Sehat bukan hanya bugar secara fisik namun juga sehat secara abstrak dalam wujud fikiran, rohani/psikologis. selengkapnya

Penyucian Harta Melalui Dana Punia

kategori: Artikel Baru
Tiga paham yang melekat dalam kehidupan manusia pada zaman kali, yakni konsumerisme, hedonisme dan materialisme. Konsumerisme adalah paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, bahkan ukuran kesuksesan dalam hidup. Konsumerisme juga bisa diartikan sebagai gaya hidup yang tidak hemat. Hedonisme adalah kesenangan atau kenikmatan menjadi tujuan hidup manusia. Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari segala sesuatu berlandaskan kebendaan semata dengan menge-nyampingkan segala sesuatu yang bersifat nonmateri, seperti jiwa, roh, cinta, dan yang sejenisnya. Orang-orang yang hidup berorientasi pada materi disebut materialis. selengkapnya

Wanitaning Wanita

kategori: Artikel Baru
Sejak bahasa Indonesia dilegitimasi sebagai bahasa Negara dan bahasa Nasional, ada dua leksikon bahasa Indonesia digunakan menggambarkan manusia berjenis kelamin bukan laki-laki (imaskulin), yaitu 'wanita ' dan 'perempuan ' (femi-nim). Disamping itu, ada kata 'dara ', 'gadis ', dan 'perawan ' untuk menyebut wanita atau perempuan yang belum dewasa. Awalnya, para linguis memperdebatkan penggunaan dua kata tersebut dengan argumennya masing-masing. Ada yang lebih cenderung menggunakan kata 'wanita', kelompok lain yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisyahbana lebih memilih kata 'perempuan'. Sampai sekarang, kedua kata tersebut digunakan secara bebas. selengkapnya

Drupadi

kategori: Artikel Baru
Dewi Drupadi galau, sedih berlinang air mata. Harapan hidupnya pupus ketika dir-inya dipertaruhkan di meja perjudian. Keputusan suaminya, Yudistira, yang menjadikannya taruhan dalam perjudian dengan Duryadana, nyaris membuatnya putus asa. Tindakan suaminya tergolong luar biasa, aneh, dan sulit diterima akal sehat oleh seorang istri yang setia penuh cinta. Sialnya, Panca Pandawa kalah permainan dadu karena akal bulus Sakuni. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Ekalawya

kategori: Artikel Pilihan
Ekalawya nama seorang anak lelaki yang tidak tahu babad keluarganya. Tidak tahu babad artinya tidak tahu “siapa” dirinya. Lebih lanjut, berarti tidak punya identitas keleluhuran. Identitas yang satu itu pada masanya adalah sebuah harga mati. Maksudnya, banyak orang dinilai [dihargakan] seperti mati tanpa punya identitas yang satu itu. selengkapnya

Yang Dikalahkan: Rahwana Bagian Empat

kategori: Artikel Pilihan
Kekalahan Rahwana pertama-tama adalah kehendak pengarang. Tapi pengarang tidaklah sendirian dalam memutuskan kekalahan Rahwana. Karena di belakang otak pengarang ada sindikat yang terdiri dari tradisi, ajaran, moral, mazhab, audiens, norma, etika, aturan, lembaga, dan bahkan dewa-dewa. Semua itu bekerja dengan caranya masing-masing, sangat halus, dan lama kelamanaan menjadi pandangan dunia pengarang. Semua itulah yang menghendaki seorang Rahwana harus kalah. Harus dimatikan. Dan sebelum dimatikan, ia masih harus dihajar. Bukan hanya fisiknnya, juga propertinya, kerajaannya, dan benda-benda termasuk orang-orang kesayangannya. Selesai? selengkapnya