Artikel Terbaru

Memahami Kehadiran Bhuta Kala

kategori: Artikel Baru
Bhuta Kala sebutan yang diberikan pada sosok mahluk jahat dengan wujud wajah menyeramkan, galak dan muncul sebagai makhluk penggoda. Menghuni tempat-tempat yang angker kuburan, jurang dan pohon-pohon besar, demikian juga tempat yang tidak Pernah dijamah atau bangunan yang telah lama ditinggalkan manusia adalah rumahnya. Banyak legenda mengisahkan bhuta kala yang dihubungkan dengan kehidupan manusia bahkan juga kehidupan para dewa. Beberapa dari legenda tersebut mengilhami terjadinya suatu tempat, nama suatu daerah dan ritual sebuah upacara sakral. selengkapnya

Kremasi Jenazah Suku Karo Tempo Dulu

kategori: Upacara
Tradisi pembakaran mayat atau kremasi jenazah telah dikenal oleh masyarakat suku Karo yang dikenal dengan adat Sirang-sirang. Tradisi ini dilaksanakan oleh suku Karo marga Sembiring. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh Hindu dalam budaya suku Karo terutama marga Sembiring yang menurut beberapa ahli sejarah berasal dari India. selengkapnya

Nilai-Nilai Agama Hindu dalam Tutur Gong Besi

kategori: Artikel Pilihan
Naskah tradisional Bali yang sarat dengan nilai-nilai agama Hindu salah satunya adalah Tutur Gong Besi. Naskah ini adalah sebuah teks kuna yang- telah didokumentasikan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, yang pada awalnya berupa lontar dengan aksara Bali berbahasa Jawa Kuna dan kini telah dialihaksarakan ke dalam aksara latin dengan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia oleh tim penyalin/penerjemah. selengkapnya

Candi Prambanan sebagai Saksi Sejarah

kategori: Artikel Baru
Candi ini tidak saja berisi arca Siwa Mahadewa yang tebesar, Arca Siwa Mahaguru, Ganesha, Durga, Nandini, tetapi juga berisi relief mahakawya Ramayana dan Kresnayana yang tiada taranya. Arca dan relief hasil sentuhan tangan-tangan halus para seniman terhadap batu-batu andesit yang keras. Maka religiusitas dan estetika manunggal di sini, di candi Prambanan. selengkapnya

Gatutkaca Sraya

kategori: Artikel Pilihan
Gatut Kaca berserah diri untuk melaksanakan kepentingan Bimaniu. Gatut Kaca Seraya : Artinya bahwa Gatut Kaca, berserah diri untuk melaksanakan segala upaya, untuk menikahkan Bimaniu dengan Diah Siti Sundari putri Sri Kreshna dari kerajaan Dwarawati. Bimaniu juga dinikahkan Gatut Kaca, dengan Diah Utari putri maha raja Matswapati asal kerajaan Wirata. Penyelarasan madu dua istri : Diah Siti Sundari dan Diah Utari, sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan kebijaksa-naan Bimaniu sendiri. selengkapnya

"Neraka" Menurut Garuda Purana

kategori: Artikel Pilihan
Ketika seseorang meninggal dunia utusan Dewa Yama sebagai yamadhuta dengan wajah yang menyeramkan, menakutkan dan sekaligus penuh wibawa akan datang menjemput roh orang yang meninggal tersebut untuk dibawa menghadap Dewa Yama. Segera setelah dibacakan catatan Sang Hyang Suratma, Dewa Yama mengambil keputusan roh orang tersebut mendapat sorga atau neraka. Apabila diputuskan mendapat neraka, maka Ia akan dibawa ke neraka untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya semasa hidup. selengkapnya

Candi-candi Agung di Kaki Gunung Merapi

kategori: Artikel Baru
Sekalipun telah diketahui gunung Merapi begitu aktip dan membahayakan kehidupan di lereng dan kakinya, maka umat Hindu di masa lalu tetap memilih dataran subur di kaki gunung sebagai tempat membangun peradaban. Cerita tentang terjadinya gunung-gunung di Jawa sebagaimana disuratkan didalam kitab Tahtu-pagelaran memang menarik untuk kita kaji. Ceritera tersebut tidak saja mewartakan kehadiran gunung-gunung itu tetapi juga kehadiran para dewa yang kemudian mengajarkan berbagai pengetahuan dan keterampilan kepada umat manusia. selengkapnya

Mengeksistensikan Kesucian Pura Besakih

kategori: Artikel Baru
Pura Besakih dalam Lontar Padma Bhuwana disebut sebagai: Huluning Bali Rajya. Artinya, Pura Besakih adalah hulunya Pulau Bali. Pura Besakih juga sebagai Pura Rwa Bhineda yaitu sebagai Pura Purusa dan Pura Batur sebagai Pura Pradana. Artinya, sebagai Pura Purusa Pura Besakih sebagai jiwa spiritualnya daerah Bali. Pura Besakih juga sebagai Pura Sad Winayaka atau salah satu dari Sad Kahyangan yang paling utama. Pura Sad Winayaka itu sebagai jiwa dalam menggerakkan unsur-unsur Sad kerti menjaga di terpadusecara sinergis harmonis. selengkapnya

Brahmana Itu Bertani

kategori: Artikel Baru
Bhagawan Domya didatangi oleh tiga calon muridnya yaitu Sang Utamanyu, Sang Arunika, dan Sang Weda. Ketiganya menyatakan keinginannya untuk berguru kepada Bhagawan Domya. Sebelum memberikan pelajaran kepada calon muridnya Bhagawan Domya melakukan Upanayana, yaitu menguji sang murid dengan berbagai aktivitas. Ternyata Bhagawan Domya menugaskan murid-muridnya yaitu : Sang Utamanyu melakukan aktivitas bertani, Sang Arunika menggembala sapi, dan Sang Weda memasak. Bagi sementara orang pekerjaan seperti itu mungkin dianggap mudah, namun bagi Bhagawan Domya dengan lekerjaan inilah beliau dapat menguji karakter muridnya. selengkapnya